Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENGARUH TERAPI ASERTIF TERHADAP REGULASI EMOSI KELUARGA PASIEN SKIZOFRENIA  DI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH

Abstract

Latar Belakang : Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang menimbulkan beban emosional bagi keluarga. Regulasi emosi keluarga yang tinggi dapat meningkatkan stres dan risiko kekambuhan pasien. Terapi asertif menjadi salah satu intervensi untuk membantu keluarga mengregulasikan emosi secara lebih adaptif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi asertif terhadap regulasi emosi keluarga pasien skizofrenia di RSJD dr. Amino Gondohutomo Jawa Tengah. Metode : Penelitian menggunakan desain two group pre post test dengan 76 responden, terdiri dari 38 kelompok intervensi dan 38 kelompok kontrol. Pengukuran menggunakan Kuesioner Regulasi Emosi Keluarga Pasien Skizofrenia. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan kenaikan skor rata-rata pada kedua kelompok. Pada kelompok kontrol, skor terjadi kenaikan sebesar 11,34 poin. Sementara itu, pada kelompok intervensi, skor mengalami peningkatan yang lebih besar, yaitu kenaikan sebesar 17,63 poin, yang mengindikasikan pergeseran kategori emosi ke tingkat sedang. Uji Wilcoxon menunjukkan kelompok intervensi mengalami perubahan signifikan (p = 0,000), sedangkan kelompok kontrol tidak signifikan (p = 0,061). Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan pada pre test (p = 0,085), namun terdapat perbedaan signifikan pada post test (p = 0,007). Kesimpulan : Hasil ini menegaskan bahwa terapi asertif efektif menurunkan emosi negatif keluarga skizofrenia.

