FENOMENA CAMPUR KODE DALAM KOMUNIKASI MASYARAKAT DENGAN MAHASISWA KKN UNP DI NAGARI CAMPAGO SELATAN
Keywords:
code-mixing, bilingual, interaction, minangkabauAbstract
This study examines the phenomenon of code-mixing in the interactions of nagari Campago Selatan residents. This phenomenon emerges from language contact in bilingual communities, where speakers combine two languages within a single conversation. The research aims to describe the forms of code-mixing and identify the underlying factors. A descriptive qualitative approach was employed, using natural conversational data collected through direct observation and interviews. The findings indicate that the most frequent form of code-mixing is the baster type, a blend of Indonesian and Minangkabau languages. Contributing factors include speakers’ personal background, environmental influence, and socio-cultural aspects where the local language functions as a marker of identity and familiarity.
Downloads
References
Alfarisy, F., Khaifad, A. W., Hadi, N. A. M., & Adawiyah, S. R. (2023). Fenomena Campur Kode dan Alih Kode Mahasiswa Pembelajar Bahasa Jepang Sekolah Vokasi UNDIP. Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan, 7(1), 173–179.
Alwi, Mijahamuddin dkk. (2013). Penelitian Pendidikan. PGSD STKIP Hamzanwadi Selong.
Chaer, Abdul dan Leoni Agustina. (2010). Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer. (2012). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta
Hidayati, N. N. (2020). Bilingualisme Dan Multilingualisme: Pro Dan Kontra Pada Perkembangan Bahasa Dan Kognitif Anak. Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman, 10(1), 91-104.
Lestari, P., & Rosalina, S. (2024). Alih Kode dan Campur Kode dalam Interaksi Sosial antara Penjual dan Pembeli. DISASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 11-19.
Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. Kampret Journal, 1(2), 1-10.
Manaf, E. Y., Said, I. M., & Abbas, A. (2021) Alih Kode Dan Campur Kode Bahasa Wolio
Ke Dalam Bahasa Indonesia Di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Baubau. Jurnal Ilmu Budaya, 9(1)
Manshur, A., & Zahro, D. F. (2020). Analisis Penggunaan Campur Kode Dalam Ceramah K.H. Bahauddin Nur Salim. Jurnal Tarbiyatuna 1(2).
Mustikawati, D. A. (2016). Alih kode dan campur kode antara penjual dan pembeli (Analisis pembelajaran berbahasa melalui studi sosiolinguistik). Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 2(2), 23-32.
Ningrum, F. (2019). Alih Kode dan Campur Kode dalam Postingan di Akun Instagram Yowessorry. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 8(2), 119-125.
Poerwadarminta. 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: PT Balai Pustaka
Rahardjo, M. (2007). Bahasa sebagai alat komunikasi publik dan pembangunan wacana. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 2(1).
Santoso, B. (2006). Bahasa dan identitas budaya. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 1(1), 44-49.
Sudarja, K. (2019). Alih kode dan campur kode dalam proses pengajaran bahasa Indonesia. Alfabeta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 2(2), 35-49.
Sukmana, A. A., Wardarita, R., & Ardiansyah, A. (2021). Penggunaan Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Acara Matanajwa Pada Stasiun Televisi Trans7. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 5(1), 206-221.
Susmita, N. (2015). Alih kode dan campur kode dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 12 Kerinci. Jurnal Penelitian Universitas Jambi: Seri Humaniora, 17(2), 43500
Wati, S., & Rosalina, S. (2023). Analisis Bilingualisme Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 6D di Universitas Singaperbangsa Karawang. Wacana: Jurnal Bahasa Seni Pengajaran, 7(2)

