Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji Meriam Ki Amuk sebagai peninggalan sejarah yang memiliki peranan penting dalam sistem pertahanan Kesultanan Banten pada masa lampau. Fokus kajian diarahkan pada dua hal utama: pertama, menelusuri tujuan pembuatan serta penggunaan Meriam Ki Amuk dalam konteks militer dan politik kesultanan; kedua, menilai makna simbolik dan nilai budaya yang melekat pada meriam tersebut sebagai bagian dari identitas masyarakat Banten. Secara fungsional, Meriam Ki Amuk bukan hanya digunakan sebagai alat pertahanan yang menjaga kawasan perairan dan pelabuhan Banten dari ancaman luar, tetapi juga menjadi lambang kekuatan, kewibawaan, dan kedaulatan kerajaan.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif-historis. Data dikumpulkan melalui telaah literatur terhadap sumber-sumber sejarah, dokumen kolonial, arsip lama, dan hasil penelitian sebelumnya. Selain itu, pengamatan langsung terhadap lokasi penyimpanan Meriam Ki Amuk turut dilakukan untuk melihat kondisi fisik, karakteristik bentuk, material, serta nilai historisnya sebagai objek museum. Pendekatan ini membantu peneliti merekonstruksi peran meriam dalam konteks sejarah secara menyeluruh.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa Meriam Ki Amuk memiliki makna penting dari sisi sejarah, politik, dan kebudayaan. Dari aspek sejarah, meriam ini menggambarkan kemampuan teknologi persenjataan pada era Kesultanan Banten. Dari aspek politik, meriam tersebut berfungsi sebagai instrumen pertahanan yang memperkokoh posisi kesultanan dalam menghadapi tekanan dan ancaman kolonial. Sementara itu, dari sisi budaya, Meriam Ki Amuk telah menjadi simbol identitas masyarakat Banten yang terus dilestarikan melalui situs sejarah dan tradisi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Meriam Ki Amuk merupakan warisan budaya bernilai tinggi yang perlu dijaga keberadaannya, baik sebagai sumber pengetahuan sejarah maupun sebagai bagian dari ingatan kolektif masyarakat.
References
Mulangkara. 2025. “wawancara tentang situs meriam ki amuk”. Hasil wawancara kelompok 1. 6 november 2025. kasemen, kota serang.
Haki, Ubay dan Diah Permatasari. 2023. “potensi wisata religi situs banten lama sebuah khazanah lokal arsitektur islam banten dalam menunjang ekonomi masyarakat di kecamatan kasemen kota serang”, Jurnal bina bangsa ekonomika 16(2) hal 537-547
Wibowo, Tubabus Umar Syarif Hadi. 2018. “Gawe kuta baluwarti bata kalawan kawis, sebuah konsep historis dan simbolis”, Jurnal Candrasangkala 4(1) hal 69-79