Keywords

Keluarga, Regulasi Emosi, Skizofrenia, Terapi Asertif

pdf

References

  1. Ananda, R. G., & Niriyah, S. (2023). Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Risiko Perilaku Kekerasan Dengan Penerapan Terapi Suportif Asertif Untuk Menurunkan Nilai Perilaku Kekerasan Pasien Skizofrenia. Jurnal Ners, 7(1 SE-Articles), 797–803. https://doi.org/10.31004/jn.v7i1.8748
  2. Ayano, S., Hunduma, G., Abdeta, T., Hayru, N., Misgana, T., Tadesse, H., Zewudie, A., Temesgen, A., Assefa, H., Asefa, A., Seyoum, A., Abrahin, R., & Abdi, D. (2025). Expressed emotion and associated factors among primary caregivers of people with schizophrenia in public hospitals Eastern Ethiopia. Scientific Reports, 15(1), 38841. https://doi.org/10.1038/s41598-025-21541-1
  3. Cempaka, A. A. (2021). Influence of family caregiver education level with their expressed emotion in caring for the elderly: (Study at the Surabaya community health center). JKP (Jurnal Kesehatan Primer), 6(2 SE-Articles), 1–8. https://doi.org/10.31965/jkp.v6i2.572
  4. Girdhar, A., Patil, R., & Bezalwar, A. (2024). Understanding the Dynamics: A Comprehensive Review of Family Therapy’s Impact on Expressed Emotions in Schizophrenia Patients. Cureus, 16(5), e59491. https://doi.org/10.7759/cureus.59491
  5. Gusdiansyah, E., & Mailita, W. (2021). Hubungan Dukungan keluarga dan beban keluarga Dengan Tingkatan skizofrenia. Keperawatan Abdurrab, 5(1), 29–37.
  6. Hasan, S. W. T. H., Daulima, N. H. ., & Putri, Y. S. E. (2023). Terapi Suportif terhadap Keluarga Klien Skizofrenia. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2 SE-Articles), 4063–4071. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.4238
  7. Hitiyaut, M., Tunny, H., Hatuwe, E., & Widiastuti, V. (2023). Pengaruh Family Psychoeducation Pada Keluarga Terhadap Penurunan Tanda dan Gejala Pasien Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Namlea. USADA NUSANTARA: Jurnal Kesehatan Tradisional, 1(1), 1–12.
  8. Kandar, K., & Iswanti, D. I. (2019). Faktor predisposisi dan prestipitasi pasien resiko perilaku kekerasan. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 2(3), 149–156.
  9. Kementerian Kesehatan RI. (2019). Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  10. Kim, S.-H., & Park, S. (2023). Effectiveness of family interventions for patients with schizophrenia: A systematic review and meta-analysis. International Journal of Mental Health Nursing, 32(6), 1598–1615. https://doi.org/10.1111/inm.13198
  11. Kumar, S., Dixit, V., Ali, R., & Chaudhury, S. (2023). Gender differences in burden of care and coping strategies among caregivers of schizophrenia patients. Industrial Psychiatry Journal, 32(1), 78–85. https://doi.org/10.4103/ipj.ipj_44_22
  12. Kusumawati, N. (2022). Hubungan Keberfungsian Keluarga dan Problematic Internet Use pada Mahasiswa. UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
  13. Mendrofa, F. A. M., Iswanti, D. I., & Cabral, G. C. (2022). Pengaruh Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kekambuhan Pasien Odgj Di Wilayah Puskesmas Kedungmundu Semarang. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 5(2), 291–296.
  14. Mubin, M. F., Livana, P. H., Anantya, A. E., Yuniwati, R., Indamah, Q. N., Khasanah, U., Suerni, T., & Marwanto, A. S. (2025). Hubungan Lama Hari Rawat dengan Kemampuan Mengontrol Marah pada Pasien Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa, 13(1), 127–134.
  15. Mufidah, L., & Khoirunnisa, R. N. (2023). Kebermaknaan Hidup Laki-Laki Family Caregiver Individu dengan Skizofrenia Meaningful Life of Male Family Caregiver for Individuals with Schizophrenia Abstrak. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 10(01), 274–292.
  16. Novianty, L., & Arisandria, R. (2021). Pengaruh Terapi Psikoedukasi Terhadap Beban Keluarga Yang Merawat Anggota Keluarga Dengan Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi. Jurnal Health Society, 10(2), 84–98. https://doi.org/10.62094/jhs.v10i2.40
  17. Novitasari, N. (2024). Pengaruh Psikoedukasi Tentang Masalah Kesehatan Jiwa Terhadap Dukungan Emosional Keluarga Pasien Pasca Perawatan Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Wonorejo. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.
  18. Pardede, J. A. (2020). Beban keluarga berhubungan dengan koping saat merawat pasien halusinasi. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(4), 445–452.
  19. Rindi Dwi Aryani, Titi Sri Suyanti, & Slamet Wijaya. (2024). Asuhan Keperawatan Jiwa pada Ny. N dengan Masalah Utama Risiko Perilaku Kekerasan Akibat Skizofrenia Paranoid di Ruang Arimbi RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Vitamin : Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 2(4), 369–389. https://doi.org/10.61132/vitamin.v2i4.773
  20. Rusminah, Murti, Wisnu, F., & Siswanto. (2024). Penerapan Latihan Asertif Untuk Mengatasi Masalah Utama. Jurnal Keperawatan Karya Bhakti, 10(2), 121–132.
  21. Shetty, K. V, Math, S. B., Marimuthu, P., & Rawat, V. S. (2023). Family intervention for expressed emotion in schizophrenia: Indian context. Indian Journal of Psychiatry, 65(4), 453–459. https://doi.org/10.4103/indianjpsychiatry.indianjpsychiatry_526_22
  22. Wiyati, R., & Kuswati, A. (2020). Terapi Rehabilitasi Terhadap Kekambuhan pada Pasien Gangguan Jiwa di Desa Kabupaten Banyumas. Jurnal of Bionursing, 2(3), 171–178.
  23. World Health Organization. (2021). Adolescent Mental Health.
  24. Zahrani, S. K., & Coralia, F. (2021). Tingkat Ekspresi Emosi pada Caregiver Skizofrenia di Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut. Jurnal Riset Psikologi, 119–123.

Similar Articles

1-10 of 111

You may also start an advanced similarity search for this article.