ANALISIS CERPEN “HARIMAU DAN BUNGLON” KARYA MIGUEL ANGELO JONANTHAN DENGAN PENDEKATAN STRUKTURAL DAN SOSIOLOGI
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cerpen “Harimau dan Bunglon” karya Miguel Angelo Jonanthan dengan menggunakan pendekatan struktural dan sosiologi sastra. metode penelitian yang digunakan Adalah analisis dokumen, yaitu membaca, mengidentfikasi, serta menelaah unsur-unsur intrinsic dan aspek-aspek sosial yang tercemin dalam cerita. Hasil penelitian menujukkan bahwa melalui pendekatan struktural, cerpen ini memiliki alur progresif, tokoh dengan karakter kontras, dan tema yang menonjol mengenai kecerdikan serta kesombonngan. Latar yang disajikan memperkuat konflik anatara tokoh harimau dan bunglon, sehingga pesan cerita tersampaikan secara efektif.
Sementara itu, melalui pendekatan sosiologi sastra, cerpen ini mencerminkan dinamika sosial yang mengambarkan ketimbangan kekuasaan, kritik terhadap dominasi pihak yang kuat, serta bentuk perlawanan simbolik dari kaum lemah melalui kecerdikan. Cerita ini juga memperlihatkan bagaimana perikalu sosial, seperti penyalahgunaan kekuatan dan sikap meremehkan, dapat menimbulkan konsekuensi moral bagi pelakunya. Dengan demikian, melalui dua pendekatan ini, cerpen Harimau dan Bunglon dapat dipahami sebagai karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan kritik sosial dan pesan moral yang relevan dengan realitas masyarakat.
Article Details
Section
How to Cite
References
Ansori, M. (2021). Simbol dan alusi dalam sastra modern. Jakarta: Pustaka Karya.
Chaer, A. (2012). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Fardeni, A., Maulina, R., & Asahan, R. (2025). Metafora dan simbolisme dalam karya sastra kontemporer. Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 14(2), 55–68.
Fauzy, A. (2024). Sastra dan ketimpangan gender dalam masyarakat patriarki. Bandung: Literasi Nusantara.
Krippendorff, K. (2013). Content analysis: An introduction to its methodology (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suwarno, W. (2012). Teknik penokohan dan alur dalam prosa naratif. Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1), 21–30.
Teeuw, A. (2013). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Wahyuddin, A. (2024). Kajian sastra sebagai sarana edukasi moral dan sosial. Yogyakarta: Lingkar Ilmu.