MENINGKATKAN REGULASI EMOSI ANAK PANTI ASUHAN NURUL HAQ MADANIA MELALUI ART THERAPY
Keywords:
Remaja, Regulasi Emosi, Art Therapy, Experiential LearningAbstract
Pelatihan ‘Meningkatkan Regulasi Emosi Anak Panti Asuhan Nurul Haq Madania melalui Art Therapy’ bertujuan untuk membantu anak panti mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi melalui kegiatan kreatif. Intervensi menggunakan pendekatan Experiential Art Therapy dan dilaksanakan pada 20 remaja berusia 12–15 tahun. Kegiatan meliputi psikoedukasi emosi, praktik menghias cermin menggunakan clay sebagai media ekspresi non-verbal, serta refleksi karya. Metode penelitian menggunakan desain one group pre-test post-test untuk melihat efektivitas program. Hasil analisis paired samples t-test menunjukkan adanya peningkatan regulasi emosi yang signifikan (p = 0.016) setelah intervensi. Dari hasil observasi juga memperlihatkan peningkatan fokus, ekspresi emosi positif, dan kemampuan peserta dalam memaknai karya. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam membantu anak panti mengembangkan regulasi emosi secara adaptif dan dapat diterapkan sebagai program berkelanjutan di lingkungan panti asuhan.
Downloads
References
Antika, D. A., & Hidayah, H. (2025). Implementasi art therapy guna meregulasi emosi pada anak usia sekolah dasar. Abdima: Jurnal Pengabdian Mahasiswa, 3(2).
Atsari, A. R., & Ichsan, I. (2025). Dinamika perkembangan remaja. Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(2).
Bosgraaf, L. (2024). Affect-regulating art therapy for children and adolescents. International Journal of Art Therapy.
Fitriani, A., Rahman, F., & Kusuma, D. (2023). Efektivitas psikoedukasi berbasis visual terhadap pemahaman emosi pada remaja. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 9(4).
Ginting, A. G. B., dkk. (2025). Strategi pekerja sosial dalam meningkatkan kemandirian anak asuh. JPIM, 1(5).
Gross, J. J. (2015). The extended process model of emotion regulation. Psychological Inquiry, 33(3).
Hakim, L., & Sari, D. P. (2024). Penggunaan media visual dalam pengenalan emosi untuk anak usia sekolah. Jurnal Teknologi Pendidikan, 12(2).
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Pujiannahum, N. F., Supriatna, E., & Bangun, M. F. A. (2025). Hubungan regulasi emosi dengan coping stress pada remaja di lingkungan panti asuhan. Paedagogy, 5(2).
Rusli, H., dkk. (2025). Art therapy: Meronce asik dan nyaman. Buletin Pengabdian, 5(2).
Schön, D. A. (1983). The reflective practitioner: How professionals think in action. Basic Books.
Susanti, R., & Kurniawan, A. (2023). Refleksi sebagai komponen penting dalam art therapy untuk remaja. Jurnal Psikologi Humanistik, 19(2).
Thompson, R. A. (1994). Emotion Regulation: a Theme in Search of Definition. Monographs of the Society for Research in Child Development, 59(2–3).

