ART THERAPY SEBAGAI MEDIA EDUKASI UNTUK PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI SDN 23 KOTO TUO

Authors
  • Ridha Annisa

    Universitas Negeri Padang
    Author
  • Novita Efendi

    Universitas Negeri Padang
    Author
  • Chintia Regina Sidabutar

    Universitas Negeri Padang
    Author
  • Fikri Okta Irawanda

    Universitas Negeri Padang
    Author
  • Hendra Imaginer Halawa

    Universitas Negeri Padang
    Author
  • Bunga Ardinal Tofani

    Universitas Negeri Padang
    Author
Keywords:
Art Therapy, Motorik Halus, Edukasi, Pendidikan Dasar, Pendidikan Berkualitas Tinggi, Sekolah., Art therapy, Fine Motor Skills, Education, Elementary School Children, High Quality Education, School.
Abstract

Perkembangan motorik halus dan kemampuan ekspresi diri merupakan komponen penting pada fase pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dasar. Kemampuan ini berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari seperti menulis, menggambar, dan melakukan tugas-tugas mandiri lainnya. Sayangnya, tidak semua anak memperoleh stimulasi optimal dari lingkungan rumah maupun sekolah. Melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa memiliki kesempatan agar dapat berkontribusi secara nyata kepada masyarakat dalam bentuk intervensi edukatif non-klinis, salah satunya adalah penerapan art therapy menggambar dan mewarnai. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 23 Koto Tuo dalam satu sesi berdurasi 90 menit, dengan membagi siswa ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mendapat tugas untuk melengkapi gambar wajah manusia, sedangkan kelompok kedua melengkapi potongan gambar rumah sesuai dengan kreativitas masing-masing. Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri secara bebas melalui media gambar. Selain itu, terdapat peningkatan keterampilan motorik halus seperti kemampuan menggenggam alat tulis, koordinasi tangan-mata, serta penggunaan warna dan detail gambar yang lebih kompleks. Kegiatan ini juga mendorong interaksi sosial yang positif, menumbuhkan rasa percaya diri, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian, art therapy terbukti menjadi metode sederhana namun efektif dalam mendukung aspek perkembangan motorik dan emosional anak usia sekolah dasar melalui pendekatan kreatif dan partisipatif. 

Fine motor skills and self-expression are essential components of children's development at the elementary school level. These abilities are closely related to daily activities such as writing, drawing, and performing independent tasks. However, not all children receive sufficient stimulation from their home or school environments. Through the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata (KKN)), university students have the opportunity to provide meaningful contributions by implementing non-clinical educational interventions, such as drawing and coloring-based art therapy. This activity was conducted at SDN 23 Koto Tuo in a single 90-minute session, where students were divided into two groups. The first group completed drawings of human faces, while the second group completed house image fragments based on their own creativity. Observations showed that the activity created a safe space for children to express themselves freely through visual media. Furthermore, there was an improvement in fine motor skills, such as holding writing tools, hand-eye coordination, and the ability to use colors and image details more precisely. The activity also fostered positive social interaction, increased self-confidence, and created an enjoyable learning environment. Therefore, art therapy has proven to be a simple yet effective method for supporting motor and emotional development in elementary-aged children through creative and participatory approaches.

Downloads
Download data is not yet available.
References

Alyannur, N., & Sitorus, A. S. (2024). Upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui permainan membatik ecoprint pada daun dengan teknik pounding untuk AUD. Journal of Education Research, 5(3), 3740–3749.

Amaliyah, S., Trisnadewi, B. A. P., & Kumalasari, E. (2024). Art therapy untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 5(1), 782–787.

Eva, E., Affifah, G. H., Hanun, I. N., & Solihin, S. (2021). Efektivitas art theraphy dalam membantu mencerdaskan emosional pada anak kelas 1–6 madrasah Desa Jagabaya. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1(22), 74–91.

Febriliana, L. G., & Hartini, S. (2022, October). The effect of art therapy finger painting on motor ability fine for autistic children in SLB Suryo Bimo Kresno Semarang. In Prosiding Seminar Nasional STIKES Telogorejo Semarang (Vol. 1, No. 1, pp. 59–64).

Maharani, V., & Sari, W. I. P. E. (2024). Pengaruh finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah usia 3–6 tahun. Journal of Midwifery Science and Women's Health, 4(2), 57–63.

Marheni, A. K. I. (2017). Art therapy bagi anak slow learner. Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia, 1.

Miralda, F., Ridwan, F., & Hafis, F. A. (2025). Stimulasi motorik halus melalui kegiatan art therapy meronce bagi ABK di SLB C Perwari Kuningan. Inovasi Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 59–67.

Ningrum, N. N., & Pamela, A. W. (2022). Art of therapy melalui proses kreatif menggambar untuk meningkatkan rasa tanggung jawab pada anak usia 4–5 tahun. Jurnal Penelitian Pendidikan, 22(1), 1–11.

Nurdin, N., Sjattar, E. L., Arafat, R., Amal, A. J., & Puspitha, A. (2019). Decoupage art therapy as an alternative activity to reduce gadget dependence on primary school students in Makassar. Proceeding of Community Development, 2, 872–883.

Putri, N. P., & Sulistyawati, E. (2024). Peningkatan perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah melalui penerapan terapi bermain papercraft. Holistic Nursing Care Approach, 4(1), 34.

Suhartanti, I., Rufaida, Z., Setyowati, W., & Ariyanti, F. W. (2019). Stimulasi kemampuan motorik halus anak pra sekolah. STIKes Majapahit.

Sundari, I., Puspita, Y., & Sari, W. I. P. E. (2023). Pengaruh bermain konstruksi (Lego) terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun. Journal of Midwifery, 11(1), 52–60.

Sutapa, P., Pratama, K. W., Rosly, M. M., Ali, S. K. S., & Karakauki, M. (2021).Improving Motor Skills in Early Childhood through Goal-Oriented Play Activity. Children, 8(11), 994. https://doi.org/10.3390/children8110994

Tahar, M. M., Zainal, M. S., Bakar, A. Y. A., Yasin, M. H. M., Ibarahim, N. S., Mokhtar, U. K. M., & Sunandar, A. (2019). Modifications of student behaviour among special needs students using art therapy. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 5(6), 445-457.

Yulianto, Y., Dite, S. A., & Zarkasi, S. (2024). Finger painting dengan pewarna aroma buah-buahan: Terapi dalam upaya peningkatan kemampuan motorik halus bagi anak berkebutuhan khusus. Abdi Seni, 15(2), 230–248.

Zuroidah, A., Mardiyanti, R., Sari, N. N., & Prasetia, A. D. (2022). PPM pelatihan doodle sebagai art therapy terhadap kemampuan motorik halus pada kelompok anak usia dini di Kecamatan Bulak. Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR, 5, 1-10.

Cover Image
Downloads
Published
2025-12-20
Section
Articles

How to Cite

ART THERAPY SEBAGAI MEDIA EDUKASI UNTUK PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI SDN 23 KOTO TUO. (2025). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(2), 2641-2650. https://cibjournal.com/index.php/sindoro/article/view/4351

Similar Articles

31-40 of 828

You may also start an advanced similarity search for this article.