HARMONISASI ANTAR GENERASI MELALUI RUATAN DIENG CULTURE FESTIVAL SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DI ERA MODERNISASI

Authors

  • Kamila Dzakiatuz Zahra Universitas Negeri Semarang Author
  • Bunga Nirvana Universitas Negeri Semarang Author
  • Deandra Kimiko Shafira Zahra Universitas Negeri Semarang Author
  • Muhammad Adymas Hikal Fikri Universitas Negeri Semarang Author

Keywords:

Ruatan, Dieng Culture Festival (DCF), Harmonisasi Antar Generasi, Kearifan Lokal, Modernisasi

Abstract

Artikel ini menganalisis peran Ruatan Dieng Culture Festival (DCF) sebagai sarana esensial untuk mencapai harmonisasi antar generasi dan pelestarian kearifan lokal masyarakat Dieng di tengah tantangan modernisasi. Tradisi unik ini berpusat pada ritual Ruwatan (pemotongan rambut gimbal), yang menurut kepercayaan lokal Dataran Tinggi Dieng adalah titipan gaib dari Kyai Kolo Dete dan Dewi Roro Ronce yang membawa kemakmuran, dan kini diselenggarakan secara kolektif dan massal sebagai acara puncak DCF. Studi ini mengadopsi pendekatan Penelitian Hukum Normatif-Empiris (Socio-Legal Research). Secara normatif, penelitian ini menganalisis kerangka hukum terkait pelestarian budaya dan cagar budaya (termasuk Pasal 18B ayat (2) UUD 1945, UU No. 5/2017, dan UU No. 11/2010). Sementara itu, pendekatan empiris/sosiologis digunakan untuk menyelidiki implementasi Ruwatan, dinamika interaksi antar generasi, dan dampak komersialisasi festival di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci (tokoh adat, Pokdarwis, orang tua anak gimbal) dan Observasi Partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DCF berhasil menjadi ruang mediasi antara nilai-nilai tradisi yang sakral dengan tuntutan modernitas. Ritual Ruwatan dikombinasikan dengan agenda hiburan dan pariwisata (seperti Jazz di Atas Awan dan Kirab Budaya) untuk menarik partisipasi, khususnya generasi muda. Namun, keberhasilan ini tidak terlepas dari kontroversi dan faktor penghambat utama, yaitu kekhawatiran mengenai pudarnya keotentikan dan kesakralan ritual akibat komersialisasi dan orientasi keuntungan finansial semata. Selain itu, pengaruh globalisasi dan media sosial juga disinyalir menyebabkan sebagian tradisi lokal mulai dianggap tidak relevan oleh generasi muda. Pada akhirnya, disimpulkan bahwa DCF memiliki peran krusial sebagai sarana pelestarian kearifan lokal dan harmonisasi sosial. Keberlanjutan peran ini memerlukan komitmen kolaboratif yang kuat dari masyarakat, pemangku adat, dan pemerintah untuk menyeimbangkan pengembangan pariwisata dengan kewajiban melindungi kemurnian mitos rambut gimbal secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chandra, F. (2020). Peran Masyarakat Hukum Adat Dalam Mewujudkan Pelestarian Lingkungan Hidup. Ekopendia, 5(1), 105.

Erika, A., Arif, S. (2024). Ruwatan Rambut Gimbal : Simbol Keharmonisan Antara Manusia dan Alam di Dieng Wonosobo.

Fauni, R. N., & Sukmayadi, T. (2022). Nilai-Nilai Kearifan Lokal yang Terkandung dalam Dieng Culture Festival (DCF) di Banjarnegara untuk Membangun Karakter Bangsa. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(2), 97-99.

Fauni, Rizky Nailatul. “Nilai-Nilai Kearifan Lokal yang Terkandung dalam Dieng Culture Festival (DCF) Di Banjarnegara untuk Membangun Karakter Bangsa.” Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, vol. Volume 3, 2022, Hlm. 92-105.

Febriyanto, A., Riawanti, S., & Gunawan, B. (2018). Mitos rambut gimbal: Identitas budaya dan komodifikasi di dataran tinggi Dieng. Umbara, 2(1). 6-7.

