ALIH FUNGSI LAHAN DAN KRISIS BIODIVERSITAS: EVALUASI DAMPAK EKOLOGIS PADA KAWASAN KONSERVASI
Keywords:
alih fungsi lahan, biodiversitas, konservasi, politik lingkungan, ekologiAbstract
Penggantian fungsi lahan di daerah lindung menjadi masalah paling serius yang mengancam kelangsungan keanekaragaman hayati di Indonesia. Dorongan yang terus menerus untuk areal penanaman, budidaya, tempat tinggal, sarana prasarana, dan penambangan telah memberi tekanan lingkungan besar serta mengubah susunan ekosistem alamiah. Kajian ini ingin menjelaskan pengaruh alih fungsi lahan pada keanekaragaman hayati dan menelusuri aspek sosial politik yang menggerakkan pergeseran ruang di zona konservasi. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dari kajian ilmiah, dokumen pemerintah, dan data pelestarian dunia, penelitian ini menemukan bahwa alih-alih fungsi lahan mengakibatkan pecahnya habitat, jumlah hewan liar berkurang, hilangnya tutupan tumbuhan asli, semakin seringnya bentrokan manusia satwa, dan rusaknya ekosistem. Lebih lanjut, studi ini menekankan bahwa aturan hukum yang kurang kuat, kebijakan tata ruang, kepentingan perusahaan, dan suap dalam izin adalah sebab utama terus merusaknya lingkungan. Tulisan ini menyajikan saran-saran kebijakan untuk memperkuat manajemen, memajukan pengawasan penggunaan teknologi, memulihkan ekosistem, dan menerapkan konservasi berbasis warga demi menekan laju masalah keanekaragaman hayati.
Downloads
References
Barlowe, R. (2020). Land Use and Resource Management. McGraw-Hill.
Putra, A. A. (2025). Alih fungsi hutan lindung dan hutan konservasi menjadi lahan program food estate di Provinsi Papua. Jurnal Sains Tanah dan Lingkungan, Universitas Mataram.
Anisah, A. P. (2021). Dampak alih fungsi lahan terhadap keberlanjutan suplai air bersih dan ekosistem darat. Jurnal Syntax Admiration,
Adudu, M. F. (2023). Alih fungsi lahan hutan dan degradasi keanekaragaman hayati di Provinsi Gorontalo.
Sanjesti, W. (2025). Dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan kering terhadap lingkungan dan biodiversitas di Indonesia. Jurnal Lingkungan & Sumber Daya Alam.
Izudin, A. (2025). Biodiversity conservation in Indonesian coastal and terrestrial ecosystems: tantangan dan strategi governance. PSD (Journal of Public and Social Development).
urtikanti, H. K., et al. (2025). Releksi fungsi lahan terhadap biodiversitas tumbuhan di Daerah Aliran Sungai Cilaja, Ujung Berung. Jurnal Biodjati.
Latief, R. (2025). Perubahan fungsi lahan kawasan lindung menjadi kawasan budidaya di Kelurahan Malino. Jurnal Ilmiah Ecosystem.
Yusuf, D., et al. (2024). Analisis perubahan alih fungsi lahan mangrove di Binuanga, Bolaang Mongondow Utara.
Ramadhan, S., & Murti, R. P. W. (2024). Dinamika alih fungsi lahan sawah dan upaya perlindungan LP2B di wilayah Metropolitan Sarbagita.
Almas, D., et al. (2025). Alih fungsi lahan pada sertipikat redistribusi tanah di Desa Borisallo. Urban and Regional Studies Journal.
Putri, I. D., et al. (2025). Pengaruh alih fungsi lahan terhadap ketahanan pangan, lingkungan, dan pertanian di Kabupaten Sleman.
Oktavia, D., et al. (2025). Dampak alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit terhadap biodiversitas spesies.
Sanjesti, W., & Silviana, A. (2025). Dampak alih fungsi pertanian menjadi lahan kering terhadap lingkungan dan biodiversitas.
Boediningsih, W., & Cahyono, S. B. (2023). Alih fungsi lahan pertanian berpengaruh terhadap lingkungan hidup dan ketahanan pangan di Indonesia.
Junedi, H., Antony, D., & Mastur, A. K. (2025). Dampak alih fungsi lahan hutan menjadi lahan perkebunan terhadap kualitas fisik tanah.

