SIMBOL RUANG URBAN, CAHAYA, DAN KERETA CINTA: ANALISIS SEMIOTIK TERHADAP CERPEN FX RUDY GUNAWAN
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik yang terkandung dalam cerpen FX Rudy Gunawan melalui pendekatan semiotik. Cerpen tersebut menghadirkan ruang urban Shanghai sebagai lanskap naratif yang sarat tanda, ditandai oleh kabut, cahaya redup, hiruk-pikuk kota, dan pergerakan manusia yang menciptakan jejaring makna di balik pengalaman tokoh utama. Melalui analisis semiotik, penelitian ini memusatkan perhatian pada tiga simbol utama, yaitu ruang urban, cahaya, dan kereta cinta, yang tidak hanya berfungsi sebagai latar, tetapi juga sebagai representasi memori, identitas, dan relasi emosional antara tokoh “aku” dan Tonny Tan. Data dikumpulkan dari pembacaan mendalam terhadap teks dan dianalisis menggunakan konsep penanda–petanda Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang urban Shanghai menjadi simbol transisi dan pencarian diri, cahaya dan kegelapan menandai kondisi psikologis serta ketegangan batin tokoh, sedangkan kereta cinta menjadi tanda puncak yang merepresentasikan nostalgia dan rekonstruksi relasi masa lalu. Dengan demikian, cerpen ini tidak hanya memotret perjalanan fisik tokoh, tetapi juga perjalanan emosional yang dibangun melalui sistem tanda yang kompleks. Temuan ini menegaskan bahwa simbol-simbol dalam cerpen mampu menghadirkan lapisan makna yang memperkaya pemahaman pembaca terhadap dinamika ruang, memori, dan hubungan manusia dalam konteks urban modern.
Article Details
Section
How to Cite
References
Bachelard, G. (1969). The Poetics of Space. Boston: Beacon Press.
Barthes, R. (1977). Image, Music, Text. London: Fontana Press.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Dewi, N. P. (2022). Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Cerpen Bertema Urban. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(2), 145–156.
Eliade, M. (1961). Images and Symbols: Studies in Religious Symbolism. Princeton: Princeton University Press.
Faruk. (2012). Pengantar Sosiologi Sastra: Dari Strukturalisme Genetik ke Post-Modernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Haidar, M. (2018). Simbol Gelap dan Modernitas dalam Prosa Urban Indonesia. Jurnal Sastra Nusantara, 6(2), 112–125.
Hasanah, U. (2017). Simbol Perjalanan dalam Sastra Indonesia Modern. Jurnal Stilistika, 5(2), 89–101.
Lefebvre, H. (1991). The Production of Space. Oxford: Blackwell.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: UGM Press.
Pradopo, R. D. (1999). Pengantar Teori Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Prasetyo, A., & Rahmawati, L. (2021). Tanda Visual dan Representasi Emosional Tokoh dalam Cerpen Kontemporer Indonesia. Jurnal Ilmu Budaya, 9(1), 33–47.
Rahman, F. (2015). Representasi Perjalanan sebagai Metafora Perubahan Diri dalam Prosa Indonesia. Jurnal Bahasa dan Seni, 13(1), 44–58.
Ratna, N. K. (2009). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ricoeur, P. (2004). Memory, History, Forgetting. Chicago: University of Chicago Press.
Saussure, F. de. (1983). Course in General Linguistics. London: Duckworth.
Suryaningsih, E. (2019). Simbol Ruang dan Memori Tokoh dalam Cerpen Modern Indonesia: Kajian Semiotik. Jurnal Poetika, 7(1), 18–29.