Membangun Relasi Ketuhanan Berbasis Tradisi Wiwitan Panen Padi: Studi Etnografi Di Desa Kedungasri Lamongan

Authors

  • Abelia Pramudisastra Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Abdul Halim Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author

Keywords:

Wiwitan, Hubungan Ilahi, Makna dan Simbol, Tradisi Lokal, Etnografi

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi wiwitan (pemanenan padi) di Desa Kedungasri, Lamongan, sebagai bentuk hubungan ilahi yang termanifestasi melalui praktik budaya agraris. Tradisi wiwitan bukan hanya ritual untuk menyambut panen, tetapi juga berfungsi sebagai media spiritual di mana masyarakat mengungkapkan rasa syukur, doa, dan harapan kepada Tuhan atas limpahan hasil bumi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang melibatkan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa tradisi wiwitan mewakili harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, serta mengandung nilai-nilai keagamaan, sosial, dan budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini, bersama dengan makna dan simbol yang kaya. Dengan demikian, wiwitan berfungsi tidak hanya sebagai warisan budaya lokal, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat kesadaran spiritual masyarakat desa dalam membangun hubungan ilahi.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Abelia Pramudisastra, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

    Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi

  • Abdul Halim, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

    Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi

References

Ariani Sudarman, M. (2024, Desember). Melintasi Dimensi Spiritual: Tradisi Wiwitan Dalam Spiritualitas Manusia. Mircea Eliade. Humanika, 31(2), 2502–5783.

Creswell, J. W. (2016). Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan Mixed.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Elsa Nandita Sari. (2022, September). Makna Filosofi Tradisi Wiwit Panen Masyarakat Murukan Kecamatan Mojoagung. Jurnal Budaya Nusantara, 5(3), 130–136.

Kamarusdiana. (2019). Studi Etnografi Dalam Kerangka Masyarakat Dan Budaya. Jurnal Sosial & Budaya Syar’i, 6(2), 113–128.

Kuswinto, D., & Yuwono, C. (2025). Adat Bertemu Syariat: Studi Islamisasi Tradisi Wiwitan di Desa Semampir, Banjarnegara. Setyaki: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 45–56.

Listyani, B., Sunardi, & Wuryani, E. (2025). Membangun Karakter Dan Budi Pekerti Petani Melalui Tradisi Wiwitan Di Desa Gilangharjo Pandak Bantul. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 9(1), 59–71.

Moleong, L. J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution, K., & Nasution, D. R. (2024). Wiwitan: Tradisi Pasca Panen Masyarakat Etnis Jawa Di Desa Denai Lama Kecamatan Pantai Labu. Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12(1), 1–12.

Nurus Syarifah. (2025). Antropologi Interpretatif Clifford Geertz: Studi Kasus Keagamaan Masyarakat Bali Dan Maroko. Humanis, 14(1), 65–75.

Pratiwi, Y. (2023). Rasionalitas tradisi Wiwitan Dengan Ajaran Islam Masyarakat Desa Sokosari DI Era Modernisasi. Prosiding Seminar Nasional, 1013–1021.

Ristiantie, Y. (2020). Pergeseran Nilai Tradisi Wiwitan Di Desa Mangunan Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Yogyakarta tahun 2010–2019. Karmawibangga: Historical Studies Journal, 2(2), 103-109.

Salim, L. (2024, Juni). Nilai sosial dan keagamaan pada tradisi Wiwitan di Desa Wonodadi Utara Kecamatan Gadingrejo. Socio Religia, 5(1), 38–46.

Sugeng Riady, A. (2021, Maret). Agama dan kebudayaan masyarakat perspektif Clifford Geertz. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia, 2(1), 13–22.

Downloads

Published

2025-12-18

How to Cite

Membangun Relasi Ketuhanan Berbasis Tradisi Wiwitan Panen Padi: Studi Etnografi Di Desa Kedungasri Lamongan. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(9), 1961-1970. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/4157

Similar Articles

51-60 of 675

You may also start an advanced similarity search for this article.