Dari Dapur ke Barikade: Studi Kasus tentang Solidaritas dan Perlawanan Perempuan terhadap Perampasan Tanah di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Tahun 2024–2025

Authors

  • Budi Irawan Universitas Udayana Author
  • Gede Indra Pramana, S.IP., M.A. Author
  • Dr. Piers Andreas Noak, SH.,M.Si. Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.17221127

Keywords:

perempuan, mandalika, solidaritas, new social movement, ekofeminisme, Keadilan agraia

Abstract

Penelitian ini menelaah dinamika solidaritas dan perlawanan perempuan di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terhadap perampasan tanah dan ruang hidup. Pembangunan pariwisata berbasis investasi menimbulkan kerentanan berlapis: hilangnya akses atas tanah, laut, dan padang penggembalaan mengikis sumber penghidupan, memperberat beban domestik, serta memperdalam eksklusi politik perempuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus di tiga dusun terdampak, data diperoleh melalui wawancara, observasi partisipatif, serta dokumen sekunder, kemudian dianalisis menggunakan kerangka new social movement theory dan ekofeminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Mandalika membangun solidaritas lokal melalui praktik gotong royong, pertemuan rutin, dan aksi kolektif, yang kemudian diperluas lewat jejaring dengan organisasi perempuan, kelompok mahasiswa, serta Komnas Perempuan. Proses ini melahirkan identitas kolektif yang mentransformasi perempuan dari korban menjadi subjek politik dengan empat tuntutan utama: tidak adanya konsultasi bermakna, kegagalan relokasi, kompensasi tidak layak, dan absennya pemulihan sosial-ekonomi. Temuan menegaskan bahwa perjuangan perempuan Mandalika mencakup klaim atas hak hidup, martabat, dan keadilan agraria, serta menyoroti urgensi gender impact assessment, partisipasi bermakna, dan pembangunan alternatif yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afra, Sayyidatiihayaa. (2023). Kehidupan Perempuan Sasak Ditelan Proyek Sirkuit Mandalika yang Maskulin. Project Multatuli. Diakses Melalui https://projectmultatuli.org/kehidupan-perempuan-sasak-ditelan-proyek-sirkuit-mandalika-yang-maskulin/

Agarwal, B. (1994). A Field of One’s Own: Gender and Land Rights in South Asia. Cambridge University Press.

AIIB. (2022). Environmental and Social Review Summary – Mandalika Urban Development.

Atikah, Amalia Risti; Siscawati, Mia; Adelina, Shelly. (2024). Aksi Kolektif Perempuan Nelayan Puspita Bahari di Pesisir Demak: Membangun Solidaritas untuk Transformasi Sosial. Jurnal Perempuan, 29(3)

Budiardjo, M. (2003). Dasar-dasar ilmu politik. Gramedia pustaka utama.

Federici, S. (2012). Revolution at Point Zero: Housework, Reproduction, and Feminist Struggle. PM Press.

Fitri, A. I., & Akbar, I. (2017). Gerakan sosial perempuan ekofeminisme di pegunungan kendeng provinsi jawa tengah melawan pembangunan tambang semen. CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(1), 83-102.

Fraser, N. (2009). Scales of justice: Reimagining political space in a globalizing world (Vol. 31). Columbia university press.

Hanik, U., & Khamidah, N. (2022). Ekoteologi Masyarakat Lombok dalam Tradisi Bau Nyale. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 10(1), 131-151.

Hapsari, D. R. (2016). Peran jaringan komunikasi dalam gerakan sosial untuk pelestarian lingkungan hidup. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 1(1), 25-36.

Harvey, D. (2003). The New Imperialism. Oxford University Press.

Hendrastiti, T. K., & Irianto, S. (2020). Persistent Courage of the Local Women Resistance Toward Undemocratic Policies. ETNOSIA: Jurnal Etnografi Indonesia, 5(2), 229–248.

Hulfa, I., Minanda, H., & Rojabi, S. H. (2024). TINGKAT PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA KEK MANDALIKA DI KUTA KABUPATEN LOMBOK TENGAH. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(1), 419-430.

Indrawasih, R., & Pradipta, L. (2021). Pergerakan sosial perempuan pesisir dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan kesetaraan gender. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(1), 105-117.

Keck, M. E., & Sikkink, K. A. (2014). Activists beyond borders: Advocacy networks in international politics. Cornell University Press.

