Abstract
Artikel ini mengkaji dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Hadis yang berkaitan dengan konsep zuhud (ketidakterikatan pada dunia), sabar (kesabaran), dan ridha (kepuasan terhadap takdir Allah). Ketiga nilai ini dianalisis sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter Muslim yang tangguh, berorientasi akhirat, dan harmonis dengan ajaran Islam. Melalui analisis teks, artikel ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai ini saling terkait dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai ketakwaan dan keseimbangan spiritual. Pendekatan ini didasarkan pada sumber-sumber otoritatif seperti kitab hadis sahih dan tafsir Al-Qur'an.
References
Departemen Agama RI. (2020). Al-Qur'an Al-Karim dan Terjemahnya. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Ibn Kathir, I. (2000). Tafsir Al-Qur'an Al-'Azim. Beirut: Dar Al-Fikr.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2010), h. 537.R. Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Kitab Zuhud, no. 4217
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, h. 24.
HR. Muslim, Sahih Muslim, Kitab al-Zuhd wa al-Raqā’iq, no. 2999.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, h. 598.
HR. Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi, Kitab al-Qadar, no. 2395.
Al-Ghazali, Ihya’ Ulum al-Din, Jilid IV (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1990), h. 112.
Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat (Bandung: Mizan, 2013), h. 219.