Abstract
Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami bagaimana teks-teks keagamaan, khususnya ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan gender, ditafsirkan dalam berbagai konteks historis dan sosial. Isu gender dalam Islam menjadi perhatian penting dalam studi keislaman kontemporer, karena berhubungan langsung dengan keadilan, relasi laki-laki dan perempuan, serta peran sosial dalam masyarakat Muslim. Dua tokoh penting yang memiliki pendekatan berbeda dalam menafsirkan ayat-ayat gender adalah Ibnu Katsir dan Faqihuddin Abdul Kodir. Ibnu Katsir merupakan representasi klasik tafsir bi al-ma’tsur yang kuat dalam basis hadis dan riwayat, sedangkan Faqihuddin Abdul Kodir dikenal dengan pendekatan Qira’ah Mubadalah yang berusaha membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara kontekstual dan berkeadilan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan apakah metode penafsiran yang digunakan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an al-‘Adzim dan Faqihuddin Abdul Kodir dalam karya-karya tafsirnya terkait ayat-ayat gender relevan jika diterapkan dalam konteks zaman modern saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif untuk menjelaskan bagaimana orientasi pemaknaan dari ayat-ayat gender terhadap kedua tokoh tersebut dapat di tafsirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir menafsirkan ayat-ayat gender dengan pendekatan tekstual berbasis riwayat, yang cenderung mempertahankan struktur relasi sosial yang patriarkal sesuai konteks zamannya, tafsir Ibnu Katsir memang sangat kuat secara metodologisnya dalam tradisi tafsir klasik. Namun, untuk menjawab tantangan di zaman modern dan isu keadilan gender, tafsir ini memerlukan reinterpretasi yang mempertimbangkan maqashid al-syari’ah khususnya prinsip keadilan dan kemaslahatan. Tanpa pendekatan ini, teks Al-Qur’an sangat beresiko jika dimaknai secara ekslusif dan tertutup terhadap perkembangan zaman dan sosial. Berbeda dengan tokoh, Faqihuddin Abdul Kodir yang menjadikan prinsip keadilan dan kesalingan sebagai fondasi dalam memahami teks dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an melalui qira’ah mubadalah. Faqihuddin Adul Kodir dalam melakukan reinterpretasi pada ayat Al-Qur’an dengan dasar maqasid al-syari’ah, yaitu tujuan syariat yang mengarahkan pada keadilan, kemaslahatan dan kesetaraan. Perbedaan ini mencerminkan dinamika dalam tradisi tafsir Al-Qur’an dan membuka ruang dialog bagi paradigma tafsir dan kalangan masyarakat terkait dalam menjawab persoalan sosial umat Islam saat ini. Perubahan paradigma dari tekstual menuju kontekstual Memungkinkan terwujudnya pemahaman Islam yang lebih adil gender dan relevan dengan nilai-nilai kemanusiaan Modern tanpa menghilangkan esensi ajaran Islam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya khazanah metode tafsir, khususnya dalam isu-isu gender, serta mendorong pendekatan tafsir yang lebih responsif terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam konteks modern.
References
Abdullah, M. A. (2020). Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika. IRCiSoD.
Al-Albani, S. M. N. (n.d.). Langkah dalam Menafsirkan Al-Qur’an. Al-Manhaj.
Al-Fawzaan, S. S. (2022). Sumber-Sumber Tafsir Al-Qur’an. Navedz.com.
Asroor, Z. (2019). TEKSTUALITAS VIS-À-VIS KONTEKSTUALITAS ( Studi Kritis Penafsiran Ayat-Ayat Politik Muhammad Asad [ 1900-1992 ]). 18(2), 152–172. https://doi.org/10.18592/jiiu.v
Badrudin. (2015). Pemikiran Tafsir Ibnu Taimiyyah. Al-Fath, 9(1), 81–94.
Fakih, M. (2008). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar.
Fitriana, M. A., & Maab, H. (2023). RELASI TEKSTUALITAS TAFSIR DAN SIKAP KEBERAGAMAAN. Tafakkur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 3(2), 189–211.
Flood, M. (2004). Men, Gender, and Development. In Development Bulletin.
Hafizullah. (2018). Metode Penafsiran Ibnu Al-Qoyyim Al-Jauziyyah. Ulunnuha, 7(1), 67–78.
Haitomi, F. (2019). Menimbang Hermeneutika Sebagai Mitra Tafsir. Nun: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir Di Nusantara, 05(2), 45–69.
Ibrahim, S. (2018). Kepemimpinan Perempuan di Ruang Publik dalam Tafsir Al-Kasysyâf Sulaiman Ibrahim. Al-Ulum, 18(2), 459–480.
Katsir, I. (1999). Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Juz 1. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Kodir, F. A. (2019). Qira’ah Mubadalah: Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam. IRCiSoD.
Komnas Perempuan. (2023). Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan 2023. Komnas Perempuan.
Lorber, J. (1994). Paradoxes of Gender. Yale University Press.
Lutfi, M. (2019). TEORI PENAFSIRAN AYAT-AYAT GENDER. Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah Dan Kemasyarakatan, 21(1), 86–115.
Matswah, A. (2014). Reinterpretasi Ayat-Ayat tentang Relasi Gender dalam Keluarga. Suhuf 2, 07(2), 303–328.
Moser, C. (1993). Gender Planning and Development: Theory, Practice and Training. Routledge.
Mubarok, R. (2023). KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM ISLAM : PERSPEKTIF HADITS SEBAGAI SUMBER RUJUKAN. Al-Bayan: Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 6(2), 292–311.
Mulia, M. (2019). Ensiklopedi Muslimah Reformis. Gramedia.
Mulia, S. M. (2005). Islam dan Inspirasi Kesetaraan Gender. LKiS.
Mustaniruddin, A. (2019). Konsep Al-Qur’an dalam Membentuk Kesejahteraan sosial Menuju Masyarakat Madani. AT-TIBYAN, 2(2), 35–53.
Rahmah, S. (2021). Tekstualitas Tafsir Al-Qur’an dalam Kitab Sabil Al-Muhtadin littafaquhi fi amr Ad-din Karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. 1.
Rasyad. (2022). Konsep Khalifah dalam Al- Qur’an (Kajian Ayat 30 Surat al-Baqarah dan Ayat 26 Surat Shaad). Ilmiah Al-Mu’ Ashirah, 19(1), 20–31.
Rofiah, N. (2019). Nalar Kritis Muslimah: Studi atas Relasi Gender dalam Islam. IRCiSoD.
Shihab, M. Q. (2007). Membumikan Al-Qur’an. Mizan.
Shihab, Q. (1996). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Mizan.
Syukri, A. (2005). Metodologi Penafsiran Al-Qur’an Kontemporer Dalam Pemikiran Fazlur Rahman. Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 53–76.
Taufik, A. (2014). “Tekstualitas Penafsiran Al-Qur’an (Analisis kritispemahaman Nasir Al-Sadi Terhadap Isu Kontemporer Dalam Tafsir Al-Karim Al-Rahman Fi Kalam Al-Mannan).” 1–172.
Umar, N. (2001). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an. Paramadina.
Wadud, A. (1999). Qur’an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective. Oxford University Press.