PEREMPUAN NIAS DALAM MELESTARIKAN BUDAYA TARI MAENA DI DESA SIOFABANUA KECAMATAN TUHEMBERUA KABUPATEN NIAS UTARA

Authors

  • Putri Juniman Zega Universitas Sumatera Utara Author
  • Hairani Siregar Universitas Sumatera Utara Author

Keywords:

perempuan, melestarikan budaya, tari maena

Abstract

Fenomena judi online telah menjadi masalah sosial yang semakin

Desa Siofabanua merupakan salah satu desa yang berada di pulau Nias, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara. Desa Siofabanua merupakan desa yang kaya dengan kebudayaan dan adat istiadat, yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat. Kekayaan budaya dan adat istiadat yang unik telah menjadi perempuan pilar dalam masyarakat. Perempuan Nias dalam sistem ajaran budaya Nias mengembangkan budaya dan nilai-nilai budaya terutama dalam Tari Maena. Melestarikan budaya Tari Maena , tidak hanya identitas budaya yang terjaga tetapi juga kesejahteraan perempuan dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan Nias dalam melestarikan budaya Tari Maena di Desa Siofabanua. Tari Maena merupakan bagian dari budaya tradisional Nias yang ditarikan secara bersama sama. Maena menjadi pengembangan tradisi masyarakat pada masa lampau, yang hingga kini terpelihara sebagai budaya Nias. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam melestarikan dan mempertahankan budaya Tari Maena di Desa Siofabanua dengan mengacu pada pendekatan Hawkins, yang mencakup pengetahuan, seni, moral dan adat istiadat. Perempuan dalam melestarikan budaya Tari Maena mengajarkan kepada generasi muda untuk di lestarikan serta mengadakan festival dengan sarana prormosi, edukasi dan dnegan memanfaatkan media sosial untuk ditampilkan dan di kenal lebih luas oleh seluruh Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan agar perempuan Nias khususnya di Desa siofabanua selalu mempertahankan budaya adat Nias Tari Maena, mempertahankan tradisi budaya asli Nias Tari Maena.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. W. (2013). Qualitative, Quantitative Inquary Research Design: Choosing Among Five Approaches, (4ht ed), sage publications .

Hanum, F. (2018). Kajian dan Dinamika Gender. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono, D. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Cv. Alfabeta

Feldman, Jerome. (1990). Nias And Its Traditional Sculptures dalam J.A. Feldman, et. al. (ED). Nias Tribal Treasures, Cosmic Reflections in Stone, Wood and Gold, 123-456. Delft: Volkenkundig Museum Nusantara.

Gea, T. B. (2021). Orientasi Nilai Budaya Masyarakat Nias dalam Maena pada Upacara Falöwa. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 4(4), 487 498.

Gulo, Oktaviani, and Ervina Marimbun Rosmaida Siahaan. 2023. “Depictions of Religiosity in Married Nias Women.” Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi11(3): 407.

Gulo, M., Halawa, N., Riana, R., & Bu’ulolo, Y. (2024). Resistensi Perempuan Nias Terhadap Dominasi Budaya Patriarki Melalui Pendidikan. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(9), 10402-10413.

Hawkins, petter.2012. Creating a Coaching Culture. New york: Mc Graw Hill.

Islamita, Y. D., & Maharani, D. (2022). Studi Semiotika Tarian Silampari Kayangan Tinggi Yang Dipertahankan Komunitas Bening Di Kota Lubuklinggau. Jurnal Inovasi, 16(2), 45-51.

Koentjaraningrat. (1990). Sejarah Teori Antropologi II. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Lewis, M. (1983). Conservation: A Regional Point of View (dalam M. Bourke, M. Miles dan B. Saini), eds Protecting the Past for the Future. Canberra Australian: Government Publishing Service.

Mendrőfa, S. W. (1981). Fondrakő Ono Niha: Agama Purba-Hukum Adat MitologiHikayat Masyarakat Nias. Jakarta Raya: Inkultra Foundation Inc

Natalis, A. (2020). Urgensi Kebijakan Penyelenggaraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dalam Mewujudkan Kesejahteraan Perempuan. Pandecta Research Law Journal, 15(1), 64-73.

Pamardi, S., Haryono, T., Soedarsono, R. M., & Kusmayati, A. H. (2014). Karakter dalam Tari Gaya Surakarta. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 12(2).

Reisinger, Y. (2009). International tourism: Cultures and behavior. Butterworth Heinemann.

Siallagan, R. M. M., Putri, S. M., & Purba, M. (2023). Perkembangan Perubahan Budaya Tari Tor Tor Cawan Pada Masyarakat Batak Toba. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi, 2(3), 105-114.

Smith, L. (1996). Significance Concepts in Australian Management Archaeology (dalam L. Smith dan A. Clarke), eds Issue in Management Archaeology, Tempus, Vol 5.

Suwartiningsih, S., & Samiyono, D. (2014). Harmoni Sosial: Kearifan Lokal masyarakat Nias. Jurnal Societas Dei, 1(1), 235–26.

Syakhrani, A. W., & Kamil, M. L. (2022). Budaya dan kebudayaan: Tinjauan dari berbagai pakar, wujud-wujud kebudayaan, 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal. Cross-border, 5(1), 782-791.

Zaluchu, S. E. (2020). Deskripsi Tarian Maena sebagai Identitas Suku Nias. Nyimak: Journal of Communication,4(1),135–147. http://jurnal.umt.ac.id/index.php/nyimak/article/view/2219.

Downloads

Published

2025-10-03

How to Cite

PEREMPUAN NIAS DALAM MELESTARIKAN BUDAYA TARI MAENA DI DESA SIOFABANUA KECAMATAN TUHEMBERUA KABUPATEN NIAS UTARA. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(7), 31-40. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/238

Similar Articles

21-30 of 195

You may also start an advanced similarity search for this article.