TINJAUAN KEBUTUHAN TENAGA KODER DENGAN METODE ANALISIS BEBAN KERJA KESEHATAN (ABK-KES) DI RUMAH SAKIT UMUM BAHAGIA KOTA MAKASSAR
Abstract
Pendahuluan: Ketersediaan tenaga koder yang memadai sangat berperan penting dalam menjamin kelancaran proses pengkodean diagnosis dan klaim di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan: mengidentifikasi jumlah tenaga koder yang diperlukan di Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar dengan melakukan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Metodologi: Penelitian ini memakai pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung aktivitas tenaga koder, serta analisis terhadap WKT, norma waktu, dan komponen beban kerja Hasil: penelitian menunjukkan bahwa tenaga koder melaksanakan tiga tugas pokok, yaitu membaca anamnesa pasien (5 menit), membuka ICD elektronik (0,12 menit), serta menentukan dan menginput kode ke dalam INA-CBGs (11 menit), memiliki WKT sebanyak 72.000 menit/tahun. Standar Beban Kerja (SBK) terendah terdapat pada tugas input kode INA-CBGs (6.545), dengan Standar Tugas Penunjang (STP) sebesar 1,02 dan Faktor Tugas Penunjang (FTP) sebesar 2%. Perhitungan kebutuhan tenaga menunjukkan bahwa dibutuhkan dua tenaga koder, sementara saat ini hanya tersedia satu orang. Kesimpulan: terdapat kekurangan satu tenaga koder di RSU Bahagia Makassar, sehingga disarankan penambahan SDM sesuai hasil analisis ABK-Kes guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pengkodean.
Keywords
Tenaga Koder, ABK-Kes, Standar Beban Kerja, Rekam Medis
References
- Pratama, A., Fauzi, H., Indira, Z. N., & Adi, P. P. (2023). Analisis faktor penyebab pending klaim rawat inap akibat koding rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedirman Kebumen. Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda.
- Bangun, G. E., Muniroh, M., Putra, D. H., & Widjaja, L. (2021). Tinjauan kebutuhan koder berdasarkan beban kerja unit rekam medis di RS Imanuel Bandar Lampung. Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan.
- Andreya, I., Nurfadilah, Z. H., & Hidayati, M. (2021). Analisis beban kerja tenaga rekam medis menggunakan metode ABK-Kes di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia.
- Kementerian Ketenagakerjaan. (2016). Standar kompetensi kerja nasional Indonesia. Jakarta: Kemenaker.
- Mathar, I. (2018). Manajemen informasi kesehatan. Yogyakarta: CV Budi Utama.
- Nurhidaya. (2023). Tinjauan kebutuhan SDM bagian analisis di unit rekam medis berdasarkan perhitungan ABK-Kes di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.
- Prihantoro, A., Sugiarsi, S., & Mulyono, S. (2023). Hubungan pengetahuan dengan keterampilan coder dalam penentuan kode diagnosis di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Indonesian Journal of Health Information Management, 3(3), 1–10.
- Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Bandung: Alfabeta.
- Syahdilla, I., & Susilawati, S. (2023). Analisis distribusi sumber daya manusia kesehatan berdasarkan standar ketenagaan Puskesmas di Kabupaten Deli Serdang. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan, 4(2), 303. https://doi.org/10.30867/gikes.v4i2.1267
- Susanti, M. E. (2018). Tinjauan peran koder untuk klaim BPJS kesehatan dalam pelaksanaan JKN di RSU Darmayu Ponorogo. Global Health Science.
- Utami, Y. (2015). Dampak beban kerja coder yang tinggi terhadap ketidakakuratan kode diagnosis. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan, 5(1), 13–25. http://ojs.udb.ac.id/index.php/infokes/article/view/90
- Maryati, W., Rahayuningrum, I. O., & Sari, N. P. (2020). Dampak beban kerja coder yang tinggi terhadap ketidakakuratan kode diagnosis. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia.
- Widiastutik, D. I. (2020). Kebutuhan tenaga koding berdasarkan analisis beban kerja kesehatan (ABK-Kes) guna percepatan penyelesaian klaim BPJS di bagian rekam medis Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo. Repository STIKES Yayasan RS DR. Soetomo.
- Putri, C. A., & Hidayati, M. (2021). Analisis kebutuhan sumber daya manusia petugas rekam medis dengan menggunakan metode analisis beban kerja kesehatan (ABK-Kes). Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo (JMK).