POLA INTERAKSI MERTUA DAN MENANTU YANG TINGGAL SATU ATAP RUMAH
Keywords:
interaksi keluarga, mertua, menantu, rumah satu atap, konflik keluargaAbstract
Keluarga satu atap merupakan model hunian multigenerasi yang masih bertahan kuat dalam budaya Indonesia dan mempengaruhi dinamika sosial keluarga secara signifikan. Pola hunian ini memberikan dukungan ekonomi, kedekatan emosional, serta kesinambungan nilai budaya, tetapi pada saat yang sama berpotensi menimbulkan ketegangan relasional ketika pola interaksi diwarnai hierarki, ketergantungan, serta perbedaan nilai antargenerasi. Mertua cenderung menempati posisi sebagai otoritas tertinggi dalam rumah, sementara menantu berada pada posisi penghormatan dan penyesuaian. Ketidakseimbangan pertukaran emosional menghasilkan konflik tersembunyi yang sulit diungkapkan karena tuntutan budaya untuk menjaga harmoni. Penelitian ini menelaah pola interaksi, tantangan emosional, konflik laten, serta strategi adaptasi dalam keluarga satu atap. Temuan menunjukkan bahwa fleksibilitas hierarkis, komunikasi empatik, mediasi, pembagian peran domestik, dan pengakuan kontribusi menantu menjadi faktor kunci untuk meningkatkan keharmonisan jangka panjang.
Downloads
References
Ahmad, R. (2019). Relasi kekuasaan dalam keluarga Indonesia tradisional: Perspektif budaya
dan gender. Yogyakarta: Pustaka Aditya.
Budiman, T. (2018). Dinamika peran mertua dan menantu dalam keluarga multigenerasi di
Jawa Tengah. Jurnal Sosial Budaya, 15(2).
Fatimah, L. (2018). Dampak psikologis interaksi mertua-menantu terhadap kesejahteraan
keluarga. Jurnal Psikologi Keluarga, 9(1) .
Ginting, A. (2019). Kohesi keluarga dan pola adaptasi dalam rumah tangga multigenerasi.
Medan: Universitas Sumatera Utara Press.
Gunawan, H. (2015). Budaya sungkan dan relasi kekuasaan dalam keluarga Jawa. Jakarta:
Balai Pustaka.
Hidayah, R. (2021). Konflik keluarga dan strategi resolusi dalam konteks budaya Indonesia.
Bandung: Alfabeta.
Hidayat, A. (2018). Psikologi keluarga dan komunikasi interpersonal. Bandung: Refika
Aditama.
Joko, S. (2021). Adaptasi sosial menantu dalam keluarga mertua: Studi kasus keluarga urban.
Jurnal Sosiologi Indonesia, 7(3), 201–217.
Kurniawan, A. (2020). Komunikasi interpersonal dalam keluarga Indonesia. Jakarta: Prenada
Media.
Lestari, A. (2020). Komunikasi empatik dalam menyelesaikan konflik keluarga. Jurnal
Komunikasi Sosial, 5(2), 88–102.
Mahendra, T. (2022). Psikodinamika hubungan mertua-menantu di masyarakat urban. Jurnal
Psikologi Sosial, 10(1), 45–61.
Nasution, F. (2021). Konflik emosional dalam rumah tangga multigenerasi. Medan:
Universitas Negeri Medan Press.
Ningsih, E. (2018). Kelelahan emosional dalam keluarga besar: Perspektif gender. Jurnal
Gender & Keluarga, 6(1), 39–53.
Pratiwi, M., & Santoso, L. (2019). Peran ekonomi dan konflik domestik di rumah tangga satu
atap. Jurnal Ekonomi Sosial, 14(2), 75–91.
Putri, N. (2022). Modernitas dan perubahan nilai dalam relasi keluarga Indonesia. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
Rahman, S., & Lestari, A. (2019). Manajemen konflik dalam keluarga Indonesia. Jurnal Ilmu
Sosial, 8(2), 103–118.
Sari, D. (2020). Interaksi sosial dan konflik laten dalam keluarga besar Indonesia. Jurnal Sosiologi Kultural, 12(1), 22–38.
Sari, D. (2021). Perbedaan generasi dan komunikasi keluarga di era digital. Jurnal
Komunikasi & Masyarakat, 6(3), 77–90.
Utami, F., & Rachmawati, S. (2021). Empati dan toleransi sebagai dasar keharmonisan
keluarga. Jurnal Psikologi Keluarga, 9(2), 55–70.
Widjaja, L. (2020). Modernisasi dan perubahan struktur keluarga di Indonesia. Jakarta: UI Press.

