MENGUATKAN NILAI KEBERSAMAAN DAN LITERASI AL-QUR'AN MELALUI SPIRITUALITAS PEMBACAAN YASIN DAN SHALAWAT BARZANJI DI DESA MOJOPURO, DUSUN NGLOROG, WONOGIRI
pdf

Keywords

Yasinan, Shalawat Barzanji, kebersamaan, literasi Al-Qur’an, spiritualitas

How to Cite

MENGUATKAN NILAI KEBERSAMAAN DAN LITERASI AL-QUR’AN MELALUI SPIRITUALITAS PEMBACAAN YASIN DAN SHALAWAT BARZANJI DI DESA MOJOPURO, DUSUN NGLOROG, WONOGIRI. (2025). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 17(3), 491-500. https://cibjournal.com/index.php/tashdiq/article/view/1828

Abstract

Penelitian pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan memperkuat literasi Al-Qur’an di tengah arus modernisasi yang kian menggeser tradisi keagamaan lokal. Masyarakat Desa Mojopuro, Dusun Nglorog, Wonogiri memiliki tradisi religius berupa pembacaan Yasin dan Shalawat Barzanji yang tidak hanya menjadi kegiatan ritual, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah serta memperdalam pemahaman keislaman. Tradisi ini menarik dikaji karena mampu memadukan aspek spiritual dan sosial dalam satu praktik keagamaan yang berkesinambungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap pelaku kegiatan serta tokoh masyarakat. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori spiritualitas Islam Nusantara dan konsep literasi keagamaan yang menekankan pada pemahaman teks suci melalui praktik budaya. Melalui teori ini, peneliti menelaah bagaimana nilai-nilai Islam termanifestasi dalam praktik Yasinan dan Barzanji-an yang menjadi bagian dari keseharian warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Yasin berperan sebagai sarana literasi Al-Qur’an yang menumbuhkan kedekatan masyarakat terhadap ayat-ayat Allah SWT melalui bacaan, hafalan, dan doa bersama. Sementara itu, Shalawat Barzanji menjadi media spiritual yang memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta menumbuhkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat di Masjid Nurul Jadid, dan khusus bulan Maulid, tradisi Barzanji dilaksanakan setiap hari sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW. Dengan demikian, kegiatan Yasinan dan Barzanji-an terbukti memiliki peran penting dalam membangun harmoni spiritual dan sosial di masyarakat pedesaan. Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana penguatan iman, tetapi juga menjadi model pelestarian budaya Islam Nusantara yang menumbuhkan kebersamaan dan literasi keagamaan berbasis komunitas. Melalui penguatan tradisi lokal yang religius, masyarakat Mojopuro berhasil menjaga identitas spiritual sekaligus memperkokoh nilai persaudaraan antarwarga.

pdf

References

Ainah, N. (2023). Tradisi pembacaan kitab Maulid Barzanji di Kota Kandangan. Islamic Education, 1(2), 226–236.

Ayuni, D. (2023). Peran kegiatan qasidah shalawat Al-Barzanji di Desa Trimodadi [Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung].

Baits, A. (2020). Pemikiran Sayyid Ja’far Al-Barzanji: Pengaruhnya terhadap tradisi keagamaan dan budaya Islam di Indonesia. Mazalat: Jurnal Pemikiran Islam, 2(1), 15–27.

Faozi, A., & Himmawan, D. (2023). Nilai-nilai pendidikan spiritual menurut Syekh Zainal Abidin Abdul Karim Al Husaini dalam Kitab Al Barzanji. Journal Islamic Pedagogia, 3(1), 90–97.

Hasan, R. (2025). Agama dalam pandangan antropolog: Perspektif sosial-budaya. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 9(1), 185–199.

Hidayah, N., Muhammad, D. H., Pramudita, A., & Aisyah, S. (2025). Pemberdayaan Muslimatan Jumat dalam pelestarian tradisi keagamaan dan penguatan solidaritas sosial di Desa Tunggak Cerme. Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat, 3(5), 328–341.

Iskandar, R. A. (2022). Kajian nilai perjuangan dalam novel Mahbub Djunaidi dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan pemanfaatannya sebagai alternatif bahan ajar novel sejarah. Al-Afkar: Journal for Islamic Studies, 160–179.

Mahda, N., Ramly, F., & Wildan, R. (2021). Pengaruh wirid Yasin terhadap spiritualitas kaum ibu di Kecamatan Sawang. Jurnal Pemikiran Islam, 1(1), 92.

Muhtadin, M. (2018). Sosialisasi Yasinan dan Tahlilan dalam komunikasi Islam (Disampaikan pada Jamaah Masjid Al Adil-Jakarta Selatan). ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 1(1), 23–29.

Munir, D. R., Fauzan, M., & Safitri, N. (2025, April 5). Pendampingan pembelajaran kitab Al-Barzanji sebagai upaya melestarikan tradisi dan menumbuhkan karakter cinta kepada Rasulullah SAW. Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1).

Muniri, A. (2020). Tradisi slametan: Yasinan manifestasi nilai sosial-keagamaan di Trenggalek. J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial), 6(2), 71–81.

Prayogi, A., & Rizqi, M. F. (2022, August). Penguatan tradisi keagamaan masyarakat Desa Rowokembu Kabupaten Pekalongan di era modernisasi. In Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNPPM) Universitas Muhammadiyah Metro, 4(1), 131.

Rizadiliyawati, R., & Agustiar, A. (2024). Relevansi ajaran Al-Qur'an dan hadis dalam era modern. AL-MIKRAJ: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 4(2), 1946.

Sudrajat, A. (2009). Al-Qur’an dalam perspektif budaya. HUMANIKA, 9(1), 1–11.

Suhartini, & Baharudin. (2021). Nilai-nilai sosial dalam budaya Maulidan Suku Sasak Bayan Desa Karang Bajo. Society: Jurnal Pengabdian dan Sosial Keagamaan, 3(2), 150–162.

Syam, A. R., Rahman, A., & Yunus, R. (2022). Tradisi Barzanji dalam persepsi masyarakat Kabupaten Bone. Diskursus Islam, 10(1), 87–98.

Zahra, A. F. (2023). Tradisi pembacaan Al-Barzanji (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Ehsaan Sukamekar Bekasi) [Skripsi, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta].

Downloads

Download data is not yet available.