Abstract
This research examines the implementation of kafalah from the perspective of Islamic legal philosophy with a focus on the principle of maslahah as its philosophical foundation. The research objective is to analyze in depth how the principle of maslahah is implemented in the practice of kafalah as a guarantee instrument within the Islamic muamalah system. The method employed is a philosophical-normative study of the concept of kafalah using the maqashid shariah approach. The research findings indicate that kafalah, when viewed from the principle of maslahah, can be categorized into three types: Maslahah Mursalah, which represents interests not explicitly stated in the scriptural texts but aligned with the objectives of shariah; Maslahah Mu'tabarah, which is explicitly recognized by Islamic legal sources; and Maslahah Mulghah, which is rejected by shariah due to its contradiction with Islamic principles. This study finds that the implementation of kafalah must be aligned with the five fundamental objectives of Islamic law (maqashid shariah al-khamsah), namely the preservation of religion (hifz al-din), protection of life (hifz al-nafs), safeguarding of lineage (hifz al-nasl), preservation of intellect (hifz al-aql), and protection of property (hifz al-mal). In conclusion, true maslahah in kafalah is achieved when all dimensions of maqashid al-shariah serve as the primary reference, ensuring that kafalah functions not only as a legal instrument but also as a means of realizing public welfare in accordance with the ideals of shariah.
Penelitian ini mengkaji pelaksanaan kafalah dalam perspektif filsafat hukum Islam dengan fokus pada asas kemaslahatan sebagai landasan filosofisnya. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis secara mendalam bagaimana prinsip kemaslahatan terimplementasi dalam praktik kafalah sebagai instrumen penjaminan dalam sistem muamalah Islam. Metode yang digunakan adalah kajian filosofis-normatif terhadap konsep kafalah dengan pendekatan maqashid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kafalah, ditinjau dari asas kemaslahatan, dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis: Maslahah Mursalah yang merupakan kemaslahatan tidak tersurat dalam nash namun sejalan dengan tujuan syariah; Maslahah Mu'tabarah yang secara eksplisit diakui oleh sumber hukum Islam; dan Maslahah Mulghah yang ditolak syariah karena bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Kajian ini menemukan bahwa implementasi kafalah harus selaras dengan lima tujuan pokok hukum Islam (maqashid yariah al-khamsah), yakni pemeliharaan agama (hifz al-din), perlindungan jiwa (hifz al-nafs), penjagaan keturunan (hifz al-nasl), pemeliharaan akal (hifz al-aql), dan perlindungan harta (hifz al-mal). Kesimpulannya, kemaslahatan sejati dalam kafalah tercapai ketika seluruh dimensi maqashid al-syariah menjadi acuan utama, sehingga kafalah bukan hanya berfungsi sebagai instrumen hukum akan tetapi juga menjadi sarana mewujudkan kesejahteraan umum sesuai cita-cita syariah.
References
Maslahat, M. A. S. A. (2019). Akad Kafalah Dalam Perspektif Filsafat Ditinjau Dari Asas Kemaslahatan.
Yusianti, D. (2017). Penggunaan Akad Kafalah Bi Al-’Ujrah Pada Pembiayaan Take Over Perspektif Hukum Islam. Jurnal Maliyah, 7(01).
A. Karim, Adiwarman. Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.
Kulsum, S. U., Pangestu, R. A., & Aziz, I. A. (2024). Peran Akad Kafalah dalam Produk Pegadaian Syariah Terhadap Implementasi Penjaminan dan Mitigasi Risiko. Journal Islamic Economics Ad Diwan, 3(2), 98-107.
Mugiyati, M. Aplikasi Kafalah Pada Asuransi Takaful Perspektif Akad Bisnis Islam. Maliyah, 2(1), 147302.
Jannah, R. (2022). Analisis Kafalah Dalam Al-Qur’an Dan Hadits, Serta Implementasinya Pada Lembaga Keuangan. Jurnal Ekonomi Rabbani, 2(2), 304-311.
Pangestu, R. A., Nursyifa, Y., & Ramadhan, H. C. (2024). Peran Akad Kafalah dalam Produk Pegadaian Syariah: Kajian Peranan dalam Meningkatkan Keamanan dan Mitigasi Resiko Pembiayaan. Karimah Tauhid, 3(6), 6953-6960.