Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

AKTIVITAS FISIK SEBAGAI TERAPI NON-FARMAKOLOGIS HIPERTENSI: SYSTEMATIC REVIEW

Abstract

Latar belakang: Tekanan darah yang meningkat hingga 30 mm Hg pada sistolik dan 15 mm Hg pada diastolil dikenal sebagai hipertensi (Sulistiawati 2022).  Saat ini, pola penyakit di Indonesia berubah.  Penyakit terbagi menjadi dua kategori: menular dan tidak menular.  Penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan oleh orang yang terinfeksi, seperti virus yang menyebabkan flu, COVID-19, hepatitis, dan lain-lain. Sedangkan penyakit tidak menular adalah penyakit yang penyebabnya tidak dapat ditularkan dari orang lain kecuali karena faktor gaya hidup dan penuaan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terapi non-farmakologis mana yang paling efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi.

Metode: Penulisan dalam literature review ini dicari menggunakan metode PICO yang berfokus pada penderita hipertensi terhadap penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik.

Hasil: Berdasarkan perbandingan intervensi, Tai Chi terbukti menjadi aktivitas fisik yang paling efektif dalam menurunkan tekanan darah secara signifikan (rata-rata 7,01 mmHg), diikuti oleh senam aerobik dan senam ergonomis, menjadikannya pilihan intervensi yang kuat. Keberhasilan terapi ini sangat bergantung pada keteraturan, intensitas yang disesuaikan, komorbiditas, dan kepatuhan individu, serta memerlukan pemantauan dari tenaga kesehatan untuk mencapai hasil optimal dan manfaat jangka panjang dalam pengelolaan hipertensi

Saran: Bagi peneliti selanjutnya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi, referensi, dan bahan acuan  dalam mengembangkan intervensi keperawatan non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Keywords

Terapi non-farmakologis, hipertensi

pdf

References

  1. [1] Manjo, Y. H., & Fauzi, A. (2023). Pengaruh senam aerobik low impact dan mix impact terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 3(11). https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i11.11085
  2. [2] Nindiana, et al. (2023). Pengaruh senam tera terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Aspiration of Health Journal, 1(2), 173-186. https://doi.org/10.55681/aohj.v1i2.98
  3. [3] Damorim, et al. (2017). Kinetics of hypotension during 50 sessions of resistance and aerobic training in hypertensive patients: a randomized clinical trial. Arquivos Brasileiros de Cardiologia, 108(4), 333-340. https://doi.org/10.5935/abc.20170029
  4. [4] Li, et al. (2024). Effect of Tai Chi vs Aerobic Exercise on Blood Pressure in Patients With Prehypertension: A Randomized Clinical Trial. JAMA Network Open, 7(2), e2354937. https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2023.54937
  5. [5] Sari, L. T. (2018). Pengaruh Acuyoga terhadap Penurunan Hipertensi pada Lansia. Jurnal Keperawatan, 7(2), 70-77. https://journal.stikvinc.ac.id/index.php/jpk/article/view/81
  6. [6] Aldiansa, P., & Muhlisin, A. (2024). Pengaruh senam hipertensi untuk upaya penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Posyandu Nusa Indah Desa Ngrombo. Mahesa Nursing Journal, 6(12), 4902-4908. https://doi.org/10.33024/mnj.v6i12.14608
  7. [7] Nirnasari, M., Tania, & Ernawati. (2023). Efektifitas Isometric Handgrip Exercise Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi. Jurnal Keperawatan, 13(1). https://doi.org/10.59870/jurkep.v13i1.133
  8. [8] Nopriani, Y., & Amalia. (2025). Perbandingan isometrik handgrip exercise dan jalan kaki terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Sekip Palembang. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 2365-2372. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2371
  9. [9] Lestari, N. K. Y., & Saraswati, N. L. G. I. (2024). Pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi pada Penderita Hipertensi. Jurnal Gema Keperawatan, 17(2), 47-61. https://doi.org/10.33992/jgk.v17i2.3770
  10. [10] Amelia, D. A., Anggraini, R. B., & Faizal, M. (2025). Pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Sungailiat Tahun 2024. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1), 2118-2126. https://doi.org/10.2774/kt.v6i1.2118
  11. [11] Andari, et al. (2020). Penurunan tekanan darah pada lansia dengan senam ergonomis. Journal of Telenursing (JOTING), 2(1), 81-90. https://doi.org/10.31539/joting.v2i1.859
  12. [12] Nuraini, et al. (2023). Efektivitas durasi aktivitas fisik dengan berjalan kaki terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi di Desa Sukamurni Wilayah Kerja Puskesmas Gembong Kabupaten Tangerang. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia, 7(1). https://doi.org/10.31000/jiki.v7i1.9740
  13. [13] Julistyanissa, D., & Chanif, C. (2022). Penerapan brisk walking exercise terhadap perubahan tekanan darah penderita hipertensi. Jurnal Ilmiah Keperawatan Muhammadiyah Semarang, 10(2). https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/nersmuda/article/view/10535
  14. [14] Desti, D. S. A., Alamsyah, A. Z., & Novryanthi, D. (2025). Efektivitas terapi relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 16(01), 61–69. https://doi.org/10.34305/jikbh.v16i01.1519

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 

Similar Articles

1-10 of 90

You may also start an advanced similarity search for this article.