ANCAMAN EMERGENSI PERUBAHAN IKLIM DAN STRATEGI LIVELIHOOD MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN JEMBER UNTUK KETAHANAN EKONOMI
Keywords:
Perubahan Iklim, Transformasi Livelihood, Nelayan Jember, Ketahanan Ekonomi, ResiliensiAbstract
Fenomena perubahan iklim di wilayah pesisir selatan Kabupaten Jember telah mencapai level emergensi yang secara nyata mengancam ketahanan ekonomi masyarakat di Desa Puger Kulon, Puger Wetan, dan Sumberejo. Melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, ditemukan bahwa ketidakpastian cuaca dan fenomena "musim laeb" memaksa nelayan tradisional melakukan transformasi livelihood yang drastis untuk bertahan hidup. Data lapangan menunjukkan bahwa nelayan yang sebelumnya sepenuhnya bergantung pada hasil laut kini secara aktif melakukan diversifikasi pekerjaan menjadi buruh tani, kuli bangunan, hingga penarik becak saat kondisi laut tidak menentu. Transformasi ini juga mencakup optimalisasi modal manusia melalui keterlibatan istri nelayan dalam sektor perdagangan dan pemanfaatan modal sosial seperti kelompok arisan pengajian sebagai jaring pengaman finansial saat masa paceklik. Temuan penting dalam penelitian ini mengungkapkan adanya pergeseran paradigma di mana pelaku utama perikanan kini secara sadar mengarahkan generasi muda untuk mencari pekerjaan di luar sektor kelautan demi menghindari ketergantungan ekstrem pada faktor cuaca yang kian tidak terprediksi. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan resiliensi ekonomi masyarakat pesisir Jember sangat bergantung pada keberhasilan strategi transformasi nafkah ganda dan dukungan kebijakan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur serta informasi iklim yang lebih akurat.
Downloads
References
Adhuri, D. S. (2013). Selling the sea, fishing for power: A study of conflict over marine tenure in Kei Islands, Eastern Indonesia. Canberra: ANU Press.
Allison, E. H., & Ellis, F. (2001). The livelihoods approach and management of small-scale fisheries. Marine Policy, 25(5), 377–388. https://doi.org/10.1016/S0308-597X(01)00023-9
Chamro, W., & Widjayanthi, L. (2020). Resiliensi Masyarakat Nelayan Selama Musim Laeb di Desa Puger Kulon Kecamata Puger Kabupaten Jember. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 16(2), 147-159.
Dahuri, R. (2016). Pembangunan kelautan dan perikanan berbasis keberlanjutan. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6(1), 1–15.
Imron, M. (2018). Kemiskinan dalam masyarakat nelayan. Jurnal Sosiologi Reflektif, 12(2), 287–304.
Kusnadi. (2018). Strategi adaptasi dan ketahanan nafkah rumah tangga nelayan dalam menghadapi perubahan lingkungan pesisir. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 20(2), 157–170.
Kusnadi. (2018). Strategi adaptasi dan ketahanan nafkah rumah tangga nelayan dalam menghadapi perubahan lingkungan pesisir. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 20(2), 157–170.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Nikijuluw, V. P. H. (2014). Politik ekonomi perikanan dan kemiskinan nelayan. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 4(2), 73–86.
Pratama, J. P., Rohmansyah, R., Puntodewo, L., & Rahman, F. A. (2025). Ketahanan Masyarakat Pesisir terhadap Dampak Perubahan Iklim: Studi Kasus Nelayan dan Pelaku Usaha di Kecamatan Paku Haji. Journal of Management and Social Sciences, 4(1), 20-36.
Purwanto, H. (2016). Strategi adaptasi sosial ekonomi rumah tangga nelayan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 19(3), 219–233.
Satria, A. (2015). Pengantar sosiologi masyarakat pesisir. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Satria, A. (2015). Pengantar sosiologi masyarakat pesisir. Jakarta, Indonesia: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Suharto, E. (2017). Modal sosial dan penghidupan berkelanjutan masyarakat pesisir. Jurnal Sosial Humaniora, 10(1), 1–14.
Suharto, E. (2017). Modal sosial dan penghidupan berkelanjutan masyarakat pesisir. Jurnal Sosial Humaniora, 10(1), 1–14.
Wulandari, F., & Setyono, J. S. (2016). Ketahanan Masyarakat Pesisir Terhadap Bencana Akibat Dampak Perubahan Iklim Di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang (Doctoral dissertation, Universitas Diponegoro).

