Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Faktor Yang Berhubungan Dengan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Kelurahan Pai Kota Makassar

Abstract

    Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius pada pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kualitas hidup anak di masa depan. Masalah ini masih menjadi tantangan besar di Indonesia, termasuk di Kota Makassar. Faktor penting yang memengaruhi Stunting antara lain pola asuh ibu, usia nikah, dan pemberian ASI eksklusif.

     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sudiang, Kelurahan PAI, Kota Makassar. Fokus penelitian mencakup pola asuh, usia ibu saat menikah, serta pemberian ASI eksklusif. Diharapkan hasilnya dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pencegahan Stunting dan acuan intervensi kesehatan masyarakat.

      Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 77 orang yang dipilih melalui total sampling dimana jumlah populasi sama dengan jumlah sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2025.

      Hasil menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pola asuh kurang (53,2%), menikah di usia <19 tahun (63,6%), dan tidak memberikan ASI eksklusif (67,5%). Status Stunting terdiri dari sangat pendek (64,9%) dan pendek (35,1%). Terdapat hubungan signifikan antara pola asuh (p=0,036), usia nikah (p=0,000), dan ASI eksklusif (p=0,031) dengan kejadian Stunting.

       Kesimpulannya, pola asuh yang kurang, pernikahan usia dini, dan tidak diberikannya ASI eksklusif berkaitan dengan kejadian Stunting. Perlu edukasi gizi, penyuluhan usia nikah ideal, dan penguatan pendampingan oleh Puskesmas guna menekan angka Stunting

Kata kunci: Stunting, Pola Asuh; Usia Nikah, ASI Eksklusif.

 

Keywords

Stunting, Pola Asuh; Usia Nikah, ASI Eksklusif.

pdf

References

  1. Wulandari Y, Arianti. Stunting dan Faktor yang Mempengaruhinya. J Gizi Kesehat. 2023;15(2):45–52.
  2. Rusliani Y, et al. Standar Antropometri Anak. In: Kemenkes RI, editor. Pedoman Pelaksanaan Program Gizi. 1st ed. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022. p. 50–67.
  3. Sutarto S, et al. Global Target Penurunan Stunting 2025. In: Prosiding Seminar Nasional Gizi dan Kesehatan. Jakarta: Persatuan Ahli Gizi Indonesia; 2019. p. 32–9.
  4. World Health Organization. Levels and trends in child malnutrition [Internet]. WHO; 2020 [cited 2025 Jul 24]. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/jme-2020-edition
  5. Ayu Lestarini, et al. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024. Report No.: 1.
  6. Mustajab A, Indriani R. Hubungan Usia Nikah dengan Kejadian Stunting pada Balita. J Kesehat Reprod. 2023;14(1):22–9.
  7. Taufikurrahman, et al. Pernikahan Dini dan Risiko Stunting. J Kesehat Masy Indones. 2023;18(3):210–8.
  8. Salsabila N, et al. Pola Asuh Ibu dan Hubungannya dengan Stunting pada Balita. J Gizi Masy. 2023;7(1):55–64.
  9. Ida NW, et al. Peran Pola Asuh dalam Stunting. J Kesehat Lingkung. 2024;6(2):115–22.
  10. Rahayu S. Faktor yang Mempengaruhi Stunting pada Balita di Kabupaten X. J Gizi Kesehat. 2022;14(1):18–25.
  11. Wulandari S, Nurlaela. Pemberian ASI Eksklusif dan Risiko Pencegahan Stunting. J Kesehatan Reproduksi. 2021;12(2):75–82.
  12. Muthoharoh A. ASI Eksklusif untuk Pencegahan Stunting. In: Prosiding Seminar Nasional Gizi dan Kesehatan. Surabaya: Universitas Airlangga; 2021. p. 45–50.
  13. Rosna R, et al. MP-ASI Bergizi Seimbang untuk Pencegahan Stunting. J Gizi Indonesia. 2023;5(2):90–8.
  14. Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020. p. 15–25.

Similar Articles

31-40 of 279

You may also start an advanced similarity search for this article.