FITOTERAPI UNTUK PENGOBATAN DIABETES MELLITUS: LITERATURE REVIEW
Abstract
Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Peningkatan prevalensi diabetes secara global mendorong pencarian alternatif terapi yang lebih aman dan terjangkau, salah satunya melalui fitoterapi. Fitoterapi memanfaatkan tanaman obat yang mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antidiabetes. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis potensi fitoterapi dalam pengobatan diabetes mellitus berdasarkan mekanisme kerja dan bukti ilmiah dari berbagai penelitian. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap jurnal nasional dan internasional lima tahun terakhir yang diperoleh dari basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai tanaman obat seperti kayu manis (Cinnamomum sp.), seledri (Apium graveolens), daun mangga (Mangifera sp.), serta tanaman obat Indonesia lainnya memiliki aktivitas antidiabetes melalui mekanisme penghambatan enzim α-glukosidase dan α-amilase, peningkatan sensitivitas insulin, perlindungan sel β pankreas, serta aktivitas antioksidan. Berdasarkan hasil tersebut, fitoterapi berpotensi sebagai terapi komplementer dalam pengelolaan diabetes mellitus, namun diperlukan uji klinik terstandar untuk menjamin keamanan dan efektivitasnya.
Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Fitoterapi, Tanaman Obat, Antidiabetes
Keywords
Diabetes Mellitus, Fitoterapi, Tanaman Obat, Antidiabetes
Author Biography
Nor Safira
Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA-Kes, Universitas Muhammadiyah Riau
Nawwar Irfan
Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA-Kes, Universitas Muhammadiyah Riau
Fitri Delvia
Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA-Kes, Universitas Muhammadiyah Riau
Yeyen Okta Zeli
Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA-Kes, Universitas Muhammadiyah Riau
Isnania Nurfazhila
Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA-Kes, Universitas Muhammadiyah Riau
References
- Abou Zekry, S. S., Badawy, M. T. and Ezzelarab, N. M. (2021) ‘Phytotherapy for diabetes mellitus: A review of Middle Eastern and North African folk medicinal plants’, Journal of Herbmed Pharmacology, 10(1), pp. 1–13. doi: 10.34172/jhp.2021.01.
- Anjabtsawa, D., Febriyanti, R. M. and Diantini, A. (2024) ‘A review of antidiabetic potential of Indonesian medicinal plants on streptozotocin-induced rats’, Indonesian Journal of Biological Pharmacy, 4(1), pp. 24–37.
- Apriliani, N. D. and Saputri, F. A. (2025) ‘Potensi penghambatan enzim α-glukosidase pada tanaman obat tradisional Indonesia’, Farmaka, 16(1), pp. 169–176.
- Astika Widy Utomo, A. (2023) ‘Studi penggunaan tanaman herbal pada pasien diabetes mellitus’, Jurnal Penelitian Kesehatan, 15(2), pp. 101–109.
- Firdausya, H. and Amalia, R. (2020) ‘Aktivitas dan efektivitas antidiabetes pada beberapa tanaman herbal’, Farmaka, 18(1), pp. 162–170.
- Indrayani, S. and Mustarichie, R. (2020) ‘Aktivitas antidiabetes beberapa tanaman di Indonesia’, Farmaka, 18(1), pp. 58–66.
- Musfiroh, I. et al. (2022) ‘Edukasi tentang diabetes melitus dan pemanfaatan kayu manis sebagai tanaman obat antidiabetes’, Journal of Community Development, 3(1), pp. 42–50. doi: 10.47134/comdev.v3i1.59.
- Muslim, A. (2020) ‘Aktivitas antidiabetes tanaman herbal Indonesia’, Farmaka, 18(1), pp. 120–130.
- Pratiwi, D. A., Lestari, F. and Nurhayati, S. (2022) ‘Aktivitas antidiabetes ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) pada model diabetes eksperimental’, Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 20(2), pp. 101–109.
- Pratiwi, N. K. A. S. et al. (2023) ‘Potensi berbagai tanaman sebagai nutrasetikal diabetes melitus dengan mekanisme kerja menghambat enzim α-glukosidase’, Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi, 2.
- Prisdiany, Y. et al. (2021) ‘Potensi tanaman herbal antidiabetes untuk minuman obat: Sebuah literature review’, Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(2), pp. 144–158.
- Rahayuningsih, N., Piranti and Zustika, D. S. (2021) ‘Antidiabetic activity of mango (Mangifera longipes Griff.) leaves’, Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 1, pp. 88–94.
- Rahman, F. (2021) ‘Potensi tanaman herbal antidiabetes untuk pengembangan minuman fungsional’, Jurnal Pangan dan Agroindustri, 9(3), pp. 145–154.
- Santoso, H. (2021) ‘Tinjauan efek antidiabetes tanaman seledri (Apium graveolens)’, Jurnal Farmasi Indonesia, 18(2), pp. 95–103.
- Sari, N. (2024) ‘Kajian potensi antidiabetes tanaman obat Indonesia pada tikus yang diinduksi streptozotocin’, Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 22(1), pp. 33–41.
- Tanjung, R. M. (2024) ‘Potensi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai antidiabetes mellitus’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Seroja Husada, 1(5), pp. 213–225. doi: 10.572349/husada.v1i1.363.
- Utomo, A. W. et al. (2022) ‘The use of herbal medicines in patients with type-2 diabetes mellitus in Indonesia’, Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 13(1), pp. 12–17. doi: 10.30659/sainsmed.v13i1.13487.
- Widodo, P. (2020) ‘Antidiabetic activity of widely used medicinal plants: A review’, International Journal of Pharmaceutical Sciences, 12(3), pp. 101–110.
- Yuliana, D. (2022) ‘Efek obat herbal dalam pengendalian kadar gula darah pada diabetes mellitus tipe 2: Literature review’, Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 9(2), pp. 85–94.
- Zahra, R. (2025) ‘Mekanisme farmakologis tanaman obat yang berpotensi sebagai agen antidiabetes’, Journal of Public Health Science, 2(1), pp. 89–98.