HUBUNGAN SOCIAL LOAFING DENGAN PERILAKU MEMBOLOS PADA SEKOLAH SMK YADIKA 9 BINTARA BEKASI
Abstract
This study aims to determine the relationship between social loafing and truancy. This quantitative research design uses a correlational design and the Spearman's rho technique. The study population was students of SMK YADIKA 9 Bintara Bekasi. The sample size was 50 students. The scales used were the 18-item social loafing scale and the 19-item truancy behavior scale. The data were processed using SPSS software. The hypothesis test yielded an r value of -0.131 with a significance level of 0.452. Therefore, the hypothesis "there is no relationship between social loafing and truancy behavior among students of SMK Yadika 9 Bintara Bekasi" is rejected. This means that the hypothesis in this study is rejected. Therefore, it can be concluded that there is no correlation between social loafing and truancy behavior among vocational high school students.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social loafing dengan perilaku membolos. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan teknik spearman rho. Populasi penelitian adalah siswa SMK YADIKA 9 Bintara bekas. Sampel dalam penelitian berjumlah 50 siswa. Skala yang digunakan adalah skala social loafing yang berjumlah 18 item dan skala perilaku membolos berisi 19 item. Hasil pengolahan data dengan bantuan software pengolah angka, SPSS. Dari hasil uji hipotesis diperoleh nilai r sebesar -0,131 dengan signifikansi sebesar 0,452. Dengan demikian, hipotesis yang berbunyi “tidak ada hubungan antara social loafing dan perilaku membolos pada siswa SMK Yadika 9 Bintara Bekasi. Hal ini berarti hipotesis dalam penelitian ini ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi antara social loafing dengan perilaku membolos siswa smk
Keywords
Social Loafing, truancy behavior, vocational high school students, perilaku membolos, siswa SMK
Author Biography
Siti Umairah
Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun Ternate, Indonesia
References
- Azwar, S. (2021). Penyusunan Skala Psikologi. Pustaka Pelajar
- Bimo, Walgito. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: C.V Andi.
- Darmadi. (2017). Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran dalam Dinamika Belajar Siswa. Yogyakarta: Deepublish.
- Gunarsa,Singgih dan Ny. Y. Singgih, (2002). Psikologi Untuk Membimbing. Jakarta: BPK Gunung Mulia
- Hall, D., & Buzwell, S. (2012). The problem of free-riding in group projects: Looking beyondsocial loafing as reason for non-contribution. Active Learning in Higher Education, 14(1),37-49.
- Karau, S. J., & William, K. D. (2013). The effect of group cohesiveness on social loafing and social compensation. Personality and Social Psychology Bulletin, 25(11), 1342-1354.
- Kartono, K. (2003). Bimbingan Bagi Anak dan Remaja yang Bermasalah. Jakarta : CV. Rajawali.
- Ken Reid. (2002). Truancy Short and Long-Tearm Solution. New York: Taylor dan Prancis Group.
- Meinarno, E. A., & Sarwono, S. W. (2018). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
- Myers, D. G. (2012). Psikologi Sosial (sepuluh). Jakarta: Salemba Humanika.
- Pratama, K. D., & Aulia, F. (2020). Faktor-faktor yang Berperan dalam Kemalasan sosial (Social loafing): Sebuah Kajian Literatur. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(2), 1460-1468.
- Santrock (2003) John W. Adolescence. Perkembangan Remaja. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.
- Zahra, Y., Eliana, R., Budiman, Z., & Ferry, N. (2015). Peran Gender dan social loafing tendency terhadap prestasi akademik dalam konteks pembelajaran kooperatif. Jurnal Pemikiran & Penelitian Psikologi, 10(1), 1–9.