OPTIMALISASI PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RESIDIVISME

Authors
  • Eggy Nadhifa Zahra

    Universitas Lampung
    Author
  • Dona Raisa Monica

    Universitas Lampung
    Author
  • Diah Gustinitati Maulani

    Universitas Lampung
    Author
  • Emilia Susanti

    Universitas Lampung
    Author
  • ⁠Sri Riski

    Universitas Lampung
    Author
Keywords:
Correctional Institutions, Independence Training, Personality Development, Recidivism Prevention, Lembaga Pemasyarakatan, Pembinaan Kemandirian, Pembinaan Kepribadian, Pencegahan Residivis
Abstract

This study optimizes the implementation of prisoner rehabilitation as an effort to prevent recidivism. The objectives of the study include: (1) analyzing how correctional institutions optimize the implementation of rehabilitation programs as an effort to prevent recidivism, and (2) identifying factors that hinder the effectiveness of the implementation of these rehabilitation programs. The research used a qualitative design with a case study approach through in-depth interviews, field observations, and documentation at the Bandar Lampung Class I Correctional Institution. The results showed that independence rehabilitation had been carried out in accordance with the provisions, including training in baking, weaving, sewing, carpentry, welding, indoor and outdoor farming, cocopeat processing, and other skills. In addition, personality development included religious, civic, physical, and mental training. However, various obstacles were found, such as limited staff competence, inadequate facilities and infrastructure, negative stigma from the community, and low motivation among inmates. These obstacles had an impact on the suboptimal rehabilitation process in preventing recidivism. Strengthened institutional cooperation, increased resources, and social acceptance are needed to maximize the effectiveness of independence training.

Penelitian ini optimalisasi pelaksanaan pembinaan narapidana sebagai upaya pencegahan residivisme. Tujuan penelitian meliputi: (1) menganalisis bagaimana optimalisasi lembaga pemasyarakatan menjalankan program pembinaan sebagai upaya pencegahan residivis, serta (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat efektivitas pelaksanaan pembinaan tersebut. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian telah dilaksanakan sesuai ketentuan, mencakup pelatihan roti, tapis, menjahit, pertukangan, las, pertanian dalam dan luar ruangan, pengolahan cocopeat, serta keterampilan lainnya. Selain itu pembinaan kepribadian mencakup pembinaan kegamaan, kenegaraan serta pembinaan fisik dan mnetal. Meskipun demikian, ditemukan berbagai faktor penghambat, seperti keterbatasan kompetensi petugas, sarana prasarana yang tidak memadai, stigma negatif masyarakat, serta rendahnya motivasi warga binaan. Hambatan tersebut berdampak pada kurang optimalnya proses pembinaan dalam mencegah residivisme. Diperlukan penguatan kerja sama lembaga, peningkatan sumber daya, serta penerimaan sosial untuk memaksimalkan efektivitas pembinaan kemandirian.

References

Adytaseptyanto, I., & Wibowo, P. (2022). Kendala Pembinaan Kemandirian Keterampilan Kerja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sragen. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(6), 945–951. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/8299

Ahmad Fajri Aslam. (2025). Program Reintegrasi Sosial pada Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Serang. Journal Central Publisher, 2(1), 1500–1513. https://doi.org/10.60145/jcp.v2i1.332

Asriadi, M., Bosowa, U., Urip, J., Km, S., Makassar, N., & Pettarani, J. A. P. (2025). Negosiasi Identitas Kewarganegaraan : Reintegrasi Sosial Mantan Narapidana dalam Bayang-Bayang Sanksi Sosial Negotiating Citizenship Identity : Social Reintegration of Former Prisoners under the Shadow of Social Sanctions. 6(3), 930–942.

Astana, M. F., & Subroto, M. (2023). Optimalisasi Pembinaan Intramural Kepada Narapidana pada Peningkatan Reintegrasi Sosial (Studi Kasus di Lapas Kelas IIB Tuban). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(4), 2513–2518. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i4.1868

Azkiya, E. P. (2024). Penyesuaian Diri Mantan Narapidana dalam Menghadapi Stigma Negatif Masyarakat. Lindayasos: Jurnal Ilmiah Perlindungan Dan Pemberdayaan Sosial, 10(2), 1–5.

Carera, F., Toni, T., & Agustian, R. A. (2025). Implementasi Pasal 50 Undang–Undang Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan Dalam Pembinaan Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana (Studi Kasus Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pangkalpinang). Jurnal Penelitian Serambi Hukum, 18(02), 49–64.

Enggarsasi, U., & Sa’diyah, N. K. (2021). Figital Transformation in the Correctional System Towards Effective Rehabilitation and Social Reintegration. International Journal of Law Reconstruction, 9(2), 167–186.

Excellence-oluye, N., & Dunbar, T. (2025). The Role of Innovation in Inmate Rehabilitation and Reintegration in Africa. 8(2), 864–871. https://doi.org/10.34007/jehss.v8i2.2891

Hamja, H., Ravena, D., Sudiro, A., & Nunna, B. P. (2014). The Real Solutions to the Ignored Prison Overcrowding Problem. Jurnal Hukum Unissula, 811(3), 24.

