NILAI-NILAI ESTETIKA DAN REALITAS SOSIAL: ANALISIS PENDEKATAN STRUKTURAL DAN SOSIOLOGIS DALAM CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis cerpen "Senyum Karyamin" karya Ahmad Tohari melalui dua pendekatan sekaligus: struktural dan sosiologis, untuk mengungkap nilai estetika sekaligus realitas sosial yang terkandung di dalamnya. Pendekatan struktural digunakan untuk mengkaji unsur-unsur intrinsik seperti tema, tokoh, alur, latar, dan amanat, sedangkan pendekatan sosiologis diaplikasikan guna mengeksplorasi representasi kemiskinan, ketimpangan sosial, dan relasi kuasa dalam masyarakat kelas bawah. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyum Karyamin bukan sekadar ekspresi emosional, melainkan sebuah metafora resistensi simbolis terhadap kekerasan struktural. Cerpen ini berhasil menggambarkan realitas pahit masyarakat marginal tanpa jatuh ke dalam sentimen melodramatis, berkat penguasaan teknik naratif dan kepekaan sosial sang pengarang. Dengan demikian, "Senyum Karyamin" tidak hanya menjadi karya sastra yang estetis, tetapi juga berfungsi sebagai kritik sosial yang tajam dan relevan hingga hari ini.
Article Details
Section
How to Cite
References
Gramsci, A. (1971). Catatan-catatan dari Penjara. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Ginting, Y. S., & Nucifera, P. (2025). Analisis Ketimpangan Sosial dalam Cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari: Sosiologi Sastra. Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia, 4(2), 55-64.
Nugroho, D. (2023). Bahasa Tubuh dan Kuasa dalam Proses Indonesia Kontemporer. Yogyakarta:
Penerbit Ombak.
Nurcahyati, D., Yulianti, A., & Abdurrokhman, D. (2019). Analisis Unsur-unsur Intrinsik Cerpen Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(6), 979-986.
Rahmawati & Wijayanto, A. (2025). Sastra dan Kekerasan Struktural: Studi Kasus Prosa Realis Pasca-1998. Jakarta: Pustaka Obor.
Suryadi, M. (2024). Posthumanism and the Subaltern Body in indonesian Short Fiction. Wacana: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 25(1), 45-68.