Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

OPTIMALISASI PERAN PERAWAT KOMUNITAS DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI SKRINING PREVENTIF: LITERATUR REVIEW

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are a major cause of morbidity and mortality in Indonesia, with most cases detected at advanced stages due to low public awareness of routine health examinations. Therefore, early detection through structured preventive screening is an important step in identifying risk factors, which enables interventions to be provided from the initial stage. In this context, community nurses hold a strategic position in this effort because they play a direct role within the community, offering basic examinations, health education, and assistance for behavior change. The purpose of this study is to analyze how the role of community nurses can be optimized in the implementation of NCD early detection through structured preventive screening. This study utilized a literature review, examining five scientific journals obtained from the Google Scholar and PubMed databases, published between 2020 and 2025. The results of this literature review indicate that the role of community nurses is significantly effective in supporting NCD early detection, as demonstrated by several consistent findings from the reviewed studies, including: the nurses' contribution to increasing screening coverage and health education in the community, and the confirmation of structured screening effectiveness in identifying hidden NCD risk factors. However, the success of the nursing function is still constrained by challenges such as limited training, inadequate facilities, and minimal policy support. Optimizing the role of community nurses requires enhanced competency, standardized protocols, and strengthened health system support. Therefore, structured preventive screening, implemented through the role of community nurses, has the potential to be the most effective strategy in reducing the prevalence of NCDs in Indonesia.

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, di mana sebagian besar kasus terdeteksi pada tahap lanjut akibat rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Deteksi dini melalui skrining preventif terstruktur menjadi langkah penting dalam mengidentifikasi faktor risiko sehingga intervensi dapat diberikan sejak tahap awal. Perawat komunitas memiliki posisi strategis dalam upaya ini karena berperan langsung di tengah masyarakat, menyediakan pemeriksaan dasar, edukasi kesehatan, serta pendampingan untuk perubahan perilaku. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana peran perawat komunitas dapat dioptimalkan dalam pelaksanaan deteksi dini PTM melalui skrining preventif terstruktur. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menelaah lima jurnal ilmiah yang diperoleh dari database Google Scholar dan PubMed, yang diterbitkan pada tahun 2020-2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa perawat komunitas memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan cakupan skrining, membangun kesadaran masyarakat, serta mendeteksi faktor risiko PTM lebih awal. Kajian literatur menegaskan efektivitas skrining preventif terstruktur dalam menemukan risiko PTM yang tersembunyi. Meskipun demikian, keberhasilan fungsi perawat masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pelatihan, fasilitas, dan minimnya kebijakan. Optimalisasi peran perawat komunitas memerlukan peningkatan kompetensi, standarisasi protokol, serta penguatan dukungan sistem kesehatan. Dengan demikian, skrining preventif terstruktur melalui peran perawat komunitas berpotensi menjadi strategi paling efektif dalam menurunkan prevalensi PTM di Indonesia.

Keywords

Community Nurses, Non-Communicable Diseases, Early Detection, Preventive Screening, Literature Review, Perawat Komunitas, Penyakit Tidak Menular, Deteksi Dini, Skrining Preventif, Studi Literatur

pdf

References

  1. Arsyad, W., Amijaya, N. T. A., Febrianti, R., & Soesilawati, N. (2025). KONTRIBUSI PROGRAM POSBINDU PTM TERHADAP DETEKSI DINI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR 2019–2024. Indonesian Journal of Health Research Innovation, 2(2), 90–99.
  2. Fitriana, M., Sari, A. K., Intannia, D., Rahmatullah, S. W., Sandi, D. A. D., Wasiaturrahmah, Y., Muslimawati, K., & Isnaini, N. (2024). Pemberdayaan Kader dalam Upaya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai Upaya Preventif dan Optimalisasi Kegiatan Posyandu di Puskesmas Landasan Ulin. Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea, 2(4), 236–246.
  3. Fitriyani, S., Sudrajat, A., Nuraeni, Y. A., Cahyadi, S., Kusdiantini, A., Sudrajat, J., Hasan, N. I., Rosalina, R. R., Martowinangun, K., & Sukarno, H. B. (2025). Gebyar Skrining Kesehatan: Upaya Deteksi Dini Penyakit pada Warga Kelurahan Maleer. PADMA, 5(1), 269–278.
  4. Ibrahim , A., M., H. (2025). The role of community health nurses in early detection and management of non-communicable diseases in Mogadishu-Somalia.
  5. Kumalasari, I., Maksuk, Yuniati, F., Amin, M., & Hendawati. (2023). Edukasi dan deteksi dini sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit tidak menular. Jurnal Pelita Masyarakat, 7(1), 12–20.
  6. Lubis, E., SKp, M. N., Indawati, E., Widanarti Setyaningsih, Sk., Rohmawati, N. Z., Supriadi, S. K., Kep, M., Kom, S., & Sari, N. P. M. (2025). BUNGA RAMPAI KEPERAWATAN KOMUNITAS DALAM PROGRAM KESEHATAN PREVENTIF DAN KURATIF. Nuansa Fajar Cemerlang.
  7. Meningkatkan kesadaran hidup sehat melalui skrining deteksi dini penyakit tidak menular di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang Journal of Community Empowerment, 5(2), 45–52.
  8. Olina, Y. B., Ernawati, Aisah, S., Setyawati, D., Baidhowy, A. S., Al Jihad, M. N., & Arifianto, N. 2024. Meningkatkan kesadaran hidup sehat melalui skrining deteksi dini penyakit tidak menular di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang Journal of Community Empowerment, 5(2), 45–52.
  9. Paul, D., Kavita, K., Thakur, J. S., & Sikka, P. (2020). Effectiveness of nurse led screening and intervention for common non communicable diseases in a peri urban community of Chandigarh. Int J Community Med Public Health, 7, 4485-92.
  10. Rahmi, N., Susanti, R., & Mahdani, A. (2025). Skrining kesehatan sebagai upaya pencegahan dini penyakit tidak menular. Jurnal Abdimas Kesehatan Komunitas, 6(1), 33–40.
  11. Sibatuara, E. S. (2024). Peran Puskesmas Onan Runggu dalam Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular melalui Program Posbindu PTM. SAJJANA: Public Administration Review, 2(2), 176–187.
  12. Suharsono, S., Suyanta, S., Sugiyarto, A., Yulistanti, Y., & Handayani, L. (2025). UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI PENYULUHAN DAN DETEKSI DINI. BESIRU: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(6), 530–541.
  13. Supriadi, Sianaga, M., R., E., Aribdari, D., R., Muharyani, P., W., Holida, S., S., Putri, M., E., & Purwanti, N., S. 2025. BUKU AJAR KEPERAWATAN KELUARGA. Jakarta Barat: PT. OPTIMAL UNTUK NEGERI.
  14. Tira, D. S., Lolo, L. L., Yunus, M., Sumiati, S., & Bakri, B. (2025). Optimizing the role of nurses in assisting families with non-communicable diseases in the community. Abdimas Polsaka, 4(1), 15–21.
  15. Yunara, Y., Aridamayanti, B. G., Fajriyah, N., Rohmah, U. N., Maskur, A., & Dahoklory, D. F. (n.d.). Buku Referensi Deteksi Dini dan Penatalaksanaan Penyakit Tidak Menular Perspektif Klinik dan Komunitas. CV. Dewa Publishing

Similar Articles

21-30 of 299

You may also start an advanced similarity search for this article.