DAMPAK KONDISI BROKEN HOME TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK
Keywords:
keluarga , kesehatan mental, broken home, dukungan sosial, kesehatan mental anak, kesejahteraan emosionalAbstract
Keluarga merupakan faktor utama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Keluarga atau orang tua berperan untuk memastikan anak-anaknya sehat, aman, memberikan kasih sayanag, penerimaan, menyediakan sarana prasarana serta arahan atau bimbingan kepada anak. Namun tidak semua anak memiliki kesempatan tersebut. Di era modern ini, fenomena broken home semakin sering terjadi dan menjadi masalah sosial yang kompleks. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji dampak kondisi broken home terhadap Kesehatan mental anak melalui studi literatur dari berbagai sumber yang relevan dengan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dalam keluarga broken home memiliki risiko yang jauh lebih tinggi mengalami gangguan Kesehatan mental dibandingkkan dengan anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang harmonis. Fenomena broken home yang disebabkan oleh penceraian, kematian, atau konflik berkepanjangan, akan mempengaruhi kondisi anak mengalami gangguan psikologis seperti stress, kecemasan, depresi, dan rentan mengalami perasaan tidak aman serta kehilangan arah. Dampaknya tidak hanya terbatas pada aspek psikologis, tetapi juga memengaruhi prestasi akademik dan perilaku sosial mereka. Namun penelitian ini juga menekankan bahwa dengan adanya dukungan yang tepat dari lingkungan sekitar, seperti guru, teman, konselor, atau keluarga besar yang penuh empati, anak dari keluarga broken home masih memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang secara positif.
Downloads
References
Burhanuddin, H., & Thohiroh, M. (2021). Pola Asuh Orang Tua pada Anak Broken Home: Studi di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Absorbent Mind, 1(2), 41–53. https://doi.org/10.37680/absorbent_mind.v1i02.1116
Hartanti, S. S., & Salsabila, V. (2020). Analisis kondisi fisik dan psikis terhadap anak korban brokenhome.EDUSAINTEK4. https://prosiding.unimus.ac.id/index.php/edusaintek/article/viewFile/600/601
Irani, L. C., & Laksana, E. P. (2018). Konsep diri dan keterbukaan diri remaja broken home yang diasuh nenek (Doctoral dissertation, State University of Malang).https://www.academia.edu/download/82295170/5336.pdf
MAHARANI, N. A. (2025). DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP KESEHATAN MENTAL SISWA SMA NEGERI 9 KOTA CIREBON (Doctoral dissertation, SI-Bimbingan Konseling Islam UINSSC). http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/16153
Mahnunin, J., & Ridjal, T. (2021). Identifikasi Tingkah Laku Siswa dari Keluarga Broken Home (Studi Kasus tentang Keluarga Broken Home dan Tingkah Laku Siswa MTs). Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia, 4(1), 29-46. https://ejournal.undar.or.id/index.php/Thalaba/article/view/118
Massa, N., Rahman, M., & Napu, Y. (2020). Dampak Keluarga Broken Home Tehadap Perilaku Sosial Anak. Jambura Journal of Community Empowerment, 1-12. https://doi.org/10.37411/jjce.v1i1.92
Matondang, F. S. P., Astuti, N. H., Rokan, N. H., Dewi, A. P., & Andinata, M. P. (2024). Peran Dukungan Sosial terhadap Trauma Broken Home pada Anak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 26622-26629. https://core.ac.uk/download/pdf/617054548.pdf
Nasichah, M. A., Fadhil, M., & Parliah, P. EFEK BROKEN HOME PADA KESEHATAN MENTAL ANAK. http://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/stu/article/view/1968
Priska Adristi, S. (2023). Peran Orang Tua pada Anak dari Latar Belakang Keluarga Broken Home . Lifelong Education Journal, 1(2), 131–138. https://doi.org/10.59935/lej.v1i2.30
Rofiqah, T., & Sitepu, H. (2019). Bentuk kenakalan remaja sebagai akibat broken home dan implikasinya dalam pelayanan bimbingan konseling. KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program, 6(2).https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/2136
Sari, M. A., Fitria, L., & Radyuli, P. (2023). Permasalahan siswa dari keluarga broken home. Jurnal Pti (Pendidikan Dan Teknologi Informasi) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universita Putra Indonesia" Yptk" Padang, 87-92. http://jpti-upiyptk.org/ojs/index.php/jpti/article/view/176
Savitri, D. I., Degeng, I. N. S., & Akbar, S. D. (2016). Peran Keluarga dan guru dalam membangun karakter dan konsep diri siswa Broken Home di Usia Sekolah Dasar (Doctoral dissertation, State University of Malang).https://doi.org/10.17977/jp.v1i5.6288
Wandi Arputra Fanani, & Mhd. Fuad Zaini Siregar. (2024). Analisis Komunikasi Anak Broken Home Pasca Perceraian Orang Tua. Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 2(1), 145–160. https://doi.org/10.61930/jsii.v2i1.641
Yahya, M. I., Garlis, M. C., & Oktafiana, Z. (2025). Dampak Broken Home terhadap Fokus Belajar Siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP), 3(3), 94-101. https://jurnalcendekia.id/index.php/jipp/article/view/559

