POLIGAMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP EMOSIONAL DAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK
Keywords:
Poligami, Kestabilan Emosional, Konsentrasi BelajarAbstract
A B S T R A C T
This article analyses the impact of polygamy on children's emotional stability and ability to concentrate on learning, and explores ways to address these issues. The study aims to analyse the impact of polygamy on emotional stability and concentration among children. Various literature suggests that the structure of a polygamous family can potentially trigger emotional issues in children, including feelings of jealousy, anxiety and betrayal, and a lack of attention. Emotional stability directly impacts a child's ability to concentrate while studying. Therefore, it is important for parents to create a fair environment. This can be achieved through open communication and affection, which can minimise the negative impact on children. The text focuses on two main areas. The first is polygamy and emotional stability. The second focuses on the emotional impact of polygamy on children's ability to concentrate while studying. The third area focuses on how to address the impact of polygamy on children. In light of this, the author uses a descriptive method and a psychosocial approach based on Erik Erikson's theory to analyse the issue. During the data collection process, the author conducted library research.
Keywords: Polygamy, Emotional Stability, Concentration on Learning
A B S T R A K
Tulisan ini mencoba menganalisis implikasi dari praktik poligami terhadap kestabilan emosional anak, dampak emosional terhadap konsentrasi belajar, dan upaya mengatasi dampak poligami terhadap anak. Kajian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik poligami berimplikasi terhadap kestabilan emosional dan konsentrasi belajar anak. Berbagai literatur menunjukkan bahwa struktur keluarga poligami memiliki potensi menimbulkan permasalahan emosional pada anak, seperti rasa cemburu, kecemasan, perasaan terkhianati, dan perasaan kurang diperhatikan. Kestabilan emosional berdampak langsung pada kemampuan anak dalam berkonsentrasi saat belajar. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari orang tua untuk menciptakan kondisi yang adil. Komunikatif, dan penuh kasih sayang agar dampak negatif terhadap anak dapat diminimalisasi. Tulisan ini mempunyai tiga fokus pembahasan, pertama adalah praktik poligami dan kestabilan emosional. Kedua, dampak emosional terhadap konsentrasi belajar anak. Ketiga, upaya mengatasi dampak poligami terhadap anak. Mengacu pada paparan tersebut, penulis memakai metode deskriptif, pendekatan psikososial, serta teori psikososial oleh Erik Erikson yang membantu dalam menganalisis. Adapun dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan library research untuk memperoleh informasi.
Kata Kunci: Poligami, Kestabilan emosional, Konsentrasi Belajar
Downloads
References
Abror, K. (2016). Poligami Dan Relevansinya Dengan Keharmonisan Rumah Tangga (Studi Di Kelurahan Rajabasa Bandar Lampung). Al-'Adalah, 13(2), 227-238.
Aeni, R. Y., & Ashari, W. S. (2024). Implikasi Religiusitas Pada Pasangan Poligami Terhadap Keharmonisan Keluarga. Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS), 6(2), 183-201.
Amelia, R., Imam, K., & Hudafi, H. (2023). Dampak Poligami Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga. Fafahhamna, 2(2), 55-65.
Bahri, S. (2020). Upaya Dalam Menangani Dampak Poligami Satu Atap Terhadap Psikologi Anak. Jurnal Al-Mizan, 7(2), 94-106.
Dwistia, H., Sindika, S., Iqtianti, H., & Ningsih, D. (2025). Peran Lingkungan Keluarga dalam Perkembangan Emosional Anak. Jurnal Parenting Dan Anak, 2(2), 9-9.
Erni, M. (2024). DAMPAK POLIGAMI TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA DI LUBUK BARUMUN. I’tiqadiah: Jurnal Hukum dan Ilmu-ilmu Kesyariahan, 1(3), 301-313.
Faseh, I. (2022). Dampak Poligami Terhadap Keharmonisan Keluarga (Studi Kasus di Desa Nameng Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak) (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri).
Harahap, T. A. (2022). Dampak poligami tanpa persetujuan istri terhadap keharmonisan rumah tangga (Doctoral dissertation, IAIN Padangsidimpuan).
Hoiriyah, R., & Fida, I. A. (2023). Analisis Dampak Poligami Dalam Keharmonisan Rumah Tangga: Studi Kasus Di Kecataman Kanigaran Kota Probolinggo. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(2), 178-185.
Indriani, D., Haslan, M. M., & Zubair, M. (2018). Dampak perceraian orang tua terhadap motivasi belajar anak. Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman, 5(1).
Irfani, R., Hikmiyah, H. H., & Syafi’i, I. (2025). Relevansi Poligami Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Persepektif Pemikiran M Syahrur. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(1), 823-833.
Islami, D. I. (2022). Komunikasi Perempuan tentang Harmonisasi Keluarga Poligami. Jurnal Pustaka Komunikasi, 5(1), 163-176.
Muzayim, A., Choeri, I., & Ma’arif, S. (2024). KAJIAN YURIDIS PERKAWINAN POLIGAMI TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA. Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online), 5(2), 836-847.
Rahmayanty, D., Anggraini, D., Oktaviana, V., Ayuningtias, E. W., & Fadillah, A. E. (2023). Pengaruh Poligami Terhadap Pendidikan Anak dan Dinamika Keluarga. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 6501-6512.
Seprina, C. A., Haq, A. L. A., & Hermahayu, H. (2022). Pengaruh Kestabilan Emosi Terhadap Manajemen Diri Orang Tua dalam Mendampingi Anak Belajar Daring. Borobudur Psychology Review, 2(1), 45-52.
Syahfitri, W., & Fahlia, M. P. Dampak poligami terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga. Nusantara Journal of economics (NJS), 3(01).