Kemmerer, L. (2001). Ecofeminist Philosophy. The Philosophers' Magazine, (16), 60-60.

Khaeroni, C., & Halidin, A. (2018). Pendidikan Islam Inklusif Gender (Studi Kritis Ekofeminisme Vandana Shiva).

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2025). Desak penghentian penggusuran Mandalika: Pertimbangkan partisipasi bermakna warga perempuan sebagai bentuk tanggung jawab hak asasi manusia (Siaran Pers).

Komnas HAM. (2021). Laporan Pengaduan Masyarakat Terkait Proyek KEK Mandalika.

KPPII. (2023). Ringkasan Eksekutif Survei Dampak Sosial KEK Mandalika.

Maulana, R., & Supriatna, N. (2019). Ekofeminisme: Perempuan, alam, perlawanan atas kuasa patriarki dan pembangunan dunia (Wangari Maathai dan Green Belt Movement 1990-2004). FACTUM: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 8(2), 261-276.

Melucci, A. (1996). Challenging Codes: Collective Action in the Information Age. Cambridge University Press.

OHCHR. (2021). UN Experts Alarmed at Human Rights Abuses in Mandalika Tourism Project. https://www.ohchr.org/en/press-releases/2021/03

Pintakami, L. B., Sukesi, K., & Yuliati, Y. (2024). ANALYSIS THE FACTORS AFFECTING THE ROLE OF COASTAL WOMEN’S IN FOOD SECURITY AND PREVENTING BEACH ABRASION IN INDONESIA. Agricultural Socio-Economics Journal, 24(2), 87-96.

Pradhani, S. I. (2019). Diskursus teori tentang peran perempuan dalam konflik agraria. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 5(1), 69-83.

Priyatna, A., Subekti, M., & Rachman, I. (2017). Ekofeminisme dan gerakan perempuan di Bandung. Patanjala, 9(3), 291977.

Puspitasari, D. (2017). Gerakan Perempuan Melawan Korporasi Tambang (Studi Perspektif Gender di Pegunungan Kendeng Utara, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah) (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Roviana, S. (2015). Pendidikan Politik Koalisi Perempuan Yogyakarta Wilayah Yogyakarta 2000-2008. Jurnal Sosiologi Reflektif, 9(2), 119-137.

Sari, D. K., & Siahainenia, R. R. (2015). Gerakan sosial baru di ruang publik virtual pada kasus Satinah. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1).

Sharnappa, P. S. (2016). Reconstructing ecofeminism: A study of Kamala Markandaya’s nectar in a sieve. Cogent Social Sciences, 2(1), 1243772.

Shiva, V. (1988). Staying Alive: Women, Ecology and Development. Zed Books.

Shiva, V. (1993). Ecofeminism. Zed Books.

Sukmana, O. (2016). Konsep dan teori gerakan sosial. Intrans Publishing.

Suryakusuma, J. I. (1987). State Ibuism: The social construction of womanhood in the Indonesian new order (Doctoral dissertation, Institute of Social Studies, The Hague, Netherlands).

Touraine, A. (1985). An Introduction to the Study of Social Movements. Social Research, 52(4), 749–787.

Törnquist, O. (2006). Assessing democracy from below: a framework and Indonesian pilot study. Democratization, 13(02), 227-255.

WALHI NTB. (2024). Ambisi pembangunan KEK Mandalika, nasib warga yang terpinggirkan, ancaman kemerosotan sosial dan lingkungan bagi masyarakat lingkar kawasan. Riset-Advokasi: Investasi China dalam pembangunan infrastruktur kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok Tengah - NTB.

Wardhani, A. A., Susilowati, I., & Nugroho, S. B. M. (2023). Empowerment of Gender-Based Small-Scale Fishers to Strengthen the Coastal Economy: Case Study Batang Regency. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(2).

World Bank. (2019). How to ensure better outcomes for women in resettlement: A toolkit. World Bank Group.

Downloads

Published

2025-09-29

How to Cite

Dari Dapur ke Barikade: Studi Kasus tentang Solidaritas dan Perlawanan Perempuan terhadap Perampasan Tanah di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Tahun 2024–2025. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(6), 101-110. https://doi.org/10.5281/zenodo.17221127

Similar Articles

11-20 of 149

You may also start an advanced similarity search for this article.