PENGEMBANGAN PENJUALAN WAYANG KULIT MELALUI PLATFROM E- COMMERCE DALAM UPAYA PELESTARIAN BUDAYA LOKAL
Keywords:
wayang kulit,budaya lokal,media sosial,e commerce.Abstract
Wayang kulit merupakan warisan budaya lokal yang memiliki nilai budaya,Pendidikan,dan filosofis,namun di era globalisasi ini wayang memiliki tantangan dalam pelestarian dan pemasaran.kegiatan pengabdian Masyarakat ini untuk mengembangkan penjualan wayang kulit melalui platfroom e-commerce sebagai Upaya pelestarian budaya lokal.metode yang digunakan Adalah metode partisipatif dengan berbasis pendampingan yang melibatkan pengrajin wayang dalam setiap kegiatan.kegiatan yang dilakukan meliputi pembuatan video profile wayang untuk promosi media sosial,pembinaan pembuatan dan pengelolaan akun penjualan onine melalui platfroom shopee,serta membuat tempat pemekingan yang terbuat dari kayu untuk pengiriman wayang yang dipesanan secara online.hasil kegiatan menunjukan bahwa pengrajin mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan penjualan sehingga penjualan dapat lebih luas lagi dan identitas usaha semakin kuat.kegiatan ini berkontribusi meningkatkan penjualan sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui teknologi digital.
Downloads
References
Irianto. (2016). Komodifikasi budaya di era ekonomi global terhadap kearifan lokal: Studi kasus eksistensi industry pariwisata dan kesenian tradisional di Jawa Tengah. Jurnal THEOLOGIA, 27(1).
Nugraha. (2023). Implementasi model Marketing 5.0 pada pertunjukan wayang kulit di era digital. Jurnal of Financial dan Islamic Banking, 1(2).
Ramadiansyah, S. A., & Pratiwi, N. I. (2024). Pelatihan pemanfaatan media sosial Instagram sebagai alat promosi produk UMKM di Desa Sibang Gede Abiansemal Bali. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(2), 2694–2701. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i2.3330
Siswadi, & Syaifuddin. (2024). Penelitian tindakan partisipatif metode PAR (Participatory Action Research): Tantangan dan peluang dalam pemberdayaan komunitas. Jurnal Institute Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 19(02).
Suswandari. (2018). Eksistensi wayang suket sebagai identitas budaya kota santri. Journal of Language Education, Literature, and Local Culture, 3(1), 12–18.

