DARI TANAH LELUHUR KE TANAH KONSESI: POLITIK AGRARIA DAN KRISIS HAK ADAT DI RAJA AMPAT

Authors

  • Muhammad Rayyan Hylmi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Author
  • Muhammad Kevin Claudio Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Author
  • Naufal Rafi`I Nufus Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Author
  • Sandra Aulia Sabina Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Author
  • Fullah Jumayna Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Author
  • Nurdin Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Author

Keywords:

politik agraria, tanah adat, pertambangan nikel, Raja Ampat, masyarakat adat

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika politik agraria dalam proses transformasi tanah adat menjadi wilayah konsesi pertambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis peran negara dalam memfasilitasi ekspansi industri ekstraktif, serta implikasinya terhadap hak-hak masyarakat adat dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka berbasis politik agraria kritis dan ekologi politik. Data diperoleh dari literatur akademik, dokumen kebijakan, laporan organisasi masyarakat sipil, dan sumber media kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan agraria dan mekanisme perizinan negara berperan signifikan dalam melegitimasi peralihan tanah adat menjadi konsesi tambang, sering kali tanpa persetujuan bebas, didahului, dan diinformasikan dari masyarakat adat. Ekspansi pertambangan nikel mencerminkan praktik akumulasi kapital melalui perampasan ruang hidup masyarakat adat, yang berdampak pada krisis ekologis dan fragmentasi sosial di tingkat komunitas. Di tengah tekanan tersebut, masyarakat adat Raja Ampat menunjukkan berbagai bentuk resistensi, baik melalui perlawanan sehari-hari maupun advokasi formal, sebagai upaya mempertahankan kedaulatan ruang hidup. Penelitian ini menegaskan bahwa konflik agraria di Raja Ampat merupakan persoalan struktural yang menuntut pembaruan kebijakan agraria berbasis keadilan sosial dan ekologis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Althusser, L. (1971). Ideology and ideological state apparatuses. In Lenin and Philosophy and other essays. Monthly Review Press.

Colchester, M., & Chao, S. (Eds.). (2013). Conflict or consent? The oil palm sector at a crossroads. Forest Peoples Programme.

Fitzpatrick, D. (2008). Hardening customary land rights in Indonesia: A defence of adat as the legal basis for land rights. In Law, Property and Dispossession (pp. 130–149). Routledge.

Harvey, D. (2003). The new imperialism. Oxford University Press.

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM). (2022). Laporan tahunan konflik pertambangan di Papua. JATAM Papua.

Jessop, B. (2007). State power. Polity Press.

Koentjaraningrat. (1993). Kebudayaan, mentalitet, dan pembangunan. Gramedia.

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). (2023). Catatan Akhir Tahun Reforma Agraria 2023. KPA.

Li, T. M. (2007). The will to improve: Governmentality, development, and the practice of politics. Duke University Press.

Li, T. M. (2014). Land’s end: Capitalist relations on an indigenous frontier. Duke University Press.

Marx, K. (1867). Capital: A critique of political economy (Vol. 1). Penguin Classics.

Migdal, J. S. (1988). Strong societies and weak states: State–society relations and state capabilities in the Third World. Princeton University Press.

Mongabay. (2021). “Tambang nikel masuk ke tanah adat Kawe di Raja Ampat.” Mongabay Indonesia. https://www.mongabay.co.id

Rachman, N. F. (2012). The resurgence of land reform policy and agrarian movements in Indonesia. University of California, Berkeley.

Robbins, P. (2012). Political Ecology: A Critical Introduction. Wiley-Blackwell.

Scott, J. C. (1985). Weapons of the weak: Everyday forms of peasant resistance. Yale University Press.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tempo. (2019). “Empat tokoh adat ditangkap karena hadang aktivitas tambang di Waigeo.” Tempo.co. https://www.tempo.co

The Guardian. (2023). “Indonesia’s nickel boom fuels global green energy but leaves locals behind.” The Guardian. https://www.theguardian.com

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). (2023). Laporan Dampak Ekologi Pertambangan Nikel di Papua Barat. WALHI Papua.

Wiradi, G. (2009). Seluk-beluk masalah agraria: Reformasi agraria dan penegakan hak-hak rakyat atas tanah. KPA & INSIST Press

Arba, H. M. (2023). Hukum agraria Indonesia. Sinar Grafika.

Chomzah, A. A. (2003). Hukum agraria (pertanahan Indonesia), jilid 2. Prestasi Pustaka.

Fauzi, N. (2024). Petani & penguasa: Dinamika perjalanan politik agraria Indonesia. INSISTPress, KPA, & Pustaka Pelajar.

Husni, A., Mandala, O. S., & Bimarasmana, M. (2022). Hak-hak masyarakat adat dalam politik hukum agraria di Indonesia. Jurnal Fundamental Justice.

Rahma, A., Nugraha, R., & Kurniawan, D. (2025). Menjaga Raja Ampat dari ancaman nikel demi surga terakhir Indonesia. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 9(8). https://ejournal.cahayailmubangsa.institute/index.php/triwikrama/article/view/2550

Sahnana. (2018). Hukum agraria Indonesia. Setara Press.

Sari, D. (2020). Pengakuan hak adat dalam kebijakan agraria di Papua. Jurnal Hukum dan Pembangunan.

Wahyu, A. D. (2021). Krisis lingkungan dan masyarakat adat: Sebuah kajian di wilayah pesisir. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora.

Putra, R. (2022). Dampak kebijakan konsesi lahan di Raja Ampat: Tinjauan sosial dan ekonomi. Jurnal Kajian Wilayah.

Chomzah, A. A. (2003). Hukum agraria (pertanahan Indonesia) (Jilid 2). Prestasi Pustaka.

Colchester, M., & Chao, S. (Eds.). (2013). Conflict or consent? The oil palm sector at a crossroads. Forest Peoples Programme.

Harvey, D. (2003). The new imperialism. Oxford University Press.

Husni, A., Mandala, O. S., & Bimarasmana, M. (2022). Hak-hak masyarakat adat dalam politik hukum agraria di Indonesia. Jurnal Fundamental Justice, 3(2), 101–115.

Jessop, B. (2007). State power: A strategic-relational approach. Polity Press.

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Papua. (2022). Laporan tahunan konflik pertambangan di Papua. JATAM Papua.

Koentjaraningrat. (1993). Kebudayaan, mentalitas, dan pembangunan. Gramedia.

Li, T. M. (2007). The will to improve: Governmentality, development, and the practice of politics. Duke University Press.

Li, T. M. (2014). Land’s end: Capitalist relations on an indigenous frontier. Duke University Press.

Putra, R. (2022). Dampak kebijakan konsesi lahan di Raja Ampat: Tinjauan sosial dan ekonomi. Jurnal Kajian Wilayah, 13(1), 55–70.

Rachman, N. F. (2012). The resurgence of land reform policy and agrarian movements in Indonesia. University of California, Berkeley.

Robbins, P. (2012). Political ecology: A critical introduction. Wiley-Blackwell.

Scott, J. C. (1985). Weapons of the weak: Everyday forms of peasant resistance. Yale University Press.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Papua. (2023). Laporan dampak ekologis pertambangan nikel di Papua Barat. WALHI Papua.

Wiradi, G. (2009). Seluk-beluk masalah agraria: Reforma agraria dan penegakan hak-hak rakyat atas tanah. KPA & INSIST Press.

Downloads

Published

2025-12-16

How to Cite

DARI TANAH LELUHUR KE TANAH KONSESI: POLITIK AGRARIA DAN KRISIS HAK ADAT DI RAJA AMPAT. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(9), 1671-1680. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/3884

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

41-50 of 341

You may also start an advanced similarity search for this article.