PARTISIPASI IBU-IBU DALAM MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM JUMAT BERSIH DI KAMPUNG CIRAPUHAN DAGO ATAS
Keywords:
Ibu-ibu, Jumat Bersih, Kebersihan Lingkungan, Partisipasi MasyarakatAbstract
ABSTRACT
Cleanliness and environmental health are important factors in improving the quality of life of the community, especially in dense residential areas and narrow alleys such as RT 06 and RT 08 Kampung Cirapuhan Dago Atas. Settlements are declining and easily clogged sewers increase the risk of waterlogging and environmental-based diseases. The Clean Friday Program became a citizen effort to maintain the quality of the environment, with mothers as the most active group participating. This study aims to analyze environmental hygiene conditions, understand the form of participation of mothers and residents in clean Friday activities, and determine the impact on health, comfort of life, and social interaction. The research method used is qualitative-descriptive through observation and interviews of three housewives who are consistently involved in activities, as well as field documentation. The results showed that mothers ‘ participation included sweeping, cleaning sewers, collecting garbage, tidying up the environment, and setting a positive example for children and other residents. Informal coordination between residents is effective, so the program can clean hard-to-reach areas and increase the effectiveness of Environmental Hygiene. The Clean Friday Program provides a double benefit: it physically improves environmental cleanliness and public health, and socially strengthens solidarity, harmonious interaction, and clean-living behavior education for the younger generation. Factors driving participation include motivation, family support, active communication, and local leadership, while the main barriers are domestic burdens and limited hygiene facilities. Thus, the sustainability of the program largely depends on the active participation of mothers and other citizens.
ABSTRAK
Kebersihan dan kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah permukiman padat dan gang sempit seperti RT 06 dan RT 08 Kampung Cirapuhan Dago Atas. Permukiman menurun dan selokan yang mudah tersumbat meningkatkan risiko genangan air dan penyakit berbasis lingkungan. Program Jumat Bersih menjadi upaya warga untuk menjaga kualitas lingkungan, dengan ibu-ibu sebagai kelompok paling aktif berpartisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kebersihan lingkungan, memahami bentuk partisipasi ibu-ibu dan warga dalam kegiatan Jumat Bersih, serta mengetahui dampaknya terhadap kesehatan, kenyamanan hidup, dan interaksi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui observasi dan wawancara terhadap tiga ibu rumah tangga yang konsisten terlibat dalam kegiatan, serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi ibu-ibu mencakup menyapu, membersihkan selokan, mengumpulkan sampah, merapikan lingkungan, serta memberi teladan positif bagi anak-anak dan warga lain. Koordinasi informal antar warga berjalan efektif, sehingga program dapat membersihkan area yang sulit dijangkau dan meningkatkan efektivitas kebersihan lingkungan. Program Jumat Bersih memberikan manfaat ganda: secara fisik meningkatkan kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta secara sosial memperkuat solidaritas, interaksi harmonis, dan pendidikan perilaku hidup bersih bagi generasi muda. Faktor pendorong partisipasi meliputi motivasi, dukungan keluarga, komunikasi aktif, dan kepemimpinan lokal, sedangkan hambatan utama adalah beban domestik dan keterbatasan fasilitas kebersihan. Dengan demikian, keberlanjutan program sangat bergantung pada partisipasi aktif ibu-ibu dan warga.
Downloads
References
Aini, N., & Ramadhani, T. (2023). Sosialisasi kesehatan lingkungan bagi masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Dari, I. W. (2024). Partisipasi masyarakat dalam gotong royong kebersihan lingkungan desa.
Jurnal Pemberdayaan Desa.
Fajar, A., & Puspaningrum, I. (2023). Peningkatan partisipasi masyarakat desa dalam pelaksanaan K-3 di Desa Pinggir Papas. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat.
Farin, M. (2021). Dampak lingkungan tidak terawat terhadap kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia.
Fatimah, S. (2022). Partisipasi masyarakat dalam mendukung lingkungan bersih dan sehat di Desa Baru Kecamatan Sinjai Tengah. Jurnal Ilmu Sosial dan Lingkungan.
Harianja, R. D., Aditya, I., & Azijah, D. N. (2025). Peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan Desa Medankarya. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 11(3). https://doi.org/10.25157/moderat.v11i3.4899
Hutagalung, R., et al. (2022a). Sosialisasi kebersihan lingkungan dalam masyarakat desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan.
Hutagalung, R., et al. (2022b). Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan gotong royong. Jurnal Kesehatan Publik.
Khairunnisa, A., et al. (2019). Pengaruh kerusakan lingkungan terhadap kualitas hidup masyarakat. Jurnal Ekologi dan Pembangunan.
Kurniawati, D., et al. (2024). Pengelolaan limbah sampah rumah tangga sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup. Jurnal Wilayah, Kota dan Lingkungan Berkelanjutan, 3(1).
Kurniawati, S. (2020). Kajian kegiatan kebersihan lingkungan terhadap penurunan risiko penyakit. Jurnal Lingkungan Hidup.
Mahmudah, N. (2020). Penguatan modal sosial melalui kegiatan lingkungan. Jurnal Sosiologi Komunitas.
Matsekoleng, L. (2020). Household involvement in community environmental projects.
Community Development Journal.
Munawwaroh, L. (2024). Pembiasaan perilaku bersih melalui kegiatan Jumat Bersih. Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Noer, F., & Sayani, A. (2021). Pentingnya edukasi lingkungan bagi masyarakat. Jurnal Penelitian Sosial.
Nurhaliza, A., et al. (2023). Peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan permukiman. Jurnal Pengabdian Desa.
Permana, A. P., Uno, D. A. N., Luly, D. A., Tahaku, R., & Lahmuda, Z. (2024). Peduli lingkungan, laksanakan program Jumat bersih dan kerja bakti di Desa Hulawa Kabupaten Pohuwato. Jurnal Riset dan Pengabdian Interdisipliner, 1(1), 24–28. https://doi.org/10.37905/jrpi.v1i1.27959
Pratiwi, H. A., Lisdiawati, H., & Arrasid, M. N. (2024). Program bersih-bersih berkala dalam mengurangi sampah dan meningkatkan kebersihan lingkungan. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 5(4).
Rahman, M. (2021). Peran keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Jurnal Sosiologi Keluarga.
Riany, M., et al. (2024). Peningkatan kesadaran masyarakat akan kebersihan melalui program jumat bersih di lingkungan desa cikahuripan kecamatan cikahuripan kabupaten sukabumi. Sciences du Nord Community Service, 1(2), 57-62.
Sari, Y., & Jannah, N. (2019). Pembagian tugas informal dalam kegiatan sosial masyarakat.
Jurnal Ilmu Sosial Modern.
Sembiring, F. (2023). Community empowerment in environmental health education, OHS and balanced nutrition in rural areas. Southeast Asia Multidisciplinary Education and Community Studies, 1(2), 92–98.
Setiawati, H., et al. (2022). Sosialisasi perilaku hidup sehat kepada masyarakat desa. Jurnal Pengabdian dan Kesehatan.
Simanungkalit, L. H. (2023). The role of health promotion in achieving household clean and healthy living behavior (PHBS) with postpartum mothers at UPT Puskesmas Balige. Jurnal Kesehatan Global, 7(2), 72–80.
Wahyuni, S., Maulidiyah, N. L., Mala, P. H., Alfia, P., & Wardatun, B. P. (2024). Pendidikan masyarakat mengenai pentingnya lingkungan bersih dan sehat di Desa Patalan.
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement, 2828, 6529.
Wicaksono, B. S., and Alfiyah, S. (2023). Pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan di desa blimbing kecamatan besuki situbondo. Journal of Dedication Based on Local Wisdom, 3(1), 37-48.
Wulandari, S. (2021). Peran ibu rumah tangga dalam perawatan lingkungan domestik. Jurnal Gender dan Sosial

