MEMAHAMI PENYIMPANGAN SEKSUAL: KAJIAN SOSIOLOGIS TENTANG MOTIF PELAKU PELECEHAN SEKSUAL (STUDI KASUS NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIA CIBINONG DAN LAPAS KELAS I CIPINANG)

Authors

  • Ciek Julyati Hisyam Universitas Negeri Jakarta Author
  • Raafi Arrasy Trianto Universitas Negeri Jakarta Author
  • Chelsea Octavina Universitas Negeri Jakarta Author
  • Khansa Olifianti Universitas Negeri Jakarta Author
  • Windi Az-Zahra Universitas Negeri Jakarta Author
  • Sofie Tsurayya Khalisa Universitas Negeri Jakarta Author
  • Putri Meisa Wulandari Universitas Negeri Jakarta Author
  • Ceyna Andini Gustri Universitas Negeri Jakarta Author

Keywords:

normalisasi pelaku, pelecehan seksual, kekerasan seksual

Abstract

Penelitian ini menelaah pelecehan seksual sebagai bentuk perilaku menyimpang sekaligus tindak kriminal melalui perspektif sosiologi. Pelecehan seksual dipandang sebagai tindakan bernuansa seksual yang tidak diinginkan, yang melanggar norma hukum, sosial, dan etika sehingga menimbulkan kerugian bagi korban. Fenomena ini tidak hanya dipahami sebagai tindakan individual, tetapi juga sebagai hasil proses belajar sosial yang dibentuk oleh lingkungan, nilai budaya, serta relasi kekuasaan yang tidak seimbang dalam masyarakat patriarkal. Dengan menggunakan Teori Asosiasi Diferensial Sutherland, penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pelecehan muncul melalui internalisasi “definisi yang mendukung” penyimpangan yang diperoleh lewat interaksi sosial. Sementara itu, Teori Anomi Merton digunakan untuk menganalisis tekanan sosial dan ketidakseimbangan struktur yang mendorong timbulnya perilaku menyimpang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi literatur. Data dihimpun dari narapidana pelaku pelecehan seksual dan petugas pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Cibinong dan Lapas Kelas I Cipinang. Temuan menunjukkan bahwa motif pelecehan tidak hanya berkaitan dengan dorongan seksual, tetapi juga dengan keinginan untuk menegaskan dominasi, pembenaran perilaku lewat norma yang permisif, serta lemahnya mekanisme kontrol sosial. Kesimpulannya, pelecehan seksual merupakan fenomena sosial yang rumit dan terbentuk melalui proses belajar serta didukung oleh struktur budaya patriarki, sehingga diperlukan perubahan nilai dan penguatan kontrol sosial untuk menghentikan siklus penyimpangan ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Malahati, F., Ultavia, A. B., Jannati, P., Qathrunnada, Q., & Shaleh, S. (2023). Kualitatif: Memahami Karakteristik Penelitian Sebagai Metodologi. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 341–348.

Yusrina, K. M., Aliffah, N. U., & Holilah, M. (2024). Metode penelitian kualitatif: pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. SOSAINS.

Fathoniansyah, A. A., Putri, L. K., Angelita, R. H. R., & Sihab, A. R. (2025). Teori Kriminologi Teori Kriminologi: Teori Asosiasi Diferensial, Teori Ketegangan, Teori Kontrol Sosial, Teori Subkultur, Teori Diri: Teori Asosiasi Diferensial, Teori Ketegangan, Teori Kontrol Sosial, Teori Subkultur, Teori Diri. TERAJU, 7(02), 194-205.

Hisyam, D. H. C. J. (2021). Perilaku Menyimpang: Tinjauan Sosiologis. Bumi Aksara.

Surahman, E., Satrio, A., & Sofyan, H. (2020). Kajian teori dalam penelitian. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 3(1), 49-58.

Downloads

Published

2025-12-28

How to Cite

MEMAHAMI PENYIMPANGAN SEKSUAL: KAJIAN SOSIOLOGIS TENTANG MOTIF PELAKU PELECEHAN SEKSUAL (STUDI KASUS NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIA CIBINONG DAN LAPAS KELAS I CIPINANG). (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(9), 271-280. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/4890