Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

EFEKTIFITAS PEMANFAATAN MADU SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER DALAM PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA : LITERATURE REVIEW

Abstract

Latar belakang: Luka merupakan kondisi diskontinuitas jaringan tubuh yang memerlukan penanganan tepat untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan. Penggunaan antiseptik kimia seperti povidone iodine masih banyak digunakan, namun berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman. Madu dikenal memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan osmotik yang berpotensi mendukung proses penyembuhan luka.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas pemanfaatan madu sebagai terapi komplementer dalam percepatan penyembuhan luka berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan.

Metode: Metode yang digunakan adalah literature review melalui penelusuran artikel ilmiah pada database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Scopus yang dipublikasikan daları lima tahun terakhir. Kata kunci yang digunakan yaitu honey AND wound care untuk jurnal internasional serta madu dan perawatan luka untuk jurnal nasional. Sebanyak lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif.

Pembahasan: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa aplikasi madu secara topikal efektif dalam mempercepat pembentukan jaringan granulasi, mengurangi eksudat, bau, serta tanda-tanda infeksi pada berbagai jenis luka, baik luka akut maupun kronik. Efektivitas madu dipengaruhi oleh jenis madu, metode aplikasi, frekuensi, dan durasi pemberian.

Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa madu berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer dalam perawatan luka, khususnya dalam praktik keperawatan. Namun, diperlukan penelitian lanjutan dengan desain eksperimental yang lebih kuat untuk menentukan standar penggur madu yang optimal.

Keywords

Perawatan luka, Madu, Terapi Komplementer

pdf

References

  1. Alasqah, M., Alrashidi, A., Alshammari, N., Alshehri, A., & Gufran, K. (2022). Effect of honey dressing material on palatal wound healing after harvesting a free gingival graft: a prospective randomized case control study. European Review for Medical and Pharmacological Sciences, 26(8), 2662–2668. https://doi.org/10.26355/eurrev_202204_28595
  2. Ariansyah, A., Agustina, M., & Baedlawi, A. (2024). Penerapan Evidence Based Nursing Terapi Madu Untuk Penyembuhan Luka Diabetik Di Rumah Sakit Kartika Husada Tahun 2023. Scientific Journal of Nursing Research, 5(2), 27. https://doi.org/10.30602/sjnr.v5i2.1350
  3. Nitinegari, M. M., Negoro, M. S. A. S., Supriyadi, S., Supadi, S., & Fitriyani, A. (2025). Hubungan Pengetahuan dan Karakteristik Perawat dengan Kepatuhan Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Perawatan Luka. Jurnal Keperawatan Mersi, 14(1), 16–26. https://doi.org/10.31983/jkm.v14i1.12282
  4. Puspita, T., Kosasih, C. E., Juniarti, N., & Sofiatin, Y. (2025). Peran Madu Sebagai Terapi Utama Penyembuhan Ulkus Diabetik Pada Lansia: Studi Kasus. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 9(1), 43–48. https://doi.org/10.37294/jrkn.v9i1.642
  5. Redho, A., Jannaim, R., & Makruf, H. (2022). Effectiveness of Trigona Sp Honey on Wound Healing Process of Post Circums in the Proliferational Stage. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(1), 417–424.
  6. RISKESDAS (2018). Riset Kesehatan Dasar
  7. Sakdiyah, H., Rohmah, D. N., Kristinawati, B., & Hartono, S. (2024). Penerapan Balut Madu Terhadap Proses Penyembuhan Open Wound Femur. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 10(4), 582–590. https://doi.org/10.22487/htj.v10i4.1364
  8. Velnar, T., Bailey, T., & Smrkolj, V. (2009). The wound healing process: an overview of the cellular and molecular mechanisms. The Journal of international medical research, 37(5), 1528–1542. https://doi.org/10.1177/147323000903700531

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 

Similar Articles

1-10 of 108

You may also start an advanced similarity search for this article.