DARI KEBUNTUAN KONSTITUANTE KE DEMOKRASI TERPIMPIN: KABINET ALI SASTROAMIDJOJO II (1956–1957)DARI KEBUNTUAN KONSTITUANTE KE DEMOKRASI TERPIMPIN: ANALISIS HISTORIS KABINET ALI SASTROAMIDJOJO II (1956–1957)

Authors

  • Muhammad Adam Fauzan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author
  • Eko Ribawati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author

Keywords:

Ali Sastroamidjojo II, Demokrasi Parlementer, Demokrasi Terpimpin, Krisis Politik

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika politik Indonesia pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956–1957) dengan fokus pada kebuntuan Konstituante, krisis politik, serta kegagalan sistem demokrasi parlementer yang menjadi pemicu munculnya gagasan Demokrasi Terpimpin. Latar belakang penelitian ini berangkat dari ketidakstabilan politik pasca-Pemilu 1955 yang menyebabkan sulitnya mencapai kesepakatan dasar negara dan memperlemah legitimasi pemerintahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap sumber sekunder, seperti arsip, dokumen resmi, serta hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan lembaga-lembaga politik dalam menjalankan fungsi representatif mengakibatkan krisis kepercayaan terhadap sistem parlementer dan mendorong munculnya kebutuhan akan sistem pemerintahan yang lebih stabil dan terpusat. Gagasan Demokrasi Terpimpin kemudian menjadi alternatif politik yang dianggap mampu menyatukan arah revolusi nasional. Temuan ini menegaskan bahwa periode tersebut merupakan titik balik penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsip Pemilihan Umum 1955. (1955). Dokumen resmi hasil Pemilu 1955. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia.

Astana, C. B., & Yuliantri, R. D. A. (2025). Political discourse of Indonesian Raya daily newspaper in Indonesian political public space 1955–1957. Diakronika: Jurnal Kajian Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 25(1), 1–20.

Faisal, H. (2018). Hitam putih PRRI-Permesta: Konvergensi dua kepentingan berbeda 1956–1961. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 8(1), 65–84.

Feith, H. (1962). The decline of constitutional democracy in Indonesia. Ithaca, NY: Cornell University Press.

Hilmy Maulida, F., & Abdurakhman, A.(2021). Rethinking the 1955 election: Political struggle and abandoned optimism. Repository UI, 1–18.

Kahin, A. R. (2003). Democracy to guided democracy: Indonesian politics 1950–1959. Singapore: NUS Press.

Kuntowijoyo. (2013). Metodologi sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Legge, J. D. (1985). Sukarno: A political biography. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Nugroho, Y. A. (2019). Soekarno’s political thinking about guided democracy: Between leadership and authoritarianism. Jurnal Politik, 5(2), 210–229.

Ricklefs, M. C. (2017). A history of modern Indonesia since c. 1200 (5th ed.). London: Palgrave Macmillan.

Rumondang, R., & Ruhdiara, D. (2021). Perdebatan Badan Konstituante mengenai dasar negara pada era 1955–1959. Jurnal Historis, 9(2), 45–58.

Vickers, A. (2005). A history of modern Indonesia. Cambridge: Cambridge University Press.

Hilmy Maulida, F. (2018). Hitam putih PRRI-Permesta: Konvergensi dua kepentingan berbeda 1956–1961. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 8(1), 65–84.

Downloads

Published

2025-12-14

How to Cite

DARI KEBUNTUAN KONSTITUANTE KE DEMOKRASI TERPIMPIN: KABINET ALI SASTROAMIDJOJO II (1956–1957)DARI KEBUNTUAN KONSTITUANTE KE DEMOKRASI TERPIMPIN: ANALISIS HISTORIS KABINET ALI SASTROAMIDJOJO II (1956–1957). (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(9), 1561-1570. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/3735

Similar Articles

1-10 of 365

You may also start an advanced similarity search for this article.