Hibatullah, N. A, (2021). Komunikasi Pemasaran Pariwisata Berkelanjutan Melalui Event Dieng Culture Festival. Jurnal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Hidayatullah, W. (2020). Pola Komunikasi Pada Acara Ritual Ruwatan Potong Rambut Gembel di Dieng Wonosobo. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP), 9(2), 125.

Intani, Y. D. (2022). Pengelolaan Budaya Lokal Dalam Event Dieng Culture Festival. Jurnal Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Jati, D. H. P., Listiarum, F., Aprilia, H., & Oktovian, A. U. T. (2025). Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter Nasionalisme Dengan Mempertahankan Kearifan Lokal. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(2), 15-18. DOI: https://doi.org/10.37329/cetta.v8i2.4043

Kholisna, K., Yusmantoro, S. A., Hanurogo, R. S., Aziz, A. R. S. A., Niravita, A., & Fikri, M. A. H. (2025). Implementasi Pendaftaran Tanah Pertama Kali Dalam Upaya Pencegahan Sengketa Pertanahan. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(5), 9906.

Kusumastuti, R. D., & Priliantini, A. (2017). Dieng Culture Festival: Media komunikasi budaya mendongkrak pariwisata daerah. Jurnal Studi Komunikasi, 1(2), 163-185.

Lestari, A. A & Utami, R. P. (2023). Analisis Perencanaan dan Penyelenggaraan Event Ekowisata pada Dieng Culture Festival. Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis.

Malidya, P. A., Ayu, S. K., Meisa. S. (2020). Pengembangan Pariwisata Budaya di Kawasan Dataran Tinggi Dieng dalam Satu Dasawarsa Dieng Culture Festival.

Nugroho, D. Y., Subeni F., & S Suswanto. (2023). Strategi Pengembangan Kawasan wisata Dieng Berbasis Local Wisdom. Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta.

Nursaid, D., Muhadli, R. A., & Zurinani, S. (2022). Ganenan, Pawon, Dan Dieng Culture Festival: Media Interaksi Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pariwisata Dieng. Studi Budaya Nusantara, 6(2), 125-130.

Nuryanti, N., Mukaromah, S., & Mubin, N. (2024). Pengaruh Globalisasi terhadap Identitas Budaya Lokal dan Dinamika Sosial Masyarakat di Dieng Wonosobo. Journal Sains Student Research, 2(6), 243-244. DOI: https://doi.org/10.61722/jssr.v2i6.2961

Oktavia, R. W., Handayani, S., Kom, M. I., Rahmawati, F. Y., Kom, S. I., & Kom, M. I. Makna Upacara Ruwatan Anak Rambut Gimbal Bagi Pemangku Adat Desa Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara Melalui Perspektif Komunikasi Ritual.

Sembada, A. D. N., (2023). Perancangan Typeface sebagai Identitas Visual Dieng Culture Festival. Universitas Sebelas Maret.

Suprobowati, G. D. (2021). DCF (Dieng Culture Festival), Wujud Harmonisasi Antara Kearifan Lokal, Agama dan Sosial Ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng. Journal of Law, Society, and Islamic Civilization, 9(1), 22.

Tri, Y. S., Heri, K. (2023). Melestarikan Event Dieng Culture Festival Sebagai Wujud Kearifan Lokal di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah, 5(2), 59-60.

Widjaja, G. (2025). Dinamika Pengakuan Dan Perlindungan Hukum Adat Dalam Perspektif Generasi Muda: Tinjauan Kepustakaan Terhadap Regulasi Turunan Dan Tantangan Implementasi Di Indonesia. Journal Of Law And Nation, 4(1), 133-138.

Downloads

Published

2025-11-26

How to Cite

HARMONISASI ANTAR GENERASI MELALUI RUATAN DIENG CULTURE FESTIVAL SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DI ERA MODERNISASI. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(8), 661-670. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/2040

Similar Articles

51-60 of 215

You may also start an advanced similarity search for this article.