PERKAWINAN NYENTANA DI BALI: URGENSI, TATA CARA, DAN RELEVANSINYA DI ERA MODERN
- Authors
-
-
K Dimaz Ardhiva
Universitas Bandar LampungAuthor
-
- Keywords:
- Perkawinan Nyentana, Hukum Adat Bali, Kesetaraan Gender, Modernisasi, Sistem Kekerabatan., Nyentana Marriage, Balinese Customary Law, Gender Equality, Modernization, Kinship System.
- Abstract
-
Perkawinan Nyentana merupakan salah satu bentuk sistem perkawinan unik dalam masyarakat adat Bali, di mana perempuan memiliki kedudukan sentral dalam garis keturunan. Sistem ini dianggap sebagai kebalikan dari pola patrilineal yang dominan, karena dalam perkawinan Nyentana, laki-laki yang menikah masuk ke dalam keluarga istrinya dan secara adat berkewajiban melanjutkan garis keturunan pihak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pelaksanaan perkawinan Nyentana dalam konteks sosial budaya Bali, menjelaskan tata cara adat yang berlaku, serta menganalisis relevansinya di era modern yang ditandai dengan perubahan nilai dan struktur sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif-empiris, dengan menelaah ketentuan hukum adat Bali, praktik sosial di masyarakat, serta pandangan hukum nasional terhadap pelaksanaan perkawinan adat. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkawinan Nyentana tidak hanya memiliki fungsi sosial untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan keturunan perempuan, tetapi juga mencerminkan dinamika kesetaraan gender dalam masyarakat Bali modern. Meskipun menghadapi tantangan akibat perubahan nilai budaya dan pengaruh modernisasi, sistem Nyentana tetap relevan karena mampu beradaptasi dengan prinsip keadilan, keseimbangan peran, dan kelestarian nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat Bali.
Nyentana marriage is a unique traditional marital system in Balinese customary law, in which women hold a central role in the lineage structure. This system serves as the reverse of the dominant patrilineal pattern, as the husband in a Nyentana marriage joins his wife’s family and is responsible, by custom, for continuing her lineage. This study aims to examine the urgency of Nyentana marriage within Balinese socio-cultural context, to describe the customary procedures involved, and to analyze its relevance in the modern era marked by shifting social norms and gender dynamics. The research employs a normative-empirical approach, combining doctrinal legal analysis of Balinese customary law with empirical insights from social practices and national legal perspectives. The findings indicate that Nyentana marriage not only functions as a means to preserve family continuity through the female line but also reflects gender equality values embedded in modern Balinese society. Despite challenges brought by modernization and evolving social values, the Nyentana system remains relevant as it harmonizes traditional customs with principles of justice, balance of roles, and the preservation of living customary values in Balinese culture.
- References
-
Adnyani, N. K. S. (2017). Sistem perkawinan nyentana dalam kajian hukum adat dan pengaruhnya terhadap akomodasi kebijakan berbasis gender. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(2), 168–177.
Anggreni, K. T., Adnyani, N. K. S., & Sudiatmaka, K. (2021). Akibat hukum perkawinan Nyentana terhadap hak mewaris laki-laki di keluarga asalnya dalam perspektif hukum waris Bali. Jurnal Komunitas Yustisia, 4(2), 521–530.
Dharmayani, D., Karini, E., Ismail, H., Iwaannudin, I., & Arsyad, M. (2025). Rekonstruksi perkawinan Nyentana dalam masyarakat Bali: Perspektif kesetaraan gender. Tasyri’:
Journal of Islamic Law, 4(1), 511–536.
Hasan, Z. (2025). Hukum adat. Bandar Lampung: Universitas Bandar Lampung (UBL) Press.
Jati, N. M. K. P., & Hartanti, H. (2020). Perbedaan gender mengenai kepuasan pernikahan pada individu yang menikah dengan adat Nyentana di Bali. Jurnal Psikologi Ulayat, 7(2), 212– 224.
Kencana, L., Pageh, I. M., & Nur, I. (2025). Perkawinan Nyentana dalam perspektif sosio kultural di Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan dan potensinya sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 7(2), 128–135.
Kristina, L. D., Sudiatmaka, K., & Hartono, M. S. (2021). Kedudukan dan hak mewaris anak dalam perkawinan Nyentana menurut hukum adat Bali (Studi kasus di Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan). Jurnal Komunitas Yustisia, 4(2), 334–343.