Handayani, T., Maulida, E., & Sugiyanta, L. (2020). Blended Learning Implementation and Impact in Vocational Schools. Teknodika, 18(2), 146. https://doi.org/10.20961/teknodika.v18i2.42032

Institute of Criminology, A. (2008). Reducing recidivism through vocational education and training programs. AICrime Reduction Matters, 65, 9201.

Karyati, D., Budiman, A., Rohayani, H., & Sunaryo, A.-. (2020). Model Home Industri Seni : Studi Hasil Pelatihan Pembuatan Busana Tari Dalam Membantu Kemandirian Ekonomi Keluarga. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(2), 682–692. https://doi.org/10.34007/jehss.v3i2.395

Ma’afi, D., & Subroto, M. (2023). Analisis Motivasi Kerja Narapidana dalam Mengikuti Pembinaan Kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Metro. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(4), 2504–2512. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i4.1867

Mathlin, G., Freestone, M., & Jones, H. (2024). Factors associated with successful reintegration for male offenders: a systematic narrative review with implicit causal model. Journal of Experimental Criminology, 20(2), 541–580. https://doi.org/10.1007/s11292-022-09547-5

McNeeley, S. (2023). The Effects of Vocational Education on Recidivism and Employment Among Individuals Released Before and During the COVID-19 Pandemic. International Journal of Offender Therapy and Comparative Criminology, 67(15), 1547–1564. https://doi.org/10.1177/0306624X231159886

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2013). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=p0wXBAAAQBAJ

Nursa Erizon, & Muhamad Hasan Sebyar. (2024). Implementasi Undang Undang Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan Terhadap Peningkatan Keterampilan Anak Binaan. Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora, 1(3), 111–125. https://doi.org/10.62383/humif.v1i3.297

Panjaitan, R. S. B. (2023). Peran Pembinaan Kemandirian dalam Mengurangi Kasus Residivis di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(8), 5551–5554. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i8.2540

Poluan, J. C., Antow, D. T., & Gerungan, L. K. F. R. (2024). Analisis Yuridis Reintegrasi Sosial dalam Sistem Pemasyarakatan Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Pamasyarakatan. Jurnal:ANALISIS YURIDIS REINTEGRASI SOSIAL DALAM SISTEM PEMASYARAKATAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 TENTANG PAMASYARAKATAN, VOL.14(NO.2), Hlm.

Prayoga, A., Muhammad, A., & Tando, C. E. (2023). Peran Lembaga Pemasyarakatan Dalam Sistem Peradilan Pidana Pada Proses Pembinaan Sebagai Tujuan Akhir Pemidanaan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5(1), 5987–5993. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/12527%0Ahttp://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/download/12527/9568

Purnomo, D. (2025). Kontradiksi dan Transformasi Hukum pada Pergeseran Sistem Pemasyarakatan dari Retributif ke Reintegrasi Sosial di Indonesia. Yustitia Tirtayasa, 5(2), 138–165.

Rahmania, C. A., & Syahira, K. K. (2025). Implementasi Kurikulum Nasional di Tengah Tantangan Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 300–314.

Rahmati, N., Nur aksa, F., & Muhibuddin, M. (2025). Pola Pembinaan Terhadap Residivis sebagai Upaya Pencegahan Pengulangan Tindak Pidana Pencurian (Studi Penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 8(1). https://doi.org/10.29103/jimfh.v8i1.19278

Rohman, H. B., & Komara, R. N. M. (2024). Stigma Negatif Mantan Narapidana dalam Persepsi Masyarakat. Journal of Citizenship. https://doi.org/10.37950/joc.v3i1.370

Samsu, S., & Yasin, H. M. (2021). Optimalisasi Pelaksanaan Pembinaan Residivis Narapidana Narkotika pada Lembaga Pemasyarakatan. Al-Ishlah: Jurnal Ilmiah Hukum, 24(1), 18–38. https://doi.org/10.56087/aijih.v24i1.60

Subroto, M., & Mukhlish, H. U. (2025). Rehabilitasi Narapidana Melalui Pembinaan Berbasis Masyarakat : Analisis Implementasi Teknik Community-Based Corrections Dalam Sistem Pemasyarakatan. Innovative: Journal Of Social Sciencce Research, 5(11), 7035–7045.

Wicks, D. (2017). The Coding Manual for Qualitative Researchers (3rd edition). Qualitative Research in Organizations and Management: An International Journal, 12(2), 169–170. https://doi.org/10.1108/QROM-08-2016-1408

Cover Image
Downloads
Published
2026-01-18
Section
Articles

How to Cite

OPTIMALISASI PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RESIDIVISME. (2026). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(3), 1341-1350. https://cibjournal.com/index.php/causa/article/view/5678

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

21-30 of 262

You may also start an advanced similarity search for this article.