Abstract
Bullying adalah masalah serius yang semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir dan memiliki dampak yang traumatis bagi para korban. Siswa terlibat dalam berbagai perilaku bullying, mulai dari agresi fisik hingga manipulasi psikologis. Korban mungkin kesulitan melupakan trauma yang mereka alami karena lamanya trauma tersebut berlangsung. Sejumlah masalah kesehatan mental, seperti kesedihan, kecemasan, isolasi sosial, dan kurangnya kepercayaan diri, dapat muncul pada anak-anak sebagai akibat dari bullying. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi efektif dalam menggunakan konseling krisis untuk membantu remaja yang mengalami depresi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan tinjauan literatur sebagai sumber informasi utama. Temuan penelitian ini mendukung gagasan bahwa konseling krisis dapat membantu remaja yang menjadi korban bullying mengatasi kerugian emosional dan mental yang mereka alami. Klien mungkin dapat dengan mudah mengalami katarsis saat mengikuti konseling krisis karena memungkinkan mereka untuk berkomunikasi secara terbuka tentang pengalaman bawah sadar dan tidak sadar mereka. Klien berupaya mengubah perspektif mereka, menghadapi kebenaran masa lalu mereka, dan mengambil risiko untuk meningkatkan masa depan mereka setelah setiap sesi konseling.
References
Studies, C., Bunu, I., Konseling, P., Traumatik, M., & Bullying, M. (2020). No Title. 14(2), 93–109. https://doi.org/10.30957/Cendekia.v14i2.625.Peran
Retnowati, S. (n.d.). Depresi Pada Remaja Korban Bullying. 1990.
Karisma, N., Rofiah, A., Afifah, S. N., Manik, Y. M., Mental, K., Masyarakat, P., & Diri, T. B. (2024). Kesehatan Mental Remaja dan Tren Bunuh Diri : Peran Masyarakat Mengatasi Kasus Bullying di Indonesia. 560–567. https://doi.org/10.47709/educendikia.v3i03.3439
Marchira, C. R. (n.d.). Bullying verbal menyebabkan depresi pada remaja SMA di kota Yogyakarta. 43–48.
Bimbingan, J. R., April, E., Fipp, K., & Pendidikan, U. (2023). No Title. 8(April).
Studi, P., & Mulawarman, U. (2017). KONSELING KRISIS : SEBUAH PENDEKATAN DALAM MEREDUKSI MASALAH TRAUMATIK PADA ANAK DAN REMAJA Sestuningsih Margi Rahayu Abstrak. 2(April 2016), 53–56.
Abdimas, J. S. (2021). Pencegahan perilaku bullying pada remaja 1*). 1(1), 30–36.
Zakiyah, E. Z., Fedryansyah, M., & Gutama, A. S. (2018). THE IMPACT OF BULLYING AGAINTS TEEN DEVELOPMENT VICTIMS OF BULLYING. 1, 265–279
Bahauddin, A., Hamzah, H., Negeri, I., Haji, K., & Siddik, A. (n.d.). Peran Layanan Konseling Dalam Menangani dan Mencegah Kasus Bullying di Sekolah. 1–7.
Isabela, M. (2023). GAMBARAN PERILAKU BULLYING VERBAL. 6(3), 2962–2967.
Kardiana, I. G. S., & Westa, I. W. (2015). GAMBARAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP PERILAKU BULLYING PADA SISWA DI SMP PGRI 2 DENPASAR PREVALENCE OF DEPRESION ON BULLYING AMONG STUDENT IN JUNIOR HIGH SCHOOL PGRI 2 DENPASAR.