Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang prevelensinya terua meningkat dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Obesitas pada remaja diduga dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, termasuk pola makan yang tidak seimbang, aktivitas fisik yang tidak memadai, dan peningkatan perilaku sedentari. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis variabel-variabel yang terkait dengan obesitas pada remaja. Studi ini menggunakan teknik cross-sectional, metodologi observasional deskriptif, dan pendekatan kuantitatif. Sebuah kuesioner standar yang mencakup karakteristik responden, kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan perilaku sedentari digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan temuan, beberapa responden melaporkan kebiasaan makan yang buruk, sedikit olahraga, dan waktu yang relatif lama digunakan untuk menggunakan perangkat elektronik. Meskipun responden memiliki pemahaman yang relatif kuat tentang obesitas, kondisi-kondisi ini mungkin terkait dengan terjadinya obesitas pada remaja. Oleh karena itu, diperlukian upaya promosi dan pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat sejak usia remaja.

Keywords

aktivitas fisik; obesitas remaja; pola makan; perilaku sedentari

pdf

References

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2021. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
  2. Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
  3. Putri, R. M., & Mahmudiono, T. (2020). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja. Media Gizi Indonesia, 15(2), 123–130.
  4. Sartika, R. A. D. (2017). Faktor risiko obesitas pada anak dan remaja. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 11(2), 75–81.
  5. Widyantara, I. M. O., & Sudiarta, I. W. (2019). Aktivitas fisik dan perilaku sedentari sebagai faktor risiko obesitas pada remaja. Jurnal Gizi dan Pangan, 14(1), 1–8.
  6. Yuliana, E., & Hadi, H. (2018). Hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kejadian obesitas pada remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(2), 101–109.
  7. Putri, Y. A. H., et al., (2025) Faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja di SMP Islam Plus Daarul Jannah Tahun 2024, Jurnal Ners.
  8. Daka, R., et al. (2025) Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja di Indonesia (Literatur Riview). Jurnal Ners.
  9. Hanum, A. M. (n.d.). Faktor-faktor penyebeb terjadinya obesitas pada remaja. Healthy Tadulako Jurnal FK Untad.
  10. Mardiana, et al. (n.d.). Hubungan beberapa faktor dengan kejadian obesitas di Palembang. Jurnal Kesehatan.
  11. World Health Organization. Definition and diagnosis of diabetes mellitus and intermediate hyperglycemia. Geneva: WHO; 2014.
  12. World Health Organization. (2020). Physical activity. WHO. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity
  13. American Diabetes Association. (2023). Standards of Medical Care in Diabetes—2023. Diabetes Care, 46(Suppl. 1), S60–S79. https://doi.org/10.2337/dc23-S005
  14. Warburton, D. E. R., Nicol, C. W., & Bredin, S. S. D. (2006). Health benefits of physical activity: the evidence. Canadian Medical Association Journal, 174(6), 801–809. https://doi.org/10.1503/cmaj.051351
  15. Ministry of Health. (2019). Basic Health Research (Riset Kesehatan Dasar/RISKESDAS) 2018: Prevalensi anemia pada remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  16. Warburton, D. E. R., Nicol, C. W., & Bredin, S. S. D. (2006). Health benefits of physical activity: the evidence. Canadian Medical Association Journal, 174(6), 801–809. https://doi.org/10.1503/cmaj.051351

Similar Articles

31-40 of 172

You may also start an advanced similarity search for this article.