PERWUJUDAN NEGARA DEMOKRASI DALAM PEMILIHAN UMUM INDONESIA: ANALISIS TERHADAP ELECTRONIC VOTING MACHINE SEBAGAI SOLUSI MITIGASI TINDAK PIDANA PEMILIH GANDA
- Authors
-
-
Verda Maritza Bustomi
Universitas IndonesiaAuthor -
Tevyana Zahira Prabawa
Universitas IndonesiaAuthor -
Darlene Riama Hutauruk
Universitas IndonesiaAuthor -
Rhania Azzahra Ahmad
Universitas IndonesiaAuthor
-
- Keywords:
- Pemilihan Umum, Tindak Pidana Pemilihan Umum, Pemilih Ganda, Integritas Pemilihan Umum, Sistem Voting Elektronik, Electronic Voting Machine
- Abstract
-
Pemilihan umum (pemilu) merupakan sarana utama perwujudan prinsip demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Oleh karena itu, setiap tahapan penyelenggaraan pemilu harus menjamin kesetaraan dan kemurnian suara pemilih. Namun, dalam praktiknya, penyelenggaraan pemilu di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya adalah tindak pidana pemberian suara lebih dari satu kali oleh satu pemilih. Praktik voting ganda ini tidak hanya melanggar asas jujur dan adil serta prinsip one man one vote, tetapi juga berpotensi merusak legitimasi hasil pemilu dan menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum telah mengatur larangan dan sanksi pidana terhadap perbuatan tersebut melalui Pasal 516 dan Pasal 533. Meskipun demikian, kasus voting ganda masih ditemukan dalam penyelenggaraan pemilu, yang menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pemungutan suara dan pemutakhiran data pemilih.
Tulisan ini membahas bagaimana tindak pidana pemberian suara lebih dari satu kali dikualifikasikan sebagai kejahatan pemilu, bagaimana mekanisme penegakan hukumnya melalui lembaga-lembaga terkait, serta bagaimana penerapan sistem electronic voting machine dapat menjadi solusi preventif untuk meminimalisir praktek pemilih ganda. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum. Penulis mendasarkan analisisnya pada argumentasi bahwa integrasi teknologi voting elektronik dengan autentikasi biometrik memiliki potensi kuat untuk menjamin prinsip kesetaraan suara dan meningkatkan integritas pemilu. Kesimpulan dari tulisan ini akan menguraikan pentingnya penguatan kebijakan pencegahan tindak pidana pemilu melalui reformasi sistem pemungutan suara, serta relevansi penerapan instrumen elektronik di Indonesia dengan berkaca pada keberhasilan negara Brasil dalam menyelenggarakan pemilu yang lebih jujur dan adil.
- References
-
Azzahra, Kalia & Hendra. (2025). Peranan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dalam Penanganan Tindak Pidana Pemilu Money Politics pada Pemilihan Kepala Daerah 2024 (Studi pada Badan Pengawas Pemilu Kota Bandung). Jurnal Ilmu Hukum, 5 (3).
Agus, P., Paisol, B., & Izomiddin. (2023). Wewenang kejaksaan terhadap pelaksanaan pemilihan umum dalam sistem hukum tata negara Indonesia. El Qonun, 1(1).
Ayu, Rizki Dewi. Tempo.co, (2017). Sri Mulyani Buka Anggaran Pemilu Tembus Rp 71,3 Triliun, Ini Rinciannya. Diambil dari tempo.co/ekonomi/sri-mulyani-buka-anggaran-pemilu-tembus-rp-71-3-triliun-ini-rinciannya-84247.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Riau. (2021). Kompilasi Tindak Pidana Pemilu dan Pemilihan. Pekanbaru: Bawaslu Provinsi Riau.
Budiardjo, Miriam. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.
Diego F. Aranha, et al. (2019). The Return of Software Vulnerabilities in the Brazilian voting Machine," Computers & Security, Vol. 86, 4.
Dila Nur Aini & Dwi Anisa Nisa (2022). Analisis Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan Tahun 2018 di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo, CERMIN: Jurnal Penelitian, Vol. 6, No. 1, 167.
Febriyanto, Satrio Alif. (2023). Kompatibilitas Sistem Proporsional Terbuka Dengan Pemilihan Umum Serentak Di Indonesia Dan Brazil. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Fujiwara, T. (2015). voting technology, political responsiveness, and infant health: Evidence from Brazil. Econometrica, 83(2), 428.
Hawana, Alse. (2022). Peran Lembaga KPU dan Bawaslu dalam Mengatasi Permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Saat Pemilihan Umum." Jurnal Supremasi Hukum, Vol. 18, No. 02, 106.
