KAJIAN KODIKOLOGI DAN TEKSTOLOGI ATAS KITAB PEGON MATAN RIYADUL BADI‘AH SUNDA: REKAM JEJAK ISLAMISASI DAN TRADISI KEILMUAN DI TATAR SUNDA
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji kitab Pegon Matan Riyadul Badi'ah berbahasa Sunda sebagai warisan intelektual Islam bernilai tinggi di Tatar Sunda, dengan pendekatan kodikologi dan tekstologi. Kitab ini, ditulis sekitar abad ke-17 hingga ke-19 oleh ulama Sunda, menggunakan aksara Arab Pegon dengan sistematika rapi dan berfungsi sebagai media pendidikan moral di pesantren. Dari segi kodikologi, naskah ditulis pada kertas alami dengan struktur jelas dan kondisi fisik bervariasi akibat penggunaan intensif. Tekstologi mengungkap variasi teks, kesalahan penyalinan seperti omisi dan haplografi, serta interpolasi modern. Isi kitab sarat ajaran akhlak Islam, seperti keikhlasan dan kesabaran, dalam bahasa Sunda sederhana, mencakup akidah, ibadah, dan etika sosial. Kajian ini menegaskan kitab sebagai bukti harmonisasi Islam dan budaya Sunda, memperkuat identitas Islam Nusantara. Pelestarian dan penelitian lanjutan penting untuk memperkaya khazanah ilmu, menjaga warisan budaya, dan mendorong aplikasi ajarannya dalam kehidupan modern.
Article Details
Section
How to Cite
References
Al-Nawawī, Abū Zakariyyā Muḥyiddīn Yaḥyā bin Syaraf. (n.d.). Minhāj al-Thālibīn wa ‘Umdat al-Muftīn fī Fiqh al-Imām al-Syāfi‘ī (منهاج الطالبين وعمدة المفتين في فقه مذهب الإمام الشافعي). Dār al-Fikr.
Al-Nawawī, Abū Zakariyyā Yaḥyā bin Syaraf. (2005). Minhaj al-Thalibin wa Umdat al-Muftin: The Manual of the Seekers. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Arisandi, I. B. (2022). Penyebaran ajaran Islam melalui tradisi tulis: Refleksi bentuk wawacan dalam naskah Sunda Islami. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 24(2), 123–139. https://doi.org/10.55981/jmb.2022.1405
Darmawan, B. (2024). Application of the stemma method in the study of Nusantara manuscripts. Jurnal Philologia, 12(1), 55–72.
Hikmawati, R., & Muthohirin, N. (2024). The role of pesantren in preserving the tradition of Pegon Arabic writing: A study in the Pesantren Ilmu Al-Qur’an Singosari. El-Jaudah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab, 5(1), 54–70.
Jahuri, J., & Fauji, S. (2022). Arab Pegon dalam khazanah manuskrip Islam di Jawa. Jurnal Penelitian Agama, 23(1), 61–80.
Kurniawan, A., & Saepudin, D. (2023). Identifikasi unsur lokalitas dalam manuskrip Islam Sunda: Pendekatan filologi dan kodikologi. Jurnal Al-Qalam: Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya, 29(1), 41–60.
Kuswandi, D. (2024). The Qur’an manuscripts in Indonesia: A historical review. Suhuf: Jurnal Manuskrip dan Sejarah, 36(2), 101–119.
Mulyani, T. (2021). Kajian kodikologi dalam manuskrip pesantren Nusantara: Analisis material dan fungsi sosial. Khazanah: Jurnal Studi Keislaman, 19(3), 220–238.
Rahmawati, N., & Supriadi, A. (2020). Tradisi Pegon dan dinamika Islamisasi di Jawa Barat. Jurnal Lektur Keagamaan, 18(2), 155–172.
Ramdani, V. F. (2025). Adaptation of Arabic script into Pegon Sunda in a kitab: Case study of Tijan al-Darari. Dzihni Journal, 4(1), 35–52.
Isep Bayu Arisandi. (2023). PENYEBARAN AJARAN ISLAM MELALUI TRADISI TULIS: REFLEKSI BENTUK WAWACAN DALAM NASKAH SUNDA ISLAMI. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 24(2), 123–139. https://doi.org/10.55981/jmb.2022.1405
Suhendar, D., & Kartini, T. (2020). Revitalisasi aksara Pegon dalam kajian keislaman Sunda. Jurnal Bahasa dan Sastra UIN Bandung, 12(1), 45–62.
Yusuf, A. (2020). Literasi Islam Sunda: Teks, tradisi, dan transformasi. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Press.
Zuhdi, M. H. (2021). Tradisi Pegon dan transformasi literasi keagamaan di Indonesia. Jurnal Lektur Keagamaan, 19(1), 25–48.
Fathurahman, O. (2021). Naskah dan keilmuan Islam Nusantara: Pendekatan filologis dan historis. Jakarta: Prenadamedia Group.
Nurdin, A., & Mahfud, R. (2023). Metodologi filologi kontemporer: Rekonstruksi teks dan makna dalam naskah Islam lokal. Jurnal Islamika: Jurnal Keilmuan Islam dan Sosial, 5(2), 77–94.
Apriyanto, A., Nurjanah, N., & Ruhaliah. (2021). Structure of the Sundanese language in the Pegon script: Linguistic study of the Pupujian manuscript of Nadhomul Mawalidi wal Mi’raj. Proceedings of Linguistic Research Conference, 3(2), 112–128.
Sulton, A. (2023). Naskah syair Kanjeng Nabi dan Hikayat Nabi Bercukur dalam relasi epigonistik. Poetika: Jurnal Ilmu Sastra, 1(2). https://doi.org/10.22146/poetika.v1i2.10407
Nikmatullah, C., Tihami, M. A., Badrudin, B., Tarihoran, N., & Wasehudin, W. (2023). The role of the Pegon script as Islamic pedagogy in supporting religious education, local identity, and faith-based literacy in Banten Islamic boarding schools. Tadbir: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, 9(2), 12823. https://doi.org/10.29240/jsmp.v9i2.12823
Apriyanto, A. (2023). Tata aksara Pegon dalam naskah Pupujian Nadhomul Mawalidi wal Mi’raj. LOKABASA: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah serta Pengajarannya, 14(1), 41–52.
Rohman, M. A., Izati, N., & Khosim, A. (2025). Eksistensi aksara Pegon: Media penyebaran ilmu agama di Demak Kota Wali dengan pendekatan mix method. Asyafina Journal: Jurnal Akademi Pesantren, 1(3). https://doi.org/10.2896/asyafina.v1i3.5
Nikmatullah, C. (2025). Pembelajaran aksara Pegon di madrasah diniyah: Studi fenomenologi di MI NU KH. Mukmin Sidoarjo. Jurnal Muassis Pendidikan Dasar, 4(1), 17–24. https://doi.org/10.55732/jmpd.v4i1.987
Akbar, D. W., & Abidin, Z. (2022). Pelatihan membaca aksara Pegon dan Arab-Melayu pada naskah kuno di Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Depok. ABDINE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 143–153.
Gunawan, A., & Kurnia, A. (2023). Naskah-naskah Islam dari Kabuyutan: Jejak literasi keagamaan di Jawa Barat. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 7(2b). https://doi.org/10.37014/jm.v7i2b.295