Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN ANTARA KADAR KALSIUM DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIS

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan kondisi progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang bersifat permanen dan ireversibel. Selain menyebabkan gangguan ekskresi zat sisa metabolik, PGK juga memengaruhi keseimbangan elektrolit dan mineral, terutama kalsium dan fosfor. Penurunan fungsi ginjal menghambat konversi vitamin D menjadi bentuk aktif (kalsitriol), menurunkan penyerapan kalsium di usus, serta meningkatkan kadar hormon paratiroid secara sekunder. Kombinasi faktor tersebut menyebabkan terjadinya hipokalsemia yang sering ditemukan pada pasien PGK, terutama pada stadium lanjut atau pasien yang menjalani hemodialisis. Ketidakseimbangan ini termasuk dalam gangguan metabolisme mineral dan tulang yang dikenal sebagai Chronic Kidney Disease-Mineral and Bone Disorder (CKD-MBD). Sejumlah penelitian di Indonesia menunjukkan hubungan antara kadar kalsium serum dengan derajat keparahan PGK. Temuan-temuan tersebut memperlihatkan bahwa kadar kalsium cenderung menurun seiring peningkatan stadium PGK dan dapat digunakan sebagai indikator derajat keparahan penyakit.Pemantauan kadar kalsium secara rutin sangat penting untuk menilai progresivitas PGK serta mencegah komplikasi metabolik dan kardiovaskular akibat CKD-MBD. Dengan demikian, kadar kalsium dapat dipertimbangkan sebagai parameter klinis yang berperan dalam evaluasi dan manajemen pasien PGK.

Keywords

hipokalsemia, kadar kalsium, penyakit ginjal kronis

pdf

References

  1. 1. Global Burden of Disease Study 2019. Global burden of disease study 2019 results. Lancet. 2020;396(10258):1204-22.
  2. 2. Hill NR, Fatoba ST, Oke JL, et al. Global prevalence of chronic kidney disease - A systematic review and meta-analysis.PLoS One. 2016;11(7):e0158765.
  3. 3. Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Litbangkes; 2019.
  4. 4. BPJS Kesehatan. Laporan Statistik BPJS Kesehatan 2023. Jakarta; 2024.
  5. 5. Cozzolino M, Brandenburg V, Galassi A, et al. Pathogenesis of secondary hyperparathyroidism in chronic kidney disease.J Nephrol. 2018;31(5):695-702.
  6. 6. Goodman WG, Goldin J, Kuizon BD, et al. Vascular calcification in chronic kidney disease. Am J Kidney Dis. 2004;43(3):572-9.
  7. 7. Susanti E, Wulandari A. Hubungan kadar kalsium dan fosfor darah pada penderita penyakit ginjal kronik (PGK) di RS Gading Pluit Jakarta Utara. Anakes: J Ilm Anal Kesehatan. 2019;5(1):43-52.
  8. 8. Annisya N, Rachmawati N, Sari N. Gambaran rerata kadar kalsium dan fosfor pada pasien yang menjalani hemodialisis di RS Anna Medika Bekasi. J Profesi Medika. 2018;12(1):26-8.
  9. 9. Block GA, Klassen PS, Lazarus JM, Ofsthun N, Lowrie EG, Chertow GM. Mineral metabolism, mortality, and morbidity in maintenance hemodialysis. J Am Soc Nephrol. 2004;15(8):2208-18.
  10. 10. Idris NA. Gambaran kadar kalsium pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 non-dialisis di Manado. e-Biomedik (eBm). 2016;4(1).
  11. 11. Wulandari NLIM, Paramita R, Pradnyan KL. Hubungan kadar kalsium dan fosfor anorganik pada penderita gagal ginjal kronik dengan hemodialisa di Denpasar. Widya Biologi. 2021;12(1):37-44.
  12. 12. Hill KM, Spiegel DM. Calcium balance in chronic kidney disease. Curr Osteoporos Rep. 2017;15(4):214-21.
  13. 13. KDIGO. Clinical practice guideline for the diagnosis, evaluation, prevention, and treatment of CKD-MBD. Kidney Int Suppl. 2017;7(1):1-59.
  14. 14. Cozzolino M, et al. Pathophysiology of disturbed calcium-phosphate metabolism in chronic kidney disease. Clin Nephrol. 2018;90(1):8-14.
  15. 15. London GM. Bone-vascular axis in chronic kidney disease: A reality? Clin J Am Soc Nephrol. 2009;4(12):254-61.
  16. 16. Moe SM, Drüeke TB. FGF-23 and PTH in chronic kidney disease. Clin J Am Soc Nephrol. 2020;15(10):1511-23.
  17. 17. KDIGO. CKD-MBD Quick Reference Guide 2022 Update. Kidney Int Suppl. 2022;12(1):1-17.
  18. 18. Jha V, Garcia-Garcia G, Iseki K, et al. Chronic kidney disease: Global dimension and perspectives. Lancet. 2013;382(9888):260-72.
  19. 19. Nugroho P. Pengelolaan gangguan mineral tulang pada penyakit ginjal kronik (CKD-MBD). J Penyakit Dalam Indonesia. 2021;8(4):218-27.
  20. 20. Wibowo Y, Wulansari R, Sitorus F. Tinjauan penatalaksanaan CKD-MBD pada pasien penyakit ginjal kronik di Indonesia. J Nefrologi Indonesia. 2022;10(2):115-24.
  21. 21. Levin A, Bakris GL, Molitch M, Smulders M, Tian J, Williams LA, et al. Prevalence of abnormal serum calcium and phosphorus concentrations and their association with mortality among CKD patients. Am J Kidney Dis. 2007;49(5):674-84.
  22. 22. Parmelia M, Rini NS, Yulastri A. Kalsifilaksis pada seorang penderita dengan CKD-MBD yang menjalani hemodialisis reguler: laporan kasus. J Kesehatan Malahayati. 2023;7(1):89-95.
  23. 23. Nugraheni R, Pradana S. Analisis hubungan kadar kalsium dan fosfat terhadap kadar PTH pada pasien PGK stadium 5 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. J Gizi dan Kesehatan. 2021;13(1):33-42.
  24. 24. Dousdampanis P, Trigka K, Fourtounas C. Calcium metabolism disturbances in chronic kidney disease: Pathophysiology and clinical implications. World J Nephrol. 2021;10(3):23-35.
  25. 25. Ginting FR, Tobing L, Marbun R. Hubungan kadar kalsium serum terhadap kadar hemoglobin pada pasien PGK. J Kesehatan Andalas. 2020;9(2):107-14.

Similar Articles

41-50 of 96

You may also start an advanced similarity search for this article.