OPTIMALISASI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL MELALUI DESAIN BANNER SEBAGAI SARANA SOSIALISASI PROGRAM PEMBINAAN WARGA BINAAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KABANJAHE
Keywords:
komunikasi visual, banner, pembinaan, warga binaan, pemasyarakatan, rumah tahananAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media komunikasi visual melalui desain banner sebagai sarana sosialisasi program pembinaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan akan media pembinaan yang efektif, komunikatif, dan berkelanjutan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali efektivitas banner sebagai media penyampai pesan pembinaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banner memiliki fungsi sebagai silent educator yang mampu memperkuat internalisasi nilai-nilai pembinaan, meningkatkan kesadaran WBP terhadap kedisiplinan, kebersihan, serta motivasi perubahan perilaku. Teori pendukung yang digunakan dalam penelitian ini mencakup Teori Kekayaan Media, Retorika Visual, Teori Penggunaan dan Kepuasan, Teori Kognitif Pembelajaran Multimedia, dan Teori Kode Budaya dalam Desain, yang menegaskan pentingnya media visual sebagai instrumen komunikasi yang efektif. Kesimpulannya, optimalisasi desain banner dengan memperhatikan aspek pesan, visualisasi, dan konteks sosial dapat meningkatkan efektivitas program pembinaan serta mendukung tujuan rehabilitasi dan reintegrasi sosial di Rutan Kelas IIB Kabanjahe.
Downloads
References
Daft, R. L., & Lengel, R. H. (1986). Organizational information requirements, media richness and structural design. Management Science, 32(5), 554–571. https://doi.org/10.1287/mnsc.32.5.554
Foss, S. K. (2005). Theory of visual rhetoric. In K. Smith, S. Moriarty, G. Barbatsis, & K. Kenney (Eds.), Handbook of visual communication: Theory, methods, and media (pp. 141–152). Routledge.
Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1973). Uses and gratifications research. The Public Opinion Quarterly, 37(4), 509–523. https://doi.org/10.1086/268109
Kujur, F., & Singh, S. (2020). Visual communication and consumer–brand relationship on social networking sites – Uses & Gratifications Theory perspective. Journal of Theoretical and Applied Electronic Commerce Research, 15(1), 30–47. https://doi.org/10.4067/S0718- 18762020000100104
Lubis, R., & Syahrin, M. (2020). Peran komunikasi visual dalam edukasi masyarakat. Jurnal Komunikasi Sosial Humaniora, 12(2), 145–156. https://doi.org/10.31940/jksh.v12i2.999
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mulyadi, D. (2021). Efektivitas media visual dalam komunikasi di ruang terbatas. Jurnal Komunikasi dan Teknologi, 9(1), 22–31. https://doi.org/10.24843/jkt.v9i1.232
Petty, R. E., & Cacioppo, J. T. (1986). The elaboration likelihood model of persuasion. Advances in Experimental Social Psychology, 19, 123–205. https://doi.org/10.1016/S0065-2601(08)60214-2
Wulandari, T. (2023). Media lokal sebagai sarana peningkatan kesadaran hukum warga binaan. Jurnal Penelitian Pemasyarakatan, 6(1), 47–59. https://doi.org/10.25077/jpp.6.1.2023.47-59
Yang, Y. (2022). Culture code theory of design in visual communication. Frontiers in Psychology, 13, 861366. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.861366
Zallio, M. (2021). Democratizing information visualization: Challenges and opportunities. arXiv preprint arXiv:2101.09999. https://arxiv.org/abs/2101.09999
Hawkins, R. D., Firestone, C., & Scholl, B. J. (2021). Visual resemblance and communicative context in pictorial meaning. arXiv preprint arXiv:2109.13861. https://arxiv.org/abs/2109.13861
Bakshy, E., Eckles, D., Yan, R., & Rosenn, I. (2012). Social influence in social advertising: Evidence from field experiments. Proceedings of the 13th ACM Conference on Electronic Commerce, 146–161. https://doi.org/10.1145/2229012.2229027