Pursika, I. N. (2012). Pada Gelahang: Suatu perkawinan alternatif dalam mendobrak kekuatan budaya patriarki di Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2).
Pradnyamita, N. M. S. D., Windari, R. A., & Dantes, K. F. (2024). Akibat hukum perceraian terhadap kedudukan laki-laki dalam perkawinan Nyentana menurut perspektif hukum adat Bali (Studi kasus Desa Penarukan, Kerambitan, Tabanan). Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 4(4).
Pratiwi, N. P. S., Nurwati, N., & Sekarningrum, B. (2024). Determinasi sosial dalam memilih pasangan hidup melalui perkawinan Nyentana pada masyarakat Hindu di Bali. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 8(3), 390–405.
Putra, I. K. S., Sudiatmaka, K., & Sanjaya, D. B. (2022). Akibat hukum perceraian dari perkawinan Nyentana dalam perspektif hukum adat Bali (Studi kasus di Kerambitan Tabanan). Jurnal Komunitas Yustisia, 5(2), 629–643.
Rahman, A. (2023). Nyentana: Sistem perkawinan suku Bali di Desa Uraso Kecamatan Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 2(4), 519–528.
Shirley, S., Sembiring, R., Apriliyana, I., & Yefrizawati, Y. (2022). Kedudukan hukum pria yang melakukan perkawinan Nyentana sebagai ahli waris dalam hukum waris adat masyarakat Bali (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 2991K/PDT/2015). Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 3(1), 9–26.
Sujana, I. P. W. M. (2017). Pelaksanaan perkawinan Nyentana dalam rangka mengajegkan sistem kekeluargaan patrilineal di Bali. Widya Accarya, 7(1).
Suta, I. M. (2022). Sentana Rajeg & perkawinan Nyentana ditinjau dari hukum adat Bali.
Nilacakra.
- Downloads
- Published
- 2025-11-05
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Ferly Yitro Mamoto, Fiorentine Diva, Flouresita Kalista Theressa Udampo, Yaulie Deo Y. Rindengan, Ade Yusupa, PROSPEK DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT DI PROVINSI SULAWESI UTARA TERHADAP PENINGKATAN DIGITALISASI PELAYANAN PUBLIK , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Annura Nazwa Maulida Hidayat, PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA DIGITAL DALAM HUBUNGA KERJA LINTAS NEGARA DI ERA GIG ECONOMY , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ningrum Melihayatri, Kasih Therecia Sihombing, Syakila Amelia, Melissa Dameria Sihombing, M. Fadhli Hidayat, Rizki Nasution, RELEVANSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK MAHASISWA BERKARAKTER DAN BERTANGGUNG JAWAB SOSIAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Tenri Nur Reskytaputri, PERAN NEGARA DALAM MELINDUNGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA NON PROSEDURAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ravy Chandra, Candrika Wahyu, Tina Ayumi, Helen Ayu, Daffarela Ramadiaz, PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Adinda Feisa Rinesa, Damara Natania, Kusumaningtyas Indah S, Rahma Syarifa, Rully Julia Lukman, Baidhowi, MENGENAL SYARIAH: PRINSIP DAN IMPLEMENTASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Dian Zaskia, Muhammad Rayyan Attala, Giovanni Seandro, Andika Nur Hakim, Wistama Yoga Nurdiansyah, HUKUM PENYIARAN & ETIKA KOMUNIKASI DALAM IKLAN TELEVISI: AUDIT EPI 2020 DAN P3SPS–KPI ATAS MIE SEDAAP “PAPA HIDUP LAGI” , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Yolanda Elisabeth Sinaga, EVALUASI KEBIJAKAN PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS PERTAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI KABUPATEN TEBO , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Dielfan Juli Martin, Muhammad Fadel Abira, Septrian Azeri, Sonia Ivana Barus, MENUJU HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG BERKEADILAN: SOLUSI ATAS KONFLIK ANTARA BURUH DAN PENGUSAHA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Angeli Ramadhani, DEMOKRASI YANG TERTUNDA: DINAMIKA REGRESI DEMOKRASI DI ASIA TENGGARA PASCA PANDEMI , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.