DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME BAGI KONDISI MENTAL DAN EMOSIONAL ANAK

Authors

  • Nur Salsabillah Ariyanti Universitas Pendidikan Indonesia Author
  • Yani Achdiani Universitas Pendidikan Indonesia Author
  • Sarah Nurul Fatimah Universitas Pendidikan Indonesia Author

Keywords:

Keluarga Broken Home, Kesehatan Mental Anak, Kesejahteraan Emosional, Sosiologi Keluarga, Kajian Pustaka

Abstract

Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar mengenal kehidupan, membangun karakter, dan memahami nilai-nilai sosial. Realitanya, tidak semua keluarga dapat mempertahankan keharmonisan dan kestabilan tersebut, seringkali berujung pada kondisi broken home. Situasi ini berdampak langsung pada anak yang kehilangan perhatian dan kasih sayang dari salah satu atau kedua orang tuanya. Anak-anak dari keluarga broken home sering kali merasakan tekanan emosional yang mendalam, dan cenderung mudah cemas, sedih, dan kehilangan semangat hidup. Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis pengaruh broken home terhadap kondisi mental dan emosional anak serta memberikan solusi untuk membantu anak mengatasi dampak tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari hasil penelitian terdahulu yang telah diterbitkan dalam bentuk jurnal atau artikel ilmiah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keluarga broken home adalah kondisi di mana keutuhan keluarga mengalami keretakan yang berpengaruh besar terhadap kondisi mental anak. Anak yang hidup dalam lingkungan konflik sering menunjukkan tanda-tanda gangguan psikologis seperti stres, depresi, kecemasan, dan kehilangan motivasi hidup, serta ketidakstabilan emosional yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem. Peran keluarga sangat penting dalam menjaga kesehatan mental dan emosional anak. Dukungan dari orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu anak menyesuaikan diri dan memberikan dukungan emosional agar mereka tetap bisa berkembang secara positif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifah, M., Suhaili, N., & Irdamurni. (2021). Children’s learning achievement and personality from the broken home family. Journal of Educational and Learning Studies, 4(2), 237–247.

Afriadi, A. I., & Oleo, U. H. (2020). Catatan keluarga broken home dan dampaknya terhadap mental anak. Well-Being: Journal of Social Welfare, 1(1), 31–41.

Alyaa Prameswari, S., & Muhid, A. (2022). Dukungan sosial untuk meningkatkan psychological well-being anak broken home: Literature review. Jurnal Psimawa, 5(1), 1–9.

Ariyanto, K. (2023). Dampak keluarga broken home terhadap anak. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 15–23.

Bau Ratu, N., Elfira, N., Machfirah, A., Al Ansyari, A. F., Ahmad, J., & Wahyu. (2024). Kesehatan mental anak broken home. Jurnal Wahana Didaktika, 22(3), 1–10.

Dalimuhthe, S. W., Junaidi, & Is, F. (2024). Mental health of children from broken homes in toxic environments: An analysis from the Qur’anic perspective. Raushan Fikr: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 13(1).

Elviona, N. (2024). Waspadai dampak broken home terhadap emosional anak usia dini. Jurnal Jendela Bunda, 7(2).

Fachridatul, A., & Hartati, M. T. S. (2022). Hubungan antara regulasi emosi dan perilaku agresif pada siswa broken home. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 13(2).

Fadiyah, P. N., & Masnida. (2025). Teknik CBT: Self regulated learning pada siswa broken home. Jurnal Consulenza: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 8(1).

Humairah, A. P., & Komalasari, S. (2024). Dampak depresi pada generasi Z akibat broken home. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 11(2), 1275–1294.

Maghfiroh, N. L., Siregar, R. D., Sagala, D. S., & Khadijah. (2022). Dampak tumbuh kembang anak broken home. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(4).

Mahendra, J. P., Rahayu, F., & Ningsih, B. S. (2022). Dampak keluarga broken home terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun (Studi kasus di TK Sedesa Tegal Maja Lombok Utara). Jurnal Pendidikan Mandala, 7(2), 562–566.

Mamuly, W. F. (2021). Dampak psikologi dan sosial terhadap kesehatan mental anak korban broken home di Desa Hattu Kabupaten Maluku Tengah. Tunas-Tunas Riset Kesehatan, 11(1), 17–20.

Maslahah, S. M., Isnaini, L. S., & Prasetiya, B. (2023). Perkembangan sosial emosional anak broken home usia 4 tahun di Desa Sukapura Kabupaten Probolinggo. Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak, 4(1), 69–84.

Massa, N., Rahman, M., & Napu, Y. (2020). Dampak keluarga broken home terhadap perilaku sosial anak. Jambura Journal of Community Empowerment, 1(1), 1–12.

Munandar, A., Purnamasari, S. E., & Peristianto, S. V. (2020). Psychological well-being pada keluarga broken home. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 22(1), 46–52.

Mutiara, Y., & Dwistia, H. (2025). Perkembangan emosional anak usia dini pada kondisi keluarga broken home. Jurnal Pelangi, 7(2).

Muttaqin, I., & Sulistyo, B. (2019). Analisis faktor penyebab dan dampak keluarga broken home. Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak, 6(2), 245–256.

Sigiro, J. S., Alexander, F., & Al-Ghifari, M. A. (2022). Dampak keluarga broken home pada kondisi mental anak. Prosiding Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial (SNIIS), 1(2), 766–775.

Simanjuntak, R. I., & Latuihihin, J. (2023). Keluarga yang broken home dan perkembangan karakter anak di SMP Negeri 2 Sentani Jayapura. REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(1).

Downloads

Published

2025-11-20

How to Cite

DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME BAGI KONDISI MENTAL DAN EMOSIONAL ANAK. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(8), 431-440. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/1735

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

21-30 of 322

You may also start an advanced similarity search for this article.