Abstract
Pada era modern banyak di tandai dengan kecanggihan teknologi, tuntunan akademik maupun pekerjaan hingga meningkatnya paparan media sosial. Pada situasi ini banyak menyebabkan tekanan psikologis pada berbagai kelompok, termasuk kelompok mahasiswa, kelompok pekerja dan kelompok remaja. Tekanan psikologis yang tidak terkontrol dapat memunculkan kondisi yang dalam literatur populer yang disebut sebagai ”krisis pikiran”, yaitu keadaan saat individu mengalami kebingungan, kehilangan arah, kelelahan mental, kecemasan (anxiety) yang susah dikendalikan. Artikel ini memiliki tujuan untuk menganalisis sebuah konsep krisis pikiran dan menjelaskan hubungan antara tekanan psikologis dan gangguan kognitif, serta menganalisis faktor utama pemicu krisis pikiran ini pada era modern saat sekarang ini. Temuan dan kajian teori penelitian terbaru menunjukkan bahwa tekanan psikologis yang berkepanjangan dapat mengganggu konsenrasi, pikiran, kestabilan emosi dan sulit untuk mengambil suatu keputusan. Di balik semua itu media sosial sudah terbukti memperkuat perbandingan sosial dan dapat meningkatkan resiko kecemasan (anxiety) sementara adanya tuntutan akademik dan kurangnya dukungan sosial dapat memperkeruh kondisi mental individu. Artikel ini menjelaskan bahwa krisis pikiran adalah perwujudan nyata dari kumpulan tekanan psikologis yang tidak tertangan. Pemahaman mengenai faktor – faktor tersebutlah dihaarapkan dapat menjadi dasar bagi upaya penanggulangan dan intervensi yang lebih teratur dan efektif dalam menjaga kesehatan mental masyarakat modern.
References
Aini K, Wulan N. Pengalaman Trauma Masa Kecil dan Eksplorasi Inner Child pada Mahasiswa Keperawatan Stikes Kuningan: Studi Fenomenologi. J Ilmu Kesehat Bhakti Husada Heal Sci J. 2023;14(01):33–40.
Alsubaie, M. M., Stain, H. J.,Webster, L. A. D., & Wadman, R. (2019). The role of sources of social support on depression and quality of life for university students. International Journal of Adolescence and Youth, 24(4), 484–496.
Arnett, J. J. (2015). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties (2nd ed.). Oxford University Press.
Arslan, G. (2018). Social exclusion, social support, and psychological wellbeing in university students. Journal of Psychology, 152(8), 632–642.
Barseli M, Ahmad R, Ifdil I. Hubungan stres akademik siswa dengan hasil belajar. J Educ J Pendidik Indones. 2018;4(1):40.
Basuki K. Pembahasan Stres. J Online Int Nas Vol 7 No1, Januari – Juni 2019 Univ 17 Agustus 1945 Jakarta. 2019;53(9):1689–99.
Beiter, R., Nash, R., McCrady, M., Rhoades, D., Linscomb, M., Clarahan, M., & Sammut, S. (2015). The prevalence and correlates of depression, anxiety, and stress in a sample of college students. Journal of Affective Disorders, 173, 90–96.
Braun, V., & Clarke, V. (2016). Thematic analysis: A practical guide. Qualitative Research in Psychology, 13(2), 201–222. https://doi.org/10.1080/14780887.2016.11465.
Brown, K. W., & Ryan, R. M. (2003). The benefits of being present: Mindfulness and its role in psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 84(4), 822–848.
Brown, K. W., & Ryan, R. M. (2003). The benefits of being present: Mindfulness and its role in psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 84(4), 822–848.
Chafsoh AM. Munculnya Culture Shock Pada Mahasiswa Baru Dalam Perkuliahan Daring Selama Pandemi Covid-19. J Sej Artik. 2020;1(1):1–11.
Efrata Tarigan TPE, Sitepu E. Kecerdasan Emosional dalam Mengatasi Tekanan di Masa Akhir Studi. KHARISMATA J Teol Pantekosta. 2020;3:25–35.
Elmer, T., Mepham, K., & Stadtfeld, C. (2020). Mahasiswa selama masa lockdown: Perbandingan jejaring sosial dan kesehatan mental mahasiswa sebelum dan selama COVID-19. PLOS ONE, 15(7), e0236337.
Estuningtyas, R. D. (2018). Dampak globalisasi pada politik, ekonomi, cara berfikir dan ideologi serta tantangan dakwahnya. Al-Munzir, 11(2), 195-218.
Harvey, A. G. (2014). Sleep disturbances in anxiety disorders. Dialogues in Clinical Neuroscience, 16(2), 217–227.
Hasanah, H. (2024). Peran Aparatur Gampong Dalam Menyediakan Wadah Layanan Bimbingan Vokasional Untuk Mencegah Dekadensi Moral Remaja Putus Sekolah (Studi Deskriptif Analitis di Gampong Lawe Kinge Kec. Lawe Bulan Kab. Aceh Tenggara) (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).
Juliswara, V., & Muryanto, F. (2022). Indonesia dalam Pusaran Globalisasi, Pengembangan Nilai-nilai Positif Globalisasi bagi Kemajuan Bangsa. Uwais Inspirasi Indonesia.
Keyes, C. L. M. (2013). Kesejahteraan mental dan penyakit mental: Model kontinu ganda. American Psychologist, 68(6), 450–458.
Kory, W. & Eisenberg, D. (2020). Peer support and student mental health in higher education. Journal of American College Health, 68(6), 660–66
Meier, A., Reinecke, L., & Meltzer, C. (2020). Kelebihan informasi sebagai penyebab utama stres dan kelelahan mental di era digital. Jurnal Perilaku Digital, 7(1), 1–15.
Nathasya PP, Irawaty E. Hubungan tekanan psikologis dan penundaan akademik (academic procrastination) terhadap prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Tarumanagara Med J. 2020;2(2):384–91.
Nazir, M. (2017). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. (2018). Psikologi abnormal: Di dunia yang terus berubah (9th ed.). Erlangga.
Nolen-Hoeksema, S. (2015). The role of rumination in depressive disorders and mixed anxiety/depressive symptoms. Journal of Abnormal Psychology, 109(3), 504–511.
Nuzuli AKN, Ningsih MS, Astri PB, Fazli M, Palenza NR, Gazali A. Gangguan Komunikasi pada Mahasiswa Pecandu Game Online Mobile Legend. J PIKMA Publ Ilmu Komun Media Dan Cine. 2023;5(2):261–71.
Othman, N., dkk. (2019). Stres dan kesejahteraan pada mahasiswa tahun pertama. Journal of University Psychology, 7(1), 12–22.
Prasetio CE, Triwahyuni A. Gangguan Psikologis pada Mahasiswa Jenjang Sarjana: Faktor-Faktor Risiko dan Protektif. Gadjah Mada J Psychol. 2022;8(1):56.
Qiptiah, D. M., & Muluk, M. (2024). Gambaran tekanan psikologis pada mahasiswa baru di Universitas Mochammad Sroedji Jember. EDUCOUNS Guidance: Journal of Educational and Counseling Guidance. Universitas Mochammad Sroedji Jember.
Rahayu, S., Pratiwi, D., & Kurniawan, H. (2022). Stres akademik dan motivasi berprestasi pada mahasiswa. Journal of Education Research, 17(2), 55–65.
Robbins, A., & Wilner, A. (2001). Quarterlife crisis: The unique challenges of life in your twenties. Tercher Penguin
S Sutton, A. (2016). Measuring the effects of self-awareness: A systematic review. Journal of Managerial Psychology, 31(1), 18–33.
Santrock, J. W. (2018). Life-span development (16th ed.). McGraw-Hill.
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2016). Psikologi kesehatan: Interaksi biopsikososial (Edisi ke-8). Wiley.
Sari DP. Gangguan Kepribadian Narsistik dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Mental. Islam Couns J Bimbing dan Konseling Islam. 2021;5(1):93–116.
Selye, H. (1987). Respons stres dan implikasinya terhadap kesejahteraan psikologis. Academic Press.
Stephen P. Becker, Matthew A. Jarrett, Aaron M. Luebbe, Annie A. Garner, G. Leonard Burns, dan Michael J. Kofler — diterbitkan 2018.
Wakhyudin H, Putri ADS. ANALISIS KECEMASAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI. 2020;
Wong, N., Cheung, K., & Liang, L. (2020). Digital pressure and social anxiety among young adults. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 23(3), 188–194.