International Institute for Democracy and Electoral Assistance. (2023). Use of E-voting Around the World. Swedia: International IDEA
Irawati, Yeni. (2021). Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Penggunaan Hak Suara Lebih dari Satu Tempat Pemungutan Suara Pada Pemilihan Umum Tahun 2019. Bhirawa Law Journal, 2 (2), 144–146.
Krimmer, Robert, Volkamer, Melanie., Binder, Nadja Braun., Kersting, Norbert., Pereira, Olivier., dan Schürmann, Carsten. (2017). Electronic voting: Second International Joint Conference, E-Vote-ID 2017, Bregenz, Austria, October 24-27. Proceedings, 10615, 124.
Lestanto, Budi. (2025). Efektivitas GAKKUMDU dalam Penegakan Hukum Pemilu 2024 di Karanganyar: Evaluasi dan Tantangan. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6 (8).
Matatula, Imanuel R. (2024). Metro TV News. Masalah Pemilu 2024 Disebut Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir. Diambil dari metrotvnews.com/read/bD2C1WdO-masalah-pemilu-2024-disebut-tertinggi-dalam-10-tahun-terakhir.
Moeljatno. (2008). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta.
Our World in Data. (2025). Free and Fair Elections Index, data diadaptasi dari V-Dem, ourworldindata.org/grapher/free-and-fair-elections-index?mapSelect=BRA~IDN.
Pratono, Agus, et.al. (2023). Wewenang Kejaksaan Terhadap Pelaksanaan Pemilihan Umum Dalam Sistem Hukum Tata Negara Indonesia. El Qonun, 1 (1).
Putra, Etha Bhirawa Satya. (2023). Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Penggunaan Hak Suara Lebih Dari Satu Tempat Pemungutan Suara Pada Pemilihan Umum Tahun 2019 (Studi Kasus di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo). Jurnal Bevinding, 01 (08), 27.
Risnanto, S., Abd Rahim, Y. B., & Herman, N. S. (2020). Success Implementation of E-voting Technology in Various Countries: A Review.
Santoso, Topo. (2025). Kuliah Umum Pemilihan Umum: Tindak Pidana Pemilu, Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Sudarto. (1986). Hukum dan Hukum Pidana. Bandung: Alumni.
Tumiwa, Natasya K. (2024). Tindak Pidana Penyalahgunaan Hak Suara dalam Pemilihan Umum di Indonesia. Lex Privatum, 12 (2), 7.
- Downloads
- Published
- 2025-12-14
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Andi Reza Alief, Abel Gifara, Fauzan Akhrin, Agindra Selsha Ramadhina, PENDIDIKAN PARTISIPATIF PEMILU: STRATEGI PENINGKATAN KESADARAN DEMOKRASI BAGI PEMILIH PEMULA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Nabila Zahra Okta Dwiwani, Sona Norana Kurnia Ilahia, Sisilia Anyelir, Ganefi Ganefi, ANALISIS YURIDIS PENERAPAN PERSIDANGAN E-COURT DALAM SIDANG PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BERDASARKAN ASAS PERADILAN CEPAT, SEDERHANA, DAN BIAYA RINGAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Sarah Dian Utami, Irwan Matias Gurlan Sinaga, Fadhiil Ahmadi, Wefy Efticha Sary, PATOLOGI SOSIAL DAN HUKUM ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM ANALISIS PERAN DAN SANKSI DALAM SPPA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ghulam Ghulam Ramadhan Hakim, KAJIAN TEORITIS ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM SISTEM HUKUM PEMBUKTIAN DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Nadiya Putri Hidayah, Eben Christina Sihotang, Yusuf Aulia Rahman, Nuris Fitriani, REKONSTRUKSI SISTEM PEMULIHAN ASET HASIL KORUPSI DI INDONESIA: ANALISIS KRITIS TERHADAP SINKRONISASI HUKUM ACARA PIDANA DAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG PERAMPASAN ASET , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Luthan Ramadhanta Kholani, PENDIDIKAN ANTI KORUPSI: STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER BERINTEGRITAS DALAM MASYARAKAT INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Fahru Roji, ANALISIS YURIDIS TANGGUNG JAWAB HUKUM PLATFORM FINTECH ATAS PENYALAHGUNAAN DATA DAN PENCAIRAN DANA PINJAMAN ONLINE TANPA IZIN DALAM PERSPEKTIF UU ITE , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Reza Fatika, ANALISIS TANTANGAN DAN UPAYA PENEGAKKAN HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Mochammad Aqshal Ardhana, Dodo wahyudin, KAJIAN NORMATIF TERHADAP PEMIDANAAN PELAKU PENGANIAYAAN BERENCANA DALAM KUHP , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Asmi Nurfitriani, Akmal Walid Hanan K, Deza Anggara, Deden Najmudin, JARIMAH KHALWAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM POSITIF DI ACEH , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.