Skill dan Mindset Pendidik Seni di Era Digital: Inovasi Pembelajaran Gerak Tari Tradisional sebagai Media Pendidikan Multikultural

Authors
  • Siti Alsyamsari Abriyanti

    Universitas Negeri Jakarta
    Author
  • Elindra Yetti

    Universitas Negeri Jakarta
    Author
  • Romi Nursyam

    Universitas Negeri Jakarta
    Author
Keywords:
skill, mindset, tari
Abstract

Era digital telah membawa transformasi besar dalam ekosistem pendidikan seni, menuntut pendidik untuk memiliki keterampilan (skill) dan pola pikir (mindset) yang adaptif terhadap teknologi, tanpa kehilangan akar nilai budaya yang menjadi identitas bangsa. Dalam konteks ini, gerak tari tradisional berperan sebagai media pembelajaran yang strategis untuk menanamkan nilai-nilai multikultural di kalangan siswa sekolah menengah atas (SMA). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran dan tantangan pendidik seni dalam mengembangkan inovasi pembelajaran gerak tari tradisional berbasis video digital, sebagai sarana penguatan pendidikan multikultural di era digital. Metode yang digunakan ialah studi literatur kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, memadukan sumber-sumber dari jurnal bereputasi SINTA 1–4 dan buku akademik terkait pendidikan seni, teknologi pembelajaran, serta multikulturalisme.

Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidik seni di era digital tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis mengajar atau penguasaan gerak tari tradisional, tetapi juga oleh mindset digital, humanis, yakni kesadaran untuk memanfaatkan teknologi sebagai ruang kolaborasi dan pelestarian nilai budaya. Pembelajaran berbasis video digital mampu memperluas jangkauan interaksi, memperkaya pengalaman estetis siswa, dan menjembatani keterbatasan ruang gerak dalam pembelajaran konvensional. Namun demikian, tantangan utama yang muncul meliputi kesenjangan kompetensi digital antarpendidik, risiko superfisialitas dalam memahami budaya lokal, serta kebutuhan integrasi kurikulum yang seimbang antara aspek artistik, pedagogis, dan teknologi.

Artikel ini merekomendasikan agar pendidik seni di SMA mengembangkan model pembelajaran gerak tari tradisional berbasis digital yang berorientasi pada nilai multikultural, dengan menekankan kolaborasi antardaerah, penggunaan media interaktif, dan refleksi nilai

-nilai kebhinekaan. Melalui pendekatan ini, pendidikan seni di era digital diharapkan tidak hanya melahirkan peserta didik kreatif dan terampil, tetapi juga berkarakter inklusif, toleran, dan memiliki kesadaran kultural yang kuat.

Downloads
Download data is not yet available.
References

Armansyah, A. (2024). Pendidikan multikultural, kearifan lokal, dan tari daerah. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 11(2), 438–451. https://doi.org/10.36835/modeling.v11i2.2721

Banks, J. A. (2011). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching(5thed.).NewYork,NY:Routledge.

Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry andresearchdesign: Choosingamongfive approaches(4thed.).ThousandOaks,CA:SagePublications.

Dwishiera, N. (2021). Pendidikan seni tari sebagai alternatif pendidikan multikultur bagi siswa SD. Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar (JPPD), 8(1), 49–59. https://doi.org/10.17509/jppd.v8i1.34677

Eisner, E. W. (2002). The arts and the creation of mind. New Haven, CT: Yale UniversityPress.

Hanna, J. L. (2015). Dancingtolearn:The brain’scognition,emotion,andmovement. Lanham,MD:Rowman&Littlefield.

Jazuli, M. (2017). Estetika dan ilmu seni tari. Semarang, Indonesia: UNNES Press.

Komala, A. N. E. (2022). Menggali nilai multikultural dalam pelatihan tari pada program Gubuk Nusantara di Teluk Sebong, Kepulauan Riau. International Journal of Pedagogy and Education, 3(2), 67–76. https://journal.isi.ac.id/index.php/IJOPAED/article/view/7329

Mezirow, J. (2000). Learning as transformation: Critical perspectives on a theory in progress.San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Pratiwi, E., & Ismail, Z. (2022). Digitalisasi pendidikan seni dan tantangan pendidik di era disrupsi. Jurnal Seni dan Pendidikan, 7(1), 33–48.

Putraningsih, T., Simatupang, G. R. L., & Sayuti, S. A. (2018). Menyemai benih nilai multikultural melalui pembelajaran penciptaan tari kelompok di sekolah menengah atas. Jurnal Kajian Seni, 5(1), 30–44. https://doi.org/10.22146/jks.36308

Rahman, F. (2021). Digital mindset in arts education. Jurnal Pendidikan Humaniora, 9(2), 110–120.

Sunaryo, D., Rukmana, N., & Kusumawati, T. (2020). Gerak relationship dalam permainan anak Sunda sebagai sumber penciptaan tari anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 657–669. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.499

UNESCO. (2020). Arts education monitoring report: The impact of digital transformationonculturaleducationinSoutheastAsia. Paris: UNESCO Publishing.

Wahyudi, F. (2023). Budaya populer dan krisis identitas generasi muda. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 14(3), 245–256. https://doi.org/10.31294/jish.v14i3.245

Wiggins, G. (1998). Educative assessment: Designing assessments to inform and improvestudentperformance.San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Cover Image
Downloads
Published
2026-01-14
Section
Articles

How to Cite

Skill dan Mindset Pendidik Seni di Era Digital: Inovasi Pembelajaran Gerak Tari Tradisional sebagai Media Pendidikan Multikultural. (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(3), 1851-1860. https://cibjournal.com/index.php/sindoro/article/view/6495

Similar Articles

21-30 of 58

You may also start an advanced similarity search for this article.