MEMBANGUN BISNIS DAN PERSONAL BRANDING MELALUI MEDIA SOSIAL (PONDOK PESANTREN BAHRUL HADI ARRAHMANI DEPOK)
Keywords:
Media sosial, personal branding, bisnis pesantren, pondok pesantren, branding digital.Abstract
Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan
untuk mengoptimalkan potensi media sosial (seperti Instagram,
TikTok, dan LinkedIn) sebagai platform strategis dalam
membangun bisnis dan mengembangkan personal branding bagi
Mitra/Kelompok, misalnya: pelaku UMKM, mahasiswa wirausaha,
atau komunitas kreatif. Di era digital, media sosial bukan lagi
sekadar alat komunikasi, melainkan aset krusial untuk
memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kredibilitas, dan
menciptakan koneksi yang bernilai. media sosial bukan hanya
sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai fondasi untuk
membangun identitas bisnis yang berkelanjutan. Rekomendasi
meliputi pelatihan digital bagi pelaku UKM dan pengintegrasian
analitik data untuk optimasi jangka panjang. Penelitian ini
memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa dan wirausahawan
dalam era digital. Pondok Pesantren Bahrul Hadi Arrahmani Depok
merupakan lembaga pendidikan Islam yang berpotensi besar
dalam membangun bisnis dan personal branding melalui media
sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi
pemanfaatan platform media sosial seperti Instagram, Facebook,
dan YouTube dalam mengembangkan bisnis produk, pendidikan,
dan layanan keagamaan, serta membangun personal branding
para ustadz dan pengelola pesantren. Metode penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus,
melibatkan observasi, wawancara mendalam dengan pengelola
pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan
mendeskripsikan strategi implementasi serta efektivitas
pemanfaatan media sosial sebagai instrumen kunci dalam
membangun bisnis dan personal branding di lingkungan Pondok
Pesantren (Ponpes) Bahrul Hadi Arrahmani Depok. Fokus utama
adalah mengidentifikasi tantangan, peluang, dan dampak yang
dihasilkan dari aktivasi digital ini, khususnya di kalangan santri
dan pengurus pesantren. Pemanfaatan media sosial di Ponpes
Bahrul Hadi Arrahmani tidak hanya berfungsi sebagai alat
komunikasi, tetapi telah menjadi komponen dalam kurikulum
non-akademik untuk menumbuhkan jiwa wirausaha
(entrepreneurship) dan kemampuan self-marketing di era digital.
Keberhasilan implementasi ini dapat menjadi model percontohan
bagi pesantren lain di Indonesia dalam mengadaptasi teknologi
untuk pengembangan bisnis dan karir.
Downloads
References
Santoso (2024). Soft Skills dan Peranannya dalam Dunia Kerja Modern.
Rahmawati (2024). Kesiapan Lulusan SMK dalam Menghadapi Era Digital dan Teknologi.
Sugarda Poerbawaktja. Definisi Pondok Pesantren dalam Perspektif Bahasa dan Kebudayaan.
Montoya, P., & Vandehey, T. (2009). The Brand Called You. McGraw-Hill Education.
Dito, et al. (2025). Peningkatan Kompetensi Digital Marketing Siswa SMK Jurusan Pemasaran melalui Pemanfaatan Canva Berbasis Artificial Intelligence. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), halaman 531–537.
Fahrurrozi, et al. (2025). Santripreneur Digital: Pemberdayaan Ekonomi Santri melalui Pelatihan Bisnis Online dan Branding Produk Pesantren. ABDIMAS45: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), halaman 290–304.
Ismawan, M. A., Pratama, I. A., & Saputra, R. (2024). Analisis Kelayakan Bisnis Dengan Pendekan Ekonomi Teknik Usaha Angkringan (Studi Kasus Angkringan 86 Forum Komunikasi Pemuda Pangkat, Tangerang, Banten). Jurnal Inkofar, 8(12), 1–12. http://www.elinyae.gr

