PANGGUNG KOMUNITAS DAN POLITIK KEBERSAMAAN: REFLEKSI KOHESI SOSIAL DI DESA KARANGWUNGULOR

Authors

  • Ahmad Noval Romadhoni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Abdul Halim Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author

Keywords:

panggung komunitas, politik kebersamaan, kohesi sosial, demokrasi lokal, etnografi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami panggung komunitas di Desa Karangwungulor yang berfungsi sebagai arena politik kebersamaan sekaligus penguat kohesi sosial. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, dimaksudkan untuk mengeksplorasi praktik budaya dan politik warga, yang dimanifestasikan melalui serangkaian aktivitas kolektif warga sebagai fondasi kohesi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik kebersamaan di Karangwungulor lahir dari partisipasi aktif masyarakat, bukan semata dari struktur formal pemerintahan desa, namun diperoleh dari terbukanya ruang publik lokal yang mempertemukan berbagai ide dari ragam elemen masyarakat untuk berdialog dan berbagi peran dalam memperkuat kohesi sosial. Aktivitas tasyakuran HUT Kemerdekan RI, perlombaan, serta karnaval bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media memperkuat solidaritas, kepercayaan, dan identitas kolektif warga. Fenomena politik kebersamaan tampak pula dalam ruang-ruang informal, seperti diskusi di pertemuan keagmaan, warung kopi dan forum karang taruna. Ruang publik lokal ini berfungsi sebagai arena negosiasi dalam membangun konsensus sosial. Dinamika “panggung depan” dan “panggung belakang” dalam komunikasi warga menunjukkan bahwa politik kebersamaan bersifat cair dan fleksibel, memadukan formalitas dengan keakraban sehari-hari. Penelitian ini menegaskan bahwa politik kebersamaan berbasis komunitas mampu memperkuat kohesi sosial, meningkatkan kesadaran politik warga, dan menghadirkan alternatif praktik demokrasi lokal yang partisipatif serta inklusif. Meski demikian, tantangan seperti fragmentasi kepentingan, dominasi kelompok, dan modernisasi perlu diantisipasi agar panggung komunitas tetap menjadi fondasi kokoh bagi keberlanjutan kohesi sosial desa.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Ahmad Noval Romadhoni, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

    Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi

  • Abdul Halim, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

    Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi

References

Agustina, A, Izomiddin, and R Apriani. 2023. “Partisipasi Politik Organisasi Karang Taruna Dalam Pembangunan Infrastruktur Desa.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Politik.

Bonokeling, Komunitas, and Pekuncen Banyumas. 2024. “Titian : Jurnal Ilmu Humaniora Inklusivitas Masyarakat Desa Pekuncen Terhadap Titian : Jurnal Ilmu Humaniora” 08 (02).

Chan, Joseph, Ho-Pong To, and Elaine Chan. 2006. “Reconsidering Social Cohesion: Developing a Definition and Analytical Framework for Empirical Research.” Social Indicators Research 75 (2): 273–302. https://doi.org/10.1007/s11205-005-2118-1.

Cornwall, Andrea. 2004. “Spaces for Transformation? Reflections on Issues of Power and Difference in Participation in Development.” IDS Bulletin: Participation and Development 35 (2): 72–79.

Creswell, John W, and Cheryl N Poth. 2018. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. 4th ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Durkheim, Émile. 1997. The Division of Labor in Society. New York: Free Press.

Etzioni, Amitai. 1996. The New Golden Rule: Community and Morality in a Democratic Society. New York: Basic Books.

Geertz, C. 1973. The Interpretation of Cultures. Basic Books.

Goffman, Erving. 1959. The Presentation of Self in Everyday Life. New York: Doubleday Anchor Books.

Habermas, Jürgen. 1991. The Structural Transformation of the Public Sphere. Cambridge, MA: MIT Press.

Halim, A. 2018. Politik Lokal: Aktor, Problem, Dan Konflik Dalam Arus Demokratisasi. Intrans Publishing.

———. 2020. Islam Lokalitas Dan Kebhinekaan. Malang: Intrans Publishing.

Hidayat, A. 2020. “Ruang Publik Desa: Dinamika Konsensus Dan Konflik Di Tingkat Lokal.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Politik 24 (2): 200–214.

Indrawadi, Junaidi, Isnarmi Moeis, Maria Montessori, Wirdanengsih Wirdanengsih, Fatmariza Fatmariza, Arieska Dwi Asmil, and Hafsyari Hafsyari. 2022. “Penguatan Kohesi Sosial Melalui Peran Aktif Masyarakat Seberang Palinggam” 4: 333–39.

Koentjaraningrat. 2004. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Kvale, S. 1996. Interviews: An Introduction to Qualitative Research Interviewing. Thousand Oaks: Sage.

Lincoln, Y S, and E G Guba. 1985. Naturalistic Inquiry. Sage Publications.

Manor, James. 1999. The Political Economy of Democratic Decentralization. Washington, DC: World Bank.

Putnam, Robert D. 2000. Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster.

Rosyid, R. 2021. “Gotong Royong Dalam Era Modernisasi: Studi Pada Perayaan 17 Agustus Di Desa Jawa Tengah.” Jurnal Masyarakat Dan Budaya 23 (2): 189–204.

Spradley, James P. 1980. Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Yuliani, R. 2023. “Festival Desa Sebagai Arena Politik Kebersamaan.” Jurnal Politik Lokal Indonesia 5 (1): 77–92.

Downloads

Published

2025-12-19

How to Cite

PANGGUNG KOMUNITAS DAN POLITIK KEBERSAMAAN: REFLEKSI KOHESI SOSIAL DI DESA KARANGWUNGULOR. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(9), 2051-2060. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/4223

Similar Articles

21-30 of 426

You may also start an advanced similarity search for this article.