Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KURANG TIDUR PADA REMAJA : STUDI LITERATUR BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL (HBM)

Abstract

Kurang tidur pada remaja merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dan berdampak pada kesehatan fisik, mental, serta prestasi akademik. Remaja berada pada fase perkembangan biologis dan psikososial yang rentan terhadap perubahan pola tidur, terutama akibat tuntutan akademik, penggunaan gawai, dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kurang tidur pada remaja berdasarkan pendekatan Health Belief Model (HBM). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, serta efikasi diri berperan penting dalam membentuk perilaku tidur remaja. Faktor dominan yang memengaruhi kurang tidur meliputi rendahnya persepsi risiko kesehatan akibat kurang tidur, tingginya hambatan perilaku seperti penggunaan media digital, serta minimnya dukungan lingkungan. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa pendekatan HBM relevan digunakan sebagai dasar dalam perancangan intervensi promotif dan preventif untuk meningkatkan perilaku tidur sehat pada remaja.

Keywords

Kurang tidur, remaja, perilaku kesehatan, Health Belief Model

pdf

References

  1. Ayuningdyah, R., dkk. (2025). Hubungan sleep hygiene dengan kualitas tidur remaja. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(1), 45–52.
  2. Becker, M. H. (1974). The health belief model and personal health behavior. Health Education Monographs, 2(4), 324–473.
  3. Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health promotion planning: An educational and ecological approach. New York: McGraw-Hill.
  4. Hafidz, M., dkk. (2023). Hubungan perilaku sleep hygiene dengan kualitas tidur remaja usia 10–19 tahun. Jurnal Riset Ilmu Keperawatan, 5(2), 101–109.
  5. Hikmah, N., dkk. (2025). Hubungan kualitas tidur dengan tingkat stres pada remaja SMA. Jurnal Ilmu Medika dan Psikologi Kesehatan, 4(1), 23–31.
  6. Malahayati, R. (2022). Analisis faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Malahayati, 6(2), 88–96.
  7. Muniroh, S. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada remaja: A literature review. Nursing Sciences Journal, 5(1), 15–24.
  8. Muntomimah, S., & Mubarok, A. (2025). Analysis of factors influencing sleep quality in adolescents. Efektor, 12(1), 66–74.
  9. Padila, E., & Manalu, L. O. (2025). Hubungan antara sleep hygiene dengan gangguan tidur pada remaja di SMKN 1 Jayakerta. EMPIRIS: Jurnal Sains, Teknologi, dan Kesehatan, 2(1), 166–175.
  10. Purnama, D. (2025). Sleep hygiene dan gangguan tidur pada remaja. Jurnal Keperawatan, 8(1), 40–48.
  11. Rositianti, H., & Lukman, M. (2025). Gambaran sleep hygiene pada remaja. Journal of Nursing and Health Science, 6(1), 55–62.
  12. Septian, A. (2025). Hubungan stres dengan kualitas tidur: Tinjauan literatur. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 3(2), 90–99.
  13. Tim Arkesmas. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada remaja. Arkesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 120–129.
  14. Walidah, A., & Syakarofath, N. A. (2025). Peran kualitas tidur terhadap psychological distress pada remaja. Indonesian Journal of Behavioral Studies, 5(1), 12–27.
  15. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. (2025). Begadang dan perilaku tidur pada remaja. Surabaya: FKM UNAIR.

Similar Articles

31-40 of 278

You may also start an advanced similarity search for this article.