PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL MELALUI MEDIA PAMFLET SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN SELF-DIAGNOSE

Authors

  • Siti Nurmala Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Author
  • Sausan Salsabila Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Author
  • Sandra Adetya Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Author

Keywords:

Psikoedukasi , Kesehatan Mental, Pamflet, Self-Diagnosis, Depresi, Kecemasan, Stres

Abstract

Fenomena self-diagnose kesehatan mental semakin meningkat seiring dengan kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Kondisi ini berisiko menimbulkan kesalahan interpretasi gejala psikologis serta keterlambatan dalam memperoleh penanganan profesional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi kesehatan mental melalui media pamflet sebagai upaya pencegahan self-diagnose. Psikoedukasi dilaksanakan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Biro Psikologi P2JAPSI, Bekasi, Jawa Barat, dengan sasaran klien biro psikologi dan masyarakat umum. Media pamflet berisi informasi mengenai bahaya self-diagnose serta pemahaman dasar tentang depresi, kecemasan (anxiety), dan stres. Metode pelaksanaan meliputi penyusunan materi berdasarkan kajian literatur, desain pamflet dengan bahasa sederhana, serta pendistribusian pamflet di area lobby biro psikologi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pamflet dapat berfungsi sebagai sarana edukasi awal yang praktis dan mudah diakses, serta membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan depresi, kecemasan, dan stres. Meskipun belum dilengkapi dengan evaluasi kuantitatif, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan mental dan mendorong masyarakat untuk menghindari praktik self-diagnose serta mencari bantuan profesional secara tepat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, R. F., Ekowati, W., & Mulyaningrat, W. (2024). Mental Health Literacy dan Sikap Terhadap Perilaku Mencari Bantuan Profesional Kesehatan Mental pada Mahasiswa. Seminar Nasional: Pengembangan Sumber Daya Perdesaan Dan Kearifan Lokal Berkelanjutan XIV LPPM Universitas Jenderal Soedirman, 764–769.

Amalia, W., Abdilah, H., & Tarwati, K. (2023). Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Pendidikan Profesi Ners. Mahesa: Malahayati Health Student Journal, 3(10), 3326–3337. https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i10.11298

Amrah, N., Murdiana, S., & Ismail, I. (2024). Gambaran Self Diagnose Mental Disorder pada Dewasa Awal Pengguna Media Sosial . Jurnal Ilmiah Psikomuda Connectedness, 4(1), 35–47.

Anggraeni, M., & Tama, M. M. L. (2023). Psikoedukasi Kesehatan Mental Bagi Remaja Melalui Sosial Media. Bantenese Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 493–504. https://doi.org/10.30656/ps2pm.v5i2.7306

APA. (2013). Diagnostic of Statistical Manual of Mental Disorders. London: American Psychiatric Publishing.

APA. (2022). What’s the difference between stress and anxiety? American Psychological Association. . https://doi.org/https://www.apa.org/topics/stress/anxiety-difference

APA. (2023). Overcoming depression: How psychologists help with depressive disorders. American Psychological Association. https://www.apa.org/topics/depression/overcoming

Aryono, M. M. (2021). Studi Deskriptif Kesehatan Mental Remaja. Widya Warta, 2, 205–216.

Azkarina, M., Maharani, A., Lestari, B. A., Inayah, S., & Appulembang, Y. A. (2025). Pemberian Psikoedukasi sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Terhadap Konseling dan Permasalahan Suicide pada Karyawan Instansi X Sumatera Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI), 5(1), 125–134. https://doi.org/https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3401

Cahyani, B. H., & Putrianti, F. G. (2021). Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Ibu Dalam Pengasuhan Positif. PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat), 3(1), 107. https://doi.org/https://doi.org/10.30872/plakat.v3i1.5844

Cranwell-Ward, J. (1990). Thriving on Stress. Routledge.

Hazari, Y., & Maghfiroh, F. (2025). Studi Fenomenologi: Pengalaman Self Diagnosis pada Remaja Perempuan. Character : Jurnal Penelitian Psikolog, 12(2), 647–662. https://doi.org/https://doi.org/10.26740.cjpp.647-662

Indriani, F. (2024). Edukasi Kesehatan Mental Remaja Dengan Media Aplikasi Riliv Dan Media Leaflet Di Smp Pgri 1 Surakarta. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 5(2), 2274–2277. https://doi.org/http://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i2.3121

Kaplan, H. I., Sadock, B. J., & Grebb, J. A. (2010). Kaplan - Sadock Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis Jilid Dua. Binarupa Aksara.

Kementerian Kesehatan. (2025). Dokter Ungkap Bahaya Self-Diagnosis Kesehatan Jiwa Pakai AI, Gen Z dan Gen Alpha Paling Rentan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/id/dokter-ungkap-bahaya-self-diagnosis-kesehatan-jiwa-pakai-ai-gen-z-dan-gen-alpha-paling-rentan

WHO. (2018). Mental Health: Strengthening Our Response. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL MELALUI MEDIA PAMFLET SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN SELF-DIAGNOSE. (2026). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 7(6), 971-980. https://cibjournal.com/index.php/krepa/article/view/6818

Similar Articles

71-80 of 81

You may also start an advanced similarity search for this article.