RESEPSI AYAT NUSYUZ (AN-NISA: 34) DALAM SISTEM MATRILINEAL DI MINANGKABAU : STUDI KOMPARASI TAFSIR Al-AZHAR DAN TEKS BUDAYA
pdf

Keywords

Resepsi, ayat nusyuz, sistem matrilineal minangkabau

How to Cite

RESEPSI AYAT NUSYUZ (AN-NISA: 34) DALAM SISTEM MATRILINEAL DI MINANGKABAU : STUDI KOMPARASI TAFSIR Al-AZHAR DAN TEKS BUDAYA. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 18(1), 1201-1210. https://cibjournal.com/index.php/tashdiq/article/view/7172

Abstract

ABSTRAK

Penafsiran tekstual terhadap ayat-ayat nusyuz (QS. An-Nisa: 34) sering kali memberikan legitimasi teologis bagi suami untuk mendisiplinkan istri, termasuk melalui hukuman fisik. Namun, konsep otoritas mutlak ini mengalami benturan sosiologis ketika dihadapkan pada sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau yang menempatkan perempuan dalam posisi privilese adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme resepsi dan pola negosiasi hukum antara teks wahyu yang patriarkis dengan struktur budaya yang matriarkis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Sumber data primer merujuk pada Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka sebagai representasi pandangan Islam dan literatur hukum adat karya Idrus Hakimy Dt. Rajo Penghulu sebagai representasi adat. Analisis dilakukan menggunakan teori resepsi fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Minangkabau melakukan redefinisi kreatif terhadap konsep nusyuz. Otoritas pendisiplinan istri tidak dijalankan secara literal oleh suami yang berstatus sebagai sumando (pendatang), melainkan dialihkan fungsinya kepada lembaga adat atau Ninik Mamak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadi resepsi fungsional di mana perintah Al-Qur'an untuk mendidik istri tetap dilaksanakan, namun instrumen kekerasan fisik disubstitusi dengan kontrol sosial adat yang nirkekerasan. Hal ini membuktikan bahwa hukum Islam mampu beradaptasi secara harmonis tanpa kehilangan esensi moralnya di tengah kuatnya budaya lokal.

 

Kata kunci: Resepsi, ayat nusyuz, sistem matrilineal minangkabau

 

 ABSTRACT

Textual interpretation of nusyuz verses (QS. An-Nisa: 34) often provides theological legitimacy for husbands to discipline their wives, including the use of physical punishment. However, this concept of absolute authority encounters a sociological clash when confronted with the Minangkabau matrilineal kinship system, which places women in a privileged customary position. This study aims to analyze the reception mechanisms and legal negotiation patterns between patriarchal revelation texts and matriarchal cultural structures. This research employs a qualitative method with a library research design. Primary data sources refer to Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka, representing the Islamic view, and customary law literature by Idrus Hakimy Dt. Rajo Penghulu, representing the Adat view. The analysis is conducted using functional reception theory. The results indicate that the Minangkabau society undertakes a creative redefinition of the nusyuz concept. The authority to discipline the wife is not executed literally by the husband, who holds the status of sumando (guest), but is functionally transferred to the customary institution or Ninik Mamak (maternal uncles). The study concludes that a functional reception occurs where the Quranic command to educate the wife is upheld, but the instrument of physical violence is substituted with non-violent customary social control. This demonstrates that Islamic law is capable of adapting harmoniously without losing its moral essence amidst strong local culture.

 

Keywords: reception, ayat nusyuz, Minangkabau matrilineal kinship system

pdf

References

DAFTAR PUSTAKA

Alya Azaly, muhammad faisal hamdani. “KONSEP NUSYUZ SUAMI MENURUT PANDANGAN FAQIHUDDIN ABDUL KODIR TAFSIR QS. AN NISA AYAT 34 DAN 128 Alya” 7 (2025).

amir syarifudin. Pelaksanaan hukum kewarisan islam dalam lingkungan adat Minangkabau. Jakarta, 1984. Gunung Agung.

Amri, Mufti Ulil. “Ketimpangan Peran Domestik Rumah Tangga dalam Cerai Gugat Pada Masyarakat Minangkabau,” 2021.

Burngin, Burhan. “Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis Ke Arah Ragam Varian Kontemporer,” 90–95. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2008.

Buya Hamka. Islam dan Adat Minangkabau. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1985.

———. Tafsir Al-Azhar: Jilid 2 (Surah Ali Imran - An-Nisa). gema insani, 2015.

Firman. “Perubahan Fungsi dan Peran Mamak dalam Keluarga Matrilineal di Minangkabau.” Journa Socius 5 (2018): 12–25.

Husni, Mela. “Penyelesaian Nusyuz di nagari sungai durian kecamatan patamuan kabuoaten padang pariaman” 7, no. 1 (2022).

idrus hakimy. Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994.

isni nur khayati. “KONSEP NUSYUZ DALAM FIKIH GENDER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENERAPAN HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA,” 2023.

Levi-strauss, Jean Claude. “SISTEM KEKERABATAN DALAM KEBUDAYAAN MINANGKABAU : PERSPEKTIF ALIRAN FILSAFAT STRUKTURALISME,” n.d.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.

mughniatul ilma. “Kontekstualisasi ayat nusyuz di indonesia” 30 (2019): 47–74.

Navis, A.a. alam terkembang jadi guru. grafiti pers, 1984.

Nurman, Silmi Novita. “Keudukan perempuan minangkabau dalam perspektif gender.” jurnal al-aqidah 11 (2019).

Putra, Rinaldi Eka. “Upaya Pencegahan Perceraian Berbasis Keluarga Luas dan Institusi Lokal dalam Masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat” 34, no. 2 (2013). https://doi.org/10.7454/ai.v34i2.3966.

Sari, Mira Kumala, dan Sandi Ibrahim Abdullah. “ANALISIS RESEPSI MAHASISWA MAGISTER ILMU KOMUNIKASI UNISBA TERHADAP VIDEO " MENDEBAT SI PAWANG HUJAN "” 5, no. 2 (2022): 275–85.

Siska, Felia. “Analisis perubahan peran dan fungsi keluarga pada masyarakat Minangkabau dalam teori feminisme dan teori kritis” 6, no. 1 (2022): 191–205.

Soekarno-hatta, Jalan. “KONSEPSI NUSYUZ DAN SIQAQ DALAM HUKUM” 83124 (n.d.).

Sola, Ermi. “BUNDO KANDUANG MINANGKABAU Vs KEPEMIMPINAN” 4, no. 1 (2020): 346–59.

Taufik Abdullah. “Adat and Islam : An Examination of Conflict in Minangkabau” 2, no. 2 (1966): 1–24.

Yaswirman. Hukum Keluarga: Karakteristik dan Prospek Doktrin Islam dan Adat dalam Masyarakat Matrilineal Minangkabau. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011.

Downloads

Download data is not yet available.