FUNGSI SOSIAL DAN NILAI SIMBOLIK PADA PERKAWINAN ADAT LAMPUNG PEPADUN
- Authors
-
-
Salsabila Metarani
Universitas Bandar LampungAuthor
-
- Keywords:
- Perkawinan adat, Lampung Pepadun, Customary marriage, Lampung Pepadun
- Abstract
-
Perkawinan adat merupakan salah satu warisan budaya yang sarat nilai sosial, religius, dan simbolik. Pada masyarakat Lampung Pepadun, perkawinan adat memiliki tata cara yang khas melalui tiga tahap utama: pra-perkawinan, prosesi inti, dan pasca-perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif dan empiris. Pendekatan normatif dilakukan melalui kajian literatur, peraturan adat, dan dokumen akademik, sedangkan pendekatan empiris dilakukan dengan observasi serta wawancara terhadap tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan perkawinan adat Pepadun memiliki fungsi sosial dan makna simbolik yang mendalam, seperti tradisi rasan sanak dan sesan yang menjadi cerminan kuatnya hubungan antara adat dan agama. Dengan demikian, perkawinan adat Pepadun tidak hanya berfungsi sebagai prosesi keluarga, tetapi juga sebagai sarana pelestarian identitas budaya Lampung di tengah arus modernisasi.
Customary marriage is one of the cultural heritages rich in social, religious, and symbolic values. In the Pepadun Lampung community, customary marriage has distinctive stages through three main phases: pre-marriage, the main ceremony, and post-marriage. This study employs a qualitative approach with both normative and empirical methods. The normative method was carried out through literature review, customary regulations, and academic documents, while the empirical method was conducted through observation and interviews with traditional leaders. The findings reveal that each stage of Pepadun customary marriage carries profound social and symbolic meanings, such as the rasan sanak and sesan traditions, which reflect the integration between local customs and religio). Thus, Pepadun customary marriage functions not only as a family ritual but also as a medium for preserving Lampung cultural identity amid modernization.
- References
-
Al Erza, R. Z., Pahrudin, A., & Anwar, C. (2024). Pernikahan adat Pepadun perspektif pendidikan Islam. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 7(1), 85–91.
Andayani, D., Sinaga, T., & Hilal, I. (2017). Perkawinan adat Pepadun di Tiyuh Gunungterang dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Lampung. Jurnal Tiyuh Lampung, 1(2).
Fahrezi, K. A., Virgiana, B., & Auli, M. (2022). Analisis makna simbolik tradisi Rasan Sanak pada perkawinan adat etnis Lampung Pepadun di Desa Tanjung Raja Sakti Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung. Jurnal Massa, 3(2), 184– 191.
Fauzi, M. Y., Hermanto, A., & Taqwa, S. U. (2022). Larangan perceraian dalam perspektif hukum adat Lampung. Justicia Islamica, 19(2), 351–370.
Hasan, Zainudin. Hukum Adat. Bandar Lampung: Universitas Bandar Lampung (UBL) Press, 2025.
Hermanto, A., Santoso, R., & Zaharah, R. (2024). Muli Mekhanai Sekuakhian paradigm as ta’aruf method in Lampung Pepadun indigenous people in Maqashid al-Shari’ah. Istinbath: Jurnal Hukum, 21(2), 20–39.
Huzaini, H. (2023). Corak Islam pada adat perkawinan Lampung Pepadun. Assyfa Journal of Multidisciplinary Education, 1(2), 131–146.
Isnaeni, A., & Hakiki, K. M. (2016). Simbol Islam dan adat dalam perkawinan adat Lampung Pepadun. Kalam, 10(1), 193–222.
Kaffah, A. S. (2022). Urgensi tradisi Sesan dalam pernikahan adat Lampung Pepadun dalam perspektif kaidah al-‘ādah muhakkamah: Studi di Desa Kedaton Induk Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Nugroho, A. T. (2019). Seserahan dalam perkawinan masyarakat adat Lampung. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 14(1), 31–41.
Putriana, I. (2008). Pelaksanaan pengangkonan (pengangkatan anak) dalam perkawinan beda suku pada masyarakat Lampung Pepadun di Desa Negeri Sakti Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung (Doctoral dissertation, Universitas Diponegoro).
Roveneldo, N. F. N. (2017). Prosesi perkawinan adat istiadat Lampung Pepadun: Sebagai bentuk pelestarian bahasa Lampung. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 6(2), 220–234.
Saputri, D. (2025). Sesan dalam perkawinan masyarakat adat Pepadun Lampung dalam perspektif hukum Islam (Studi kasus Kec. Kotabumi Kab. Lampung Utara) (Doctoral dissertation, IAIN Metro).
Wiranata, I. G. A., & Sh, M. H. (2005). Hukum adat Indonesia: Perkembangan dari masa ke masa. Citra Aditya Bakti.
Yanti, G., Hasyim, A., & Nurmalisa, Y. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pengangkonan dalam adat perkawinan Lampung Pepadun. Jurnal Kultur Demokrasi, 2(2).
Zainal, A. G., & Karomani, K. (2021). Dimensi media komunikasi perempuan dalam perkawinan adat Lampung.
- Downloads
- Published
- 2025-10-25
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Amalia Husna, Azzahra Khansa N, Deisya Nur'Aici Roja, Khulwa Arika R, Raisya Allegra Putri, Nadira Tazkiyya Reva, Mulyadi Mulyadi, BELITAN TRADISI DAN REGULASI: PERNIKAHAN ANAK DAN HAK ANAK DI MASYARAKAT BADUY , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Muhammad Rizq Layana Karang, EKSISTENSI NILAI-NILAI HUKUM ADAT DALAM UPACARA PERNIKAHAN ADATJAWA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Adam Sya Firnanda , KAJIAN NORMATIF TERHADAP EKSISTENSI HUKUM PIDANA ADAT BALI DI ERA MODERNISASI , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Maulana Dika Alvindo, Zainudin Hasan, PERANAN LEMBAGA PERWATIN ADAT DALAM PENYELESAIAN PERKARA KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT DI LAMPUNG , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Muhammad Rizal Aji Bahtiar, Amara Thalia, Bima Janggo Bintoro, Jovan Esfandiary, Siti Lailatul Qomariyah, Dr.Yenny Febrianty, SH., M.Hum, DINAMIK KONFLIK SOSIAL DAN HUKUM DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ADAT DI WILAYAH PERKOTAAN: STUDI KASUS KONFLIK PEMEKARAN DESA DI JAKARTA SELATAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- M. Alexander Leviano, MAKNA SIMBOLIK PADA PERNIKAHAN ADAT JAWA DI DESA PURWODADI DALAM, KECAMATAN TANJUNG SARI, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Sabir, Edy Supriyanto, Muh. Amin Saleh, IMPLIKASI HUKUM HARTA BERSAMA TERHADAP HARTA PENINGGALAN DAN PEMBAGIAN WARIS PASANGAN SUAMI ISTRI BERAGAMA ISLAM , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- M Raja Pradipta, Zainudin Hasan, REVITALISASI HUKUM TANAH ADAT SEBAGAI SUMBER HUKUM DALAM MEMBANGUN SISTEM HUKUM INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Mochamad Didan Afandi, TB Akbar Tunjung Putih, Deden Wijaya, Muhamad Gilang Ramadhan, Frasa “Kepentingan Nasional” sebagai Alat Pembatas Hak Adat: Analisis Normatif Pasal 4 UU Kehutanan dalam Hal Konflik Tanah Adat di Indonesia , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Enjel Romauli Tarihoran, Rizki Ayu Rahmadhani, Hafidza Zia, DISPENSASI PERKAWINAN DALAM HUKUM INDONESIA: UPAYA HAKIM DALAM MENJAGA DAN MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN TERBAIK BAGI ANAK